KITAB WAHYU – SIAPAKAH PARA MARTIR, PERAWAN DAN YANG LAIN ?

PARA MARTIR, PARA PERAWAN, DAN YANG LAIN-LAIN

Tetapi ada masih banyak lagi pemeran-pemeran di dalam Wahyu selain binatang-binatang dan para malaikat yang mengagumkan. Dalam kenyataannya, kebanyakan pemeran itu adalah manusia-manusia biasa – ratusan, ribuan bahkan jutaan umat Kristen biasa. Mulanya kita lihat 144.000 dari kedua belas suku Israel (12.000 dari setiap suku), sisa yang menerima perlindungan Allah (“Tanda-Nya”), melarikan diri ke pe­gungungan waktu penghancuran Yerusalem. Lalu Yohanes menggambarkan suatu kumpulan besar yang tak terbilang banyaknya “dari setiap bangsa” (Why 7:9). Setelah dua milenium menganut kepercayaan yang inklusif, dewasa ini kita tidak dapat menerima hal yang mengejutkan dari penglihatan tentang bangsa Israel yang menyembah Allah bersama-sama kaum kafir, dan manusia bersama-sama para malaikat. Dalam pikiran para pembaca perdana tulisan Yohanes, ini merupakan kategori yang jelas tidak termasuk. Di samping itu, di dalam surga, semua penyembah yang tak terbilang banyaknya ini beribadat di tempat “Yang Kudus di antara para Kudus”, di mana sebelumnya tak seorang pun selain Imam Agung yang diizinkan masuk. Umat Perjanjian Baru boleh menyembah Allah bertatap muka dengan muka.

Selain itu siapa lagi yang ada di sana? Di bab 6, kita me­nemukan para martir, yang dibunuh karena kesaksian mereka atas iman mereka. “Aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki“ (Why 6:9). Mengapa mereka berada di bawah altar? Apa yang biasanya terdapat di bawah altar Bait Allah duniawi ? Saat para imam dalam Perjanjian Lama mempersembahkan kurban persembahan, darah kurban dikumpulkan di bawah altar. Sebagai kaum imami, mereka (dan kita) mempersembahkan hidup kita di dunia ini, altar yang benar, sebagai persembahan kepada Tuhan. Maka saat itu, persembahan yang sejati bukanlah hewan; melainkan setiap orang kudus yang memberi kesaksian (dalam bahasa Yunani, martyria) akan kesetiaan Allah. Persembahan kita – darah para martir ­berteriak memanggil Allah untuk dibenarkan. Betapa jelas dari Kenyataan bahwa, sejak dahulu kala, Gereja telah menempatkan relikui para martir, tulang-tulang dan abunya, di dalam altarnya. Sebelumnya, kita telah menyebutkan bahwa para tua-tua (presbyteroi) memuji-muji di istana Allah. Benar, di surganya Kitab Wahyu, orang-orang ini berpakaian persis seperti imam­-imam bangsa Israel saat ibadah di Bait Allah Yerusalem.

Dalam Kitab Wahyu (14:4), kita juga menemukan banyak lelaki dikuduskan bagi hidup selibat. Ini adalah penyimpangan lain di dunia kuno, yang hampir tidak pernah diketemukan dalam kebudayaan bangsa Israel atau kebudayaan bangsa kafir, seperti juga tidak biasa dalam Kekristenan Barat sejak Reformasi Protestan. Tetapi Yohanes menyebutkan para selibat ini sebagai tentara yang memiliki kebenaran, yang kemungkinan besar adalah yang dikehendaki Allah (lihat 1 Kor 6-7).

Sumber : The Lamb’s Supper – The Mass as Heaven On Earth, Oleh Scott Walker Hahn, 1999, Terj. Indonesia : Perjamuan Anak Domba – Perayaan Ekaristi, Surga Di Atas Bumi, Penerbit Dioma, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: