Jumlah Kartu Kredit Menyusut

PERBANKAN
Selama periode Januari-Februari 2009, kartu kredit tumbuh negatif. Ini berarti, lebih banyak kartu kredit yang ditutup ketimbang yang diterbitkan.

Data Bank Indonesia menunjukkan, kartu kredit yang beredar hingga akhir Februari 2009 sebanyak 11.552.233 kartu, menyusut dibandingkan dengan akhir Januari 2008 yang sebanyak 11.562.572 kartu. Sebelumnya, penurunan jumlah kartu kredit tidak pernah terjadi. Bahkan, sebelum krisis, penerbit cenderung bersaing menawarkan kartu kredit.

Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono, Senin (27/4) di Jakarta, menjelaskan, penyusutan kartu kredit terjadi karena masyarakat mulai mengerem konsumsi. ”Masyarakat mulai menyadari datangnya krisis sehingga lebih berhati-hati dalam mengonsumsi,” kata Tony

Sebaliknya, perusahaan penerbit kian selektif dalam menerbitkan kartu baru. Seiring terjadinya krisis keuangan global, penerbit khawatir gagal bayar kartu kredit akan meningkat.

”Saat krisis, kartu kredit merupakan segmen yang paling sensitif mengalami gagal bayar,” kata Tony.

Rasio kredit bermasalah kartu kredit turun dari 11,2 persen pada Januari 2009 menjadi 10,6 persen pada Februari 2009.

Program edukasi

Untuk mendorong masyarakat bijak menggunakan kartu pembayaran, termasuk kartu kredit, kelompok kerja edukasi masyarakat di bidang perbankan memulai kampanye edukasi kartu pembayaran tahun 2009.

Dalam peluncuran kampanye tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan, edukasi penting dilakukan agar masyarakat lebih memahami produk dan layanan perbankan.

Dengan cara itu, kata Muliaman D Hadad, diharapkan masyarakat lebih bijak dan tepat guna dalam menggunakan produk perbankan, khususnya kartu pembayaran.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah menyatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu menyerap berbagai inovasi produk bank dan menyebarkannya kepada masyarakat sebagai solusi.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) kemarin melaporkan kinerja triwulan I-2009. Posisi kredit BTPN per 31 Maret 2009 mencapai Rp 11 triliun, meningkat 31 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, dana pihak ketiga meningkat 42 persen menjadi Rp 13,9 triliun.

Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross turun dari 1,11 persen menjadi 0,78 persen, sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) BTPN mencapai 25,06 persen.

”Prospek perekonomian Indonesia dalam jangka menengah panjang sangat baik. Karena itu, tahun 2009 adalah saat yang tepat untuk berinvestasi, mengembangkan bisnis, dan membuka cabang,” kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng. (FAJ)

Jakarta, Kompas – Selasa, 28 April 2009 | 03:46 WIB

Source:http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/28/03461166/jumlah.kartu.kredit.menyusut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: