Pemimpin Orthodox menyarankan “persatuan dwirangkap” bagi Gereja Katolik Timur

Pemimpin Orthodox menyarankan “persatuan dwirangkap” bagi Gereja Katolik Timur

Diterjemahkan oleh Leonard T. Panjaitan

Konstantinopel, 19 Juni 2008 (CWNews.com) – Patriak Orthodox Konstantinopel telah menyokong usulan dari Kepala Gereja Katolik Ukraina terhadap sistem “persatuan dwirangkap (dual unity-Ing.)” dimana Gereja-gereja Katolik Bizantin dapat menjalin persatuan penuh baik dengan Konstantinopel maupun Roma.

Patriak Konstantinopel Bartolomeus I menyambut baik proposal tersebut dalam sebuah interview dengan majalah Cyril and Methodius, seperti yang dilaporkan oleh RISU. Pemimpin besar dunia Orthodox ini menyarankan bahwa pendekatan “persatuan dwirangkap” akan menghasilkan sesuatu yang berkaitan erat dengan situasi dunia Kristen pada millennium pertama, sebelum timbulnya perpecahan antara Roma dan Konstantinopel.

Kardinal Kiev Lubomyr Husar, seorang Uskup Agung Gereja Katolik Ukraina – yang merupakan Gereja terbesar dari Gereja-gereja Katolik Timur – telah menawarkan kemungkinan bahwa Umat Bizantin boleh menjalin persatuan dengan Kepatriakan Ekumenis tanpa harus memutus hubungan dengan Tahta Suci (Vatikan-red). Patriak Bartolomeus I menyatakan adanya kepentingan yang berbeda dalam usulan ini, dengan mengatakan bahwa “Gereja induk di Konstantinopel membuka pintu secara terbuka bagi kembalinya seluruh mantan putra-putriNya”.

Patriak Bartolomeus mengakui bahwa pemulihan persatuan akan membutuhkan studi dan perbedaan penting yang ada harus diatasi. Namun demikian, beliau mengamati bahwa langkah besar telah diambil untuk mengatasi perbedaan tersebut – khususnya adalah pencabutan dekrit ekskomunikasi yang dikeluarkan baik oleh Roma maupun Konstantinopel terhadap satu sama lain pada tahun 1054.

Pada saat teolog Katolik dan Orthodox melanjutkan usaha-usaha mereka untuk mencapai kesepakatan terhadap masalah doktrinal, Patriak Bartolomeus berkata, “orang-orang di akar rumput harus bersama-sama kembali lagi”. Dia menunjuk kepada ide “persatuan dwirangkap” sebagai langkah ke depan yang mungkin dicapai dalam hal praktek persatuan ini.

Kardinal Husar, Pemimpin Gereja Katolik Ukraina, telah mengusulkan di masa lalu bahwa Gereja Orthodox (alur utama-red) dan Gereja Katolik Bizantin Ukraina harus bersatu di bawah satu kepemimpinan kepatriakan. Usulan provokatif ini secara khusus menarik perhatian dengan dua alasan, yakni :

Pertama, Umat Katolik Bizantin di Ukraina bergumul selama bertahun-tahun – khususnya sejak bangkitnya Gereja dari bayangan represi Komunis – bahwa Gereja Katolik Ukraina seharusnya memiliki sebuah status kepatriakan. Baik Paus Yohanes Paulus II maupun Paus Benediktus XVI telah menyatakan simpati terhadap usulan tersebut. Gereja Katolik Ukraina degan ritus Bizantin-nya secara substansial berjumlah lebih besar dibandingkan dengan gereja-gereja Katolik lainnya yang telah memiliki kepatriakan, termasuk Gereja Maronit, Kaldea, Syria, Armenia dan gereja-gereja Katolik Koptik. Namun demikian, Kiev bukanlah tahta patriakal secara historis seperti halnya Antiokia atau Alexandria. Dan pengakuan akan adanya kepatriakan Katolik Ukraina ini akan membuat provokasi dengan Gereja Orthodox Rusia, selama ini sering mengeluh tentang aktivitas Gereja Katolik Bizantin di Ukraina.

Kedua, Gereja Orthodox di Ukraina (alur utama-red) ternyata terpecah-belah, dengan adanya tiga kelompok kepatriakan yang saling bertikai demi mencari pengakuan dari umat beriman Bizantin, yakni sbb :

1. Kelompok pertama, Gereja Orthodox Ukraina – dengan Kepatriakan Kiev dipimpin oleh Patriak Filaret, yang pernah diakui oleh Moskow tetapi akhirnya pecah dengan Gereja Orthodox Rusia setelah Ukraina meraih kemerdekaan negaranya.

2. Kelompok kedua , Gereja Orthodox Ukraina – dengan Kepatriakan Moskow dimana kelompok ini tetap mempertahankan ikatan dengan Orthodoksi Rusia.

3. Kelompok ketiga, Gereja Orthodox Autokepalus Ukraina (otonom-red), jumlah umatnya lebih kecil dibandingan dengan dua kelompok di atas, namun sering berdampingan dengan Kepatriakan Kiev untuk membentuk sebuah kepatriakan yang tunggal, dimana mereka berusaha menyatukan diri dengan Gereja Orthodox Ukraina yang independen dari pengaruh Moskow.

Sumber : http://ourunity.blogspot.com/2008/10/pemimpin-orthodox-menyarankan-persatuan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: