e-Banking dan Transaksi di Ujung Jari *)

Wow….dunia ternyata selebar daun kelor. Berkat teknologi telekomunikasi berbasis internet dan jaringan pita lebar membuat dunia menjadi semakin menyatu. Apalagi dengan kehadiran ponsel maka kini dunia menjadi seolah menyatu dan tidak ada batas lagi. Peranan telepon selular alias HP sungguh mencengangkan. Hal ini ditandai dengan semakin mudahnya orang berkomunikasi meski jarak terpisah ribuan kilometer. Selain itu, kini ponsel juga membuat aktivitas manusia menjadi nyaman dan ringan. Layanan akses dan penyediaan data tingkat tinggi membuat pekerjaan apapun menjadi ringan, tanpa kendala jarak, dan tanpa batas waktu.

Kilas balik sedikit, pernah suatu ketika di tahun 1995 saya pertama kali bersinggungan dengan suatu alat yang namanya HP. Ketika itu, bentuknya masih besar dan belum mempunyai fungsi yang variatif kecuali sekedar berkomunikasi verbal. Bahkan waktu itu belum ada yang namanya layanan pesan singkat atau kita kenal sekarang sebagai SMS. Berat ponselnya pun hampir satu kilogram. Tetapi kini empat belas tahun kemudian, perkembangan HP dan layanan dari operatornya sungguh mencengangkan. Tak terbayangkan bagi saya empat belas tahun lalu ponsel bisa secanggih saat ini dan bahkan memiliki daya komputasi yang luar biasa hebatnya. Itu saja belum cukup, kini bentuk HP juga semakin kecil dan ringan plus fitur-fitur serta aplikasi yang variatif karena peranan operator yang canggih saat ini. Juga tak mungkin saya bayangkan ketika era 90-an, bisa kita dapatkan RBT, MMS, 3G hingga mengakses internet secara murah meriah. Gila bener!!

Tetapi kegilaan saya ini, atau tepatnya kekaguman yang luar biasa tidak berhenti sampai di situ. Kalau tahun 2000 hingga 2004 adalah milestone operator untuk mengoptimalkan fungsi HP sebagai alat komunikasi pilihan nomor satu maka era tahun 2004 hingga saat ini, fungsi HP mengalami “transformasi” signifikan yakni merambah ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya adalah e-banking atau layanan perbankan berbasis HP dan internet. Dengan kata lain, melalui peran operator, HP kini “kawin” dengan layanan perbankan. Sungguh dashyat!

SMS Banking

Karena daya “paranoid” operator yang sangat tinggi untuk melahirkan layanan ponsel yang futuristik maka kini masyarakat bisa menikmati cepatnya, ringkasnya, serta mudahnya layanan perbankan saat ini. Singkat kata telah terjadi konvergensi perbankan melalui ponsel. Saat ini, orang-orang mengenal SMS Banking dimana segala layanan perbankan dilakukan dengan ujung jari kita. Cukup dengan mengetik “Trf 100.000” ke nomor rekening bank tujuan, maka kita bisa mengirimkan uang sebesar Rp.100.000,- ke kolega kita secepat larinya cahaya. Jadi tidak perlu repot-repot pergi ke bank. Ibaratnya bank ada digenggaman tangan kita.

Menurut data salah satu Bank BUMN terbesar di tanah air, sepanjang tahun 2008 lalu, seluruh transaksi perbankan melalui SMS mencapai nilai nominal sebesar Rp.1,423 Triliun dengan total transaksi sebanyak 3,995 juta item. Total nilai transaksi ini diperoleh dari banyaknya layanan SMS banking meliputi aneka pembayaran seperti pembayaran kartu kredit, pembayaran tagihan listrik, air, telepon, HP maupun transfer uang ke seluruh pelosok nusantara. Itu baru dari satu sisi jenis pembayaran. Di lain pihak, SMS banking menjadi primadona utama setelah ATM, dalam hal melihat saldo tabungan. Masih di data tersebut, sepanjang tahun 2008, terdapat 15,157 juta item inquiry saldo. Bayangkan begitu hebatnya transaksi SMS banking ini.

Kalau rata-rata 15 juta item inquiry itu dibagi dengan 96 inquiry setahun (8 kali per bulan) maka terdapat 156.250 nasabah yang telah melakukan SMS Banking. Atau katakanlah inquiry 48 kali dalam setahun (4 kali sebulan) maka terdapat 312.500 nasabah melakukan hal yang sama. Ini baru dari satu bank saja. Di Indonesia kita memiliki lebih dari 20 bank yang sudah menerapkan transaksi SMS Banking. Selain itu, pertumbuhan volume transaksi SMS Banking meningkat pesat sebesar 319% dari tahun 2007 ke 2008. Begitu pun dengan user yang melakukan registrasi, meningkat tajam sebesar 255% dalam periode yang sama.

Internet Banking

Setali tiga uang, konvergensi telekomunikasi juga merambah transaksi internet banking. Kalau SMS Banking di tahun 2008 memiliki total 1,782 juta user maka internet banking memiliki user yang lebih sedikit yakni sekitar 401 ribu user. Namun volume transaksinya tak kalah mencengangkan dibandingkan dengan “sepupunya” SMS dimana transaksi internet banking mencetak volume transaksi sebesar Rp. 4,332 Triliun sepanjang tahun 2008. Lebih takjub lagi, transaksi internet banking meningkat sebesar 1981% di tahun 2008 dibandingkan dengan transaksi yang sama pada tahun 2007. Artinya, secara head to head dalam e-channel, transaksi internet banking unggul jauh dengan SMS banking.

Dengan kata lain, dari data satu Bank BUMN tersebut maka dapat digambarkan betapa industri telekomunikasi telah mengubah peta transaksi perbankan dari “manual” (manusia sebagai pelaku utama) menjadi “ponual” (HP sebagai alat utama). Bahkan dengan jumlah user yang lebih sedikit pada internet banking, namun didukung kekuatan koneksi internet pada ponsel dan fasilitas broadband (wireless) maka ditengarai kuat telah memberikan kontribusi yang signifikan pada perubahan perilaku nasabah bank pada era digital saat ini.

Manfaat Perkembangan Telekomunikasi

Menurut Depkominfo, program affordability (keterjangkauan) tarif telepon seluler di Indonesia ternyata merupakan tarif yang paling murah di Asia. Kemurahan tarif ini memberikan manfaat yang begitu besar bagi nasabah (masyarakat), perbankan dan industri selular itu sendiri. Manfaat yang terbesar dari sisi nasabah adalah transaksi menjadi sangat mudah dilakukan, kapan saja, nyaman, aman dan murah. Dari sisi industri perbankan, penetrasi internet dan ponsel yang begitu tajam lima tahun terakhir membawa berkah bagi perbankan. Selain mampu meraup penghasilan dari sisi fee base income lewat jasa transaksi e-channel maka e-banking telah menjadi moda transaksi perbankan yang revolusioner. Investasi di bidang e-banking ini memang cukup besar tetapi daya serap pasarnya juga sangat besar sekali apalagi masyarakat makin melek internet sebagai alat telekomunikasi paling handal saat ini.

Selain itu, service yang lain yang dapat ditawarkan adalah layanan paperless dimana seluruh tagihan nasabah baik kartu kredit dan debit dikirimkan melalui e-mail. Sungguh hal ini membantu perbankan dalam menurunkan operation cost khususnya biaya produksi dan delivery dokumen nasabah. Selain itu layanan paperless merupakan pendekatan terhadap kelestarian lingkungan yang secara langsung dapat menurunkan konsumsi kertas yang berasal dari hutan Indonesia (yang mana kondisinya dalam posisi terancam saat ini). Bayangkan saja, dari pengalaman bank BNI, melalui layanan e-billing dan billing two in one, Bank tersebut bisa menghemat biaya operasional Card Center minimal Rp.150 juta per bulan atau Rp.1,8 miliar per tahun.

Sungguh, era telekomunikasi canggih saat ini benar-benar membantu industri perbankan baik secara korporat maupun layanan kepada nasabahnya. Oleh sebab itu, revolusi teknologi IT harus tetap dipelihara secara optimal oleh industri operator melalui penguatan infrastruktur jaringan internet baik fiber optic, kabel tetap, wireless maupun komponen pendukungnya. Dengan demikian industri perbankan dan masyarakat tetap dapat menikmati telekomunikasi secara produktif dan sehat.

*) Penulis adalah Leonard Tiopan Panjaitan, Pegawai Bank BNI Kantor Besar Jakarta, No Hp: 081510008779, Telp Ktr: 5728787, 5729908, e-mail: leonardpanjaitan@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: