Bank Kok Belum Juga Melirik Industri Kreatif?

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengaku penasaran kenapa perbankan belum juga melirik industri kreatif. Padahal industri kreatif saat ini mulai menggeliat dan menjadi bisnis yang menjanjikan.

Hal tersebut dikatakannya di sela-sela acara pameran Virus K (kreatif) dan Pangan Nusa di JCC, Jakarta, Jumat (7/8/2009).

Berdasarkan data Departemen Perdagangan 2002-2008 kontribusi industri kreatif termasuk industri rumah tangga menyumbangkan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 7,8% atau Rp 139,8 triliun. Dalam cetak biru industri kreatif  2009-2025 pemerintah menargetkan kontribusi industri kreatif terhadap PDB mencapai 9%-11%.

“Saya penasaran mengenai ini (perbankan), saya rasa perlu ada pertemuan dengan Bank Indonesia, kalangan perbankan, ahli perbankan,” katanya.

Diakuinya, dalam merambah bisnis industri kreatif, perbankan selama ini masih ragu-ragu untuk mengucurkan kredit. Perlu ada penjelasan kepada perbankan untuk menjelaskan bisnis model ke 14 sektor di industri kreatif agar perbankan mengerti risiko dan peluangnya.

Ia menjelaskan selama ini perbankan lebih condong membiayai kredit sektor kreatif bidang kerajinan yang produk akhirnya dalam bentuk barang. Sedangkan untuk sektor-sektor  seperti musik atau film belum terlalu dilirik.

Hal ini terutama dialami oleh sektor perfilman yang relatif susah mendapat kucuran kredit karena produknya belum dijamin akan meledak (box office).

“Kalau musik memang relatif ada track record-nya, tetapi bagaimana dengan pemula?,” tanya Mari.

Dikatakan Mari, pada tahun 2009  ini Departemen Perdagangan  telah menyiapkan  Rp 50 miliar untuk industri kreatif. Hal serupa juga telah dianggarakan selama anggaran dua tahun lalu termasuk untuk pengembangan pilot project film animasi Kabayan.

Di tempat yang sama, Manager Bank BNI R. Gatot Surjatmodjo mengatakan selama ini pihaknya sudah cukup konsen dalam mengucurkan kredit untuk sektor industri kreatif. Bahkan sebanyak 14 sub sektor, telah ditangani kreditnya oleh BNI.

“Sebanyak Rp 71,6 miliar sampai Maret 2009, pembiayaan kita terhadap industri kreatif,” imbuh Gatot.

Dari total Rp 71,6 miliar tersebut, diantaranya diberikan untuk sektor kerajinan sebesar Rp 18 miliar, sektor fesyen Rp 9 miliar, film Rp 8,9 miliar, desain  Rp 8 miliar dan lain-lain.

Jum’at 07 Agustus 2009

Sumber:http://www.detikfinance.com/read/2009/08/07/173246/1179460/5/bank-kok-belum-juga-melirik-industri-kreatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: