BI Akan Buat Aturan Transaksi “Online”

Bank Indonesia berniat memperketat aturan tentang transaksi online di Tanah Air. Maraknya transaksi online dan tingginya angka kejahatan transaksi di dunia maya menjadi alasan BI menggagas beleid itu.
Aribowo, Kepala Biro Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI, menegaskan, munculnya ide itu juga dipicu belum adanya peraturan yang melindungi konsumen dalam bertransaksi online. “Padahal, pengguna transaksi online di Indonesia sudah banyak,” kata Ariwibowo, Senin (21/12).

Ia berharap, aturan ini bisa menjadi semacam standar keamanan versi BI. “Kami masih mengkaji seperti apa standar yang ideal,” tuturnya.

Yang jelas, kata Aribowo, BI akan membuat aturan yang menyangkut semua transaksi online, kecuali transaksi melalui internet banking. “Jadi, yang akan kami atur itu seperti pembayaran melalui Paypall atau Visa. Kalau transaksi internet banking sudah dikelola oleh Divisi Penelitian dan Perbankan BI,” katanya.

Aribowo menambahkan, rencana penerbitan aturan itu merupakan upaya BI melakukan pengawasan transaksi di internet. “Aturan ini merupakan bentuk kontrol agar BI mengetahui berapa banyak yang menggunakan sistem konvensional atau ATM dari transaksi ini,” ujarnya.

Dia berharap, gagasan pengaturan transaksi online ini bisa digulirkan pada 2010. Namun, Aribowo mengakui, kesulitan terbesar merancang aturan itu adalah banyak perusahaan transaksi online yang memiliki izin dan berkantor pusat di luar negeri. “Di sini yang ada hanya kantor pengelola,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan kantor pengelolaan tersebut juga tidak dilengkapi dengan teknologi yang terintegrasi dengan kantor pusatnya. “Mereka biasanya menggandeng bank-bank dan mempergunakan teknologi dari mitra usahanya,” ungkap Aribowo.

Nah, untuk mengatasi kesulitan semacam itu, BI akan mendorong bank-bank yang menjalin kerja sama dengan provider penyedia transaksi online untuk memberikan laporan transaksinya setiap hari kepada BI.

Sekadar catatan, berdasarkan penelitian yang dilakukan Visa, saat ini setiap konsumen online di Asia Pasifik rata-rata berbelanja senilai 2.526 dollar AS per tahun. Angka ini setara sekitar Rp 25 juta per tahun.

Pada 2012, nilai transaksi online global diperkirakan mencapai 183 miliar dollar AS atau tiga kali lipat daripada nilai transaksi online pada 2008. (Roy Franedya/Kontan)

Selasa, 22 Desember 2009 | 08:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/22/08552631/bi.akan.buat.aturan.transaksi.online

Transaksi “Online” Terus Melonjak

Kamis, 17 Desember 2009 | 09:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penetrasi internet yang begitu cepat membuat transaksi melalui online akan meningkat tajam. Visa memprediksi, 2012 mendatang jumlah transaksi online akan mencapai 183,9 juta dollar atau naik tiga kali dalam jumlah transaksi online 2008.

Country Manager Visa Indonesia Ellyana C Fuad mengatakan, kenaikan transaksi ini disebabkan tajamnya kenaikan belanja online di Asia Pasifik. “Infrastruktur yang memadai di negara-negara Asia Pasifik membuat masyarakat makin banyak menggunakan fasilitas penjualan online,” ujarnya Rabu (16/12/2009).

Selain itu, lanjut Ellyana, kenaikan ini juga disebabkan karena semakin mudahnya orang bertransaksi untuk membeli barang-barang di luar negeri. “Orang hanya butuh waktu 7 detik untuk melaksanakan transaksi di online,” tambahnya.

Survei Visa menunjukkan, hampir sembilan dari sepuluh (89 persen) orang yang berpartisipasi dalam Visa eCommerce Consumer Monitor mengatakan, mereka telah berbelanja online dalam 12 bulan terakhir.

Sekadar catatan, sepanjang tahun 2008 ada 1,57 miliar orang yang bertransaksi di internet, di mana 650 juta transaksi dari Asia Pasifik. Saat ini Visa telah melakukan kerja sama dengan 17 bank di Indonesia untuk transaksi online. (Kontan/Roy Franedya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: