Otomotif Merosot Tajam

Lambannya kenaikan harga hasil tambang, gas, minyak, dan berbagai produk hasil perkebunan di pasar dunia, serta lambannya realisasi proyek infrastruktur di Indonesia, berdampak serius terhadap daya serap pasar otomotif nasional.

Akibatnya, kata Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Yohannes Nangoi, Kamis (30/7) di Jakarta, pada semester pertama tahun 2009, pasar kendaraan niaga dan mobil penumpang merosot.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, pasar otomotif periode Januari-Juni 2009 hanya 210.246 unit atau turun 28,2 persen dibandingkan periode sama tahun 2008 yang mencapai 292.670 unit.

”Sektor yang paling terpukul di semester pertama ini adalah di segmen kendaraan yang mematok harga di kisaran Rp 200 juta lebih. Terbukti pasar sedan dan MPV (kendaraan serba guna) menengah turun masing-masing 55,5 persen dan 47,4 persen,” ungkap Yohannes Nangoi.

Sebagai gambaran, Januari-Juni 2008 penjualan sedan mencapai 20.059 unit, pada tahun 2009 hanya mampu terjual 8.927 unit. Adapun penjualan kendaraan MPV Medium pada Januari-Juni 2008 sebanyak 34.687 unit, sedangkan di periode yang sama tahun ini hanya 18.233 unit.

Satu-satunya yang mengalami pertumbuhan pasar adalah jenis MPV kecil (Daihatsu Xenia dan Gran Max, Toyota Avanza, Suzuki APV dan Carry, Gran Livina 1,5 liter, dan Mitsubishi T-120-SS). Segmen ini tumbuh 7,3 persen atau dari 76.140 unit menjadi 81.734 unit pada tahun 2009.

Belum pulih hingga 2010

Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata di Surabaya memperkirakan, penjualan mobil belum akan pulih hingga tahun 2010.

Pertumbuhan penjualan pada tahun 2009 sangat rendah dan tingkat kenaikan pasar rata-rata sama setiap tahunnya, yakni 10-15 persen.

Meskipun saat ini ada perbaikan target pasar dari target awal sebesar 420.000 unit menjadi 440.000 unit, tetapi sampai tahun 2010 belum akan pulih. Pertumbuhan penjualan mobil bisa kembali pulih seperti tahun 2008, diperkirakan baru terjadi pada tahun 2011.

Sementara itu, Astra International sebagai salah satu pemain besar otomotif nasional melalui keterangan tertulis melaporkan, kinerja perseroan pada semester I-2009 mengalami penurunan dibanding dengan periode yang sama tahun 2008.

Penghasilan bersih perseroan pada semester I-2009 yang berakhir 30 Juni 2009 mencapai Rp 44,8 triliun atau turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 46,3 triliun.

Laba usaha mengalami penurunan 11 persen, yaitu dari Rp 6,6 triliun menjadi Rp 5,9 triliun sehingga sepanjang semester I-2009 Astra membukukan laba bersih Rp 4,2 triliun, atau terkoreksi 11 persen.

Salah satu pemicu penurunan laba bersih itu adalah penurunan kinerja di sektor otomotif. Secara keseluruhan, bidang usaha otomotif dan jasa keuangan (tidak termasuk asosiasi dan jointly controlled entities) pada paruh pertama tahun 2009 menyumbang laba bersih sebesar Rp 1.977 triliun atau turun 11 persen.

Penjualan mobil Grup Astra yang terdiri dari enam merek (Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW, Peugeot) menurun 18 persen menjadi sekitar 121.000 unit. Penjualan sepeda motor nasional semester I-2009 turun 17 persen menjadi sekitar 2,5 juta unit. (oin/ast/rei)

Jakarta, Kompas – Jumat, 31 Juli 2009 | 04:14 WIB
Source:http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/31/04143194/otomotif.merosot.tajam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: