Terimbas Krisis, Volume Transaksi Kartu Kredit Menyusut

Krisis boleh jadi membuat masyarakat mengerem nafsu belanja. Salah satu indikatornya adalah penurunan tingkat pemakaian kartu kredit selama dua bulan pertama tahun ini. Penurunan terlihat dalam nilai nominal maupun jumlah transaksi.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, nilai belanja dengan kartu kredit selama Januari 2009 tercatat sebanyak Rp 9,4 triliun dengan jumlah transaksi 13.955.089. Kemudian, pada akhir Februari 2009, nilai belanja dengan kartu kredit turun menjadi Rp 8,78 triliun dengan volume transaksi 12.714.656 kali.

Dibandingkan nilai belanja pada akhir 2008 yang mencapai Rp 10,68 triliun, nilai belanja Januari dan Februari ini turun masing-masing 12,1 persen dan 17,8 persen.

Adapun volume transaksi turun masing-masing 9,8 persen dan 17,8 persen dari jumlah transaksi Desember 2008 sebanyak 15.468.883 kali.

Transaksi tarik tunai dengan kartu kredit juga mengalami penurunan, dari Rp 319,01 miliar pada Desember 2008 menjadi Rp 305,24 miliar pada Januari 2009 dan Rp 286,13 miliar pada Februari 2009. Penurunan ini seiring dengan jumlah transaksi tarik tunai pada periode yang sama yang turun dari 431.729 kali menjadi 425.245 kali dan 402.871 kali.

Namun, para bank penerbit kartu kredit tidak khawatir dengan penurunan tersebut. Beberapa bank justru berniat menggenjot pendapatan dari kartu kredit dengan menerbitkan varian baru kartu kredit.

“Penurunan transaksi di bulan Februari wajar mengingat hari kalender di bulan itu lebih sedikit daripada bulan lainnya,” kilah Rico Ushtavia, Country Marketing Head Citibank NA, pekan lalu.

Naik 35 persen

Rico mengklaim, bisnis kartu kredit Citibank hingga kini belum terganggu. “Nilai dan volume transaksi kami tetap paling tinggi,” ujarnya. Rico menghitung, Citibank menguasai 33 persen pangsa pasar kartu kredit.

Dari jumlah nasabah, Citibank hanya memiliki 1,5 juta nasabah, lebih rendah dari PT BCA Tbk yang mempunyai 1,9 juta nasabah. “Pertumbuhan jumlah kartu beredar tetap naik dari tahun ke tahun maupun dalam dua bulan ini. Kredit macet masih normal dan terkendali,” ujar Rico tanpa mengungkapkan rinciannya.

BCA yang juga pemain utama di kartu kredit mengaku tidak mengalami penurunan nilai dan volume transaksi dengan kartu kredit. Malah, sejak menggandeng jaringan hipermarket Carrefour, BCA mampu menerbitkan 880.000 kartu kredit baru.

Sekitar 300.000 di antaranya terbit selama dua bulan pertama 2009. Kini jumlah kartu kredit BCA mencapai 1,9 juta. “Transaksi naik 35 persen year on year di Desember 2008,” ujar Mira Wibowo, Chief Manager Marketing Kartu Kredit BCA.

Jadi, bisa ditarik kesimpulan, penurunan transaksi tidak atau belum dirasakan oleh para pemain utama. Dengan kata lain, kemungkinan besar banyak pemain menengah dan kecil yang menderita penurunan tersebut. Alhasil, secara agregat, data industri terlihat turun. (Dian Pitaloka Saraswati/ Kontan)

Source:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/04/13/07541168/terimbas.krisis.volume.transaksi.kartu.kredit.menyusut
Senin, 13 April 2009 | 07:54 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: