Penegasan Kembali Kesesatan Kristen Tauhid Ala Frans Donald

KESESATAN KRISTEN TAUHID ALA FRANS DONALD

Membaca buku berjudul “ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQUR’AN” yang dikarang oleh Sdr. Frans Donald adalah sesuatu yang menarik untuk dicermati. Polemik perdebatan seputar tiga agama Samawi (Yahudi – Kristen – Islam) bukanlah hal yang baru tetapi telah berlangsung berabad-abad

Terlepas dari itu semua saya menilai wajar bila ada keyakinan lain yang menolak kenabian maupun ke-tu(h)anan Yesus. Tetapi sebagai umat Kristen kita perlu juga meyakini apa yang kita yakini dan kitapun boleh mengekspresikan iman kita tanpa mendeskreditkan keyakinan orang lain. Yang menjadi pertanyaan apakah etis bila orang yang menyebut dirinya Kristen justri mencela dan mendeskreditkan imannya sendiri agar diterima oleh keyakinan yang lain, saya pikir itu tidak etis. Saya tidak akan membahas keyakinan Yahudi maupun keyakinan Islam, apakah Allah orang Yahudi, Kristen dan Islam sama atau berbeda? tetapi saya akan membahas keyakinan Kristen yang dianggap sesat oleh Sdr. Frans Donald.

Menurut Sdr. Frans Donald bahwa doktrin Trinitas dimulai dari abad IV pada Konsili Gereja Roma Katolik di Nicea tahun 325 M dan Konstantinopel pada tahun 381 M atas otoritas Kaisar Constantine. Jelas sekali Sdr. Frans Donald tidak menguasai sejarah atau paling tidak orang yang tidak ingin memahami dan mendalami sejarah dan Logika berpikir, pertama tidak ada Konsili Gereja Roma Katolik sampai dengan tahun 1054 M. Konsili yang ada sebelum tahun 1054 M adalah Konsili Gereja Katolik dalam pengertian Gereja Semesta. Konsili pada tahun 325 M dihadiri oleh 4 patriarkh (Yerusalem, Antiokia, Alexandria, Roma) –minus konstantinopel karena belum ada –yang dihadiri oleh 318 Uskup dari Gereja Semesta. Konsili Nicea tahun 325 M diadakan untuk membentung ajaran Arianisme.

Konsili Nicea tahun 325 M tidak membuat doktrin baru, tetapi menegaskan dam membukukan dokrin yang telah ada. Bayangkan 318 Uskup Gereja Semesta pasti akan menolak dan siap mati bila diadakannya Konsili Nicea untuk membuat doktrin baru walaupun semisalnya Kaisar Constantine mengerahkan seluruh pasukannya dengan pedang terhunus untuk menekan para Uskup Gereja Semesta agar doktrin baru segera dibuat. Bukankah dalan sejarah Kristen mencatat bahwa kemartiran adalah hal yang sangat ditunggu dan didambakan oleh para umat Kristen, bukankah umat Kristen pada memilih untuk mati daripada menyangkal imannya?

Sedikitnya ada dua bida’ah/heresy yang meniadakan keilahian Yesus pada masa kekristenan awal sampai abad ke IV, yang diwakili oleh bida’ah Ebionites dan Arianisme.

Kelompok Ebionites mengajarkan bahwa ”Sifat Ilahi Kristus tidak asli atau dengan perkataan lain bahwa Kristus itu tidak memiliki sifat Ketuhanan yang sejati.” Lainnya lagi menurutnya, Yesus tidak memiliki praeksistensi; ia tidak dilahirkan dari seorang perawan; ia tidak bersifat ilahi; ia adalah manusia istimewa dan saleh yang telah Allah pilih dan tempatkan dalam hubungan istimewa denganNya. Jelas pandangan ini ditolak oleh Gereja dan para Bapa Gereja, dalam Alkitabpun paham itu tidak mempunyai dasar.

Kelompok ini juga menekankan bahwa “untuk mengikut Yesus orang harus menjadi Yahudi, hal itu artinya harus mengikuti hukum Yahudi yang diberikan Nabi Musa, termasuk hukum tentang sunat dan makanan yang halal serta wajib mengikuti Sabat dan festival orang Yahudi karena Yesus adalah orang Yahudi.

Kelompok Arianisme diperkenalkan oleh Arius, seorang imam/presbiter dari Alexandria, Mesir. Dalam ajarannya Arius mengatakan “Yesus bukanlah Allah sejati. Yesus adalah makhluk ciptaan Allah Bapa. Pernah ada waktu dimana Yesus belum atau tidak ada. Allah yang sejati adalah hanya Bapa sementara Yesus adalah Allah yang lebih kecil dari Allah Bapa

Pertanyaan yang timbul untuk Arius adalah “Jika Yesus (Firman Allah) itu diciptakan oleh Bapa, maka dengan apakah Sang Bapa menciptakan Firman Allah? Jika jawabannya adalah dengan FirmanNya Sang Bapa, maka pertanyaannya lagi adalah dengan Firman yang mana lagi Sang Bapa menciptakan Firman Allah ini?

St. Tertulian thn 220 agak menaruh curiga dengan filsafat Yunani yang dituduhnya sebagai biang keladi menyusupnya pola-pola pikir orang kafir kedalam Gereja walaupun filsafat banyak menolong Gereja dalam merasionalisasikan penjelasan iman kepada masyarakat non Yahudi. kekhawatiran bahwa Kekristenan akan tenggelam dalam lautan Helenisme itu dengan munculnya bida’ah/heresy ARIUS yang dipengaruhi oleh filsafat NEO PLATONISME, yakni “DEMIURGE” atau Makhluk Perantara.

KEILAHIAN YESUS

Untuk membahas kedua bida’ah ini lihatlah St. Yohanes dalam Injilnya menyebutkan : “Aku dan Bapa adalah satu”(Yoh 10:30), “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14:9), “Anak yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang mengatakanNya,” (Yoh 1:18) Anak yang ada dipangkuan Bapa jangan diasumsikan seperti seorang ayah yang memangku anaknya, tetapi pengertiannya adalah antara Anak (Sang Firman) dan Bapa saling mendiami/mengisi, maka Aku dan Bapa adalah satu dan yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa

Pemahaman Gereja Timur dilatarbelakangi oleh TARGUM mengenai MEMRA/DAVAR/LOGOS (FIRMAN ALLAH) yang satu dengan Allah, yang olehnya segala sesuatu diciptakan Yoh 1:1-3 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Karena bersama Sang Bapa itulah, maka Firman itu satu Dzat hakekat dengan Sang Bapa maka Firman (Yesus) itu tidak diciptakan oleh Bapa.

Yesus adalah Terang

….Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.” (I Yoh 1:5)

“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”( Yoh 8:12)

Allah adalah terang dan Yesus adalah Terang dunia, apa maksudnya? Bukankah itu mengartikan bahwa Yesus adalah Terang dan Terang itu adalah Allah? Ini menunjukan bahwa Yesus dalam kedudukanNya sebagai Firman Allah memiliki esensi yang sama dengan Bapa, maka apa yang dimiliki Sang Bapa itu juga menjadi milikNya (Yoh 17:10), termasuk keberadaanNya sebagai Terang itu sendiri. Yang ditegaskan oleh St. Yohanes ini adalah bahwa Allah itu terang, dan bahwa terang Allah ini bukan terang yang diciptakan (Created Light), melainkan terang ilahi yang tidak terciptakan (Uncreated Light)

Makna אור (baca or, arti terang) dalam mistik Yahudi selalu dikaitkan dengan Mesias yang akan datang, makna ini juga menunjukk pada praekstistensi dari Mesias. Dalam rahasia bilangan (Gematria) mistik Yahudi kata or terdiri dari alef, vav, resh yang bila dikonversi menjadi bilangan akan terbentuk 1+6+200 = 207, kata רז (baca raz, arti misteri) berbentuk 200+7 = 207, kata אינסופ (baca ein soph, arti tidak berkesudahan berbentuk ein 1+10+50, soph 60+6+80 = 207, kata אדזנעולמ (baca Adon ha ‘olam, arti Tuhan semesta alam) berbentuk adon 1+4+6+50, ha olam 70+6+30+40 = 207. Jadi makna Mesias dalam mistik yahudi erati terang yang benar, mahkota, misteri keilahian, dan Tuhan semesta alam yang tidak berkesudahan. Dalam doa sehari-hari umat Yahudi dalam bahasa Indonesia “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allah yang kami sembah, Raja semesta alam, yang menciptakan segala sesuatu melalui FirmanNya” bandingkan dengan Mazmur 36:10; Yesaya 60:1. Jadi dalam kerangka pemikiran itulah St. Yohanes menulis dalam kitabnya

Apakah Yesus tidak pernah mengatakan diri sebagai Allah dalam Kitab Suci?

Tetragramatondari 4 huruf YHWH (יהוה) (Yod, He, Vav, He) diterjemahkan kedalam bahasa Yunani oleh para Sarjana Yahudi dalam Kitab Perjanjian Lama Septuaginta hada abad 2 sM menjadi EGO EIMI HO ON (Kel 3:13-15). St. Yohanes, murid terkasih dari Yesus Kristus menyandangkan banyak kata EGO EIMI (Yoh 6:35; 8:24; 8:28; 8:58) dan HO ON (Wahyu 1:8) kepada Yesus Kristus, bandingkan Yesaya 43:10)

Percakapan antara Yesus dengan pemuka Agama Yahudi dalam Yohanes 8:48-59 membuat pemuka-pemuka Agama Yahudi marah dan ingin melempari bahkan membunuh Yesus dengan batu. Mengapa? Karena EGO EIMI yang dipahami oleh pemuka-pemuka agama Yahudi adalah eksistensi kekekalan YHWH yang dipakai Yesus untuk menunjukan kekekalanNya (ay 58). YHWH (Ehyeh Asyer Ehyeh) dimaknai oleh spiritual Yahudi sebagai EKSISTENSI (keberadaan) YHWH yang selalu ADA baik DAHULU, SEKARANG dan AKAN DATANG. Doa Adon Ha ’Olam dalam siddur umat Yahudi mengenai nama YHWH berbunyi “We Hu Hayah, We Hu Howeh, We Hu Yihyeh Letif ‘arah yang artinya Ïa yang SUDAH ADA, Ia yang ADA, Ia yang AKAN ADA, kekuasaanNya kekal sampai selama-lamanya”. Bila siddur umat Yahudi diterjemahkan kedalam bahasa Yunani akan berbunyi HO ON kai HO EN kai HO ENKHOMENOS, HO PANTOKRATOR. (Wahyu 1:8b) atau EGO EIMI to ALPHA kai to OMEGA (Wahyu 1:8ª) yang artinya “AKU adalah yang PERTAMA DAN TERAKHIR”

Keyakinan St. Paulus tentang Yesus

Sdr. Frans Donald mengklaim bahwa Allah Bapa dan Yesus merupakan pribadi yang berbeda bahwa Yesus memiliki Allah yang Dia sembah yaitu Allah Bapa dengan rujukan surat-surat St. Paulus yang adalah keyakinan St. Paulus tentang Allah dan Yesus. Tetapi Apakah itu benar? Lihatlah paling tidak tiga ayat dari Surat Paulus:

I Korintus 1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

I Korintus 2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. (bdn רז (baca raz, arti misteri/rahasia)

I Tesalonika 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi — dan memang sungguh-sungguh demikian — sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

St. Paulus dalam latar belakang kehidupannya yang kita ketahui melalui Kitab Suci, sebagai orang Yahudi pasti telah mengetahui Kitab-kitab Qum’ran dan pasti sangat mengetahui adat-istiadat Yahudi dan keyakinan mistik Yahudi.

Tiga ayat diatas sangat pararel dengan gulungan kitab Qum’ran yang berbunyi “Engkau telah menciptakan semua ini, dan dengan Hikmat rencanaMu Engkau telah mempersiapkan hukum-hukum sebelum alam semesta ada. Oleh SabdaMu semuanya telah ada, dan tanpa Engkau tidak ada sesuatu yang ada sari segala yang telah dijadikan.”(Hodayot/1 QH 1,19)

“Segala yang ada dan akan datang berasal dari Ilmu Allah. Sebelum semuanya itu ada Ia telah menentukan dengan rencanaNya (1QS III:15-16)

Dalam bahasa Ibrani Davar (Sabda) dikenal juga sebagai Hokmah (hikmat) dan da’at Elohim (Ilmu Allah).

Jadi pemahaman St. Paulus tidak seperti apa yang dipahami oleh Sdr. Frans Donald. Pemahaman St. Paulus juga sama bahwa sebagai Hikmat / Ilmu Allah, Firman adalah melekat dengan Allah itu sendiri.

Memang banyak orang yang salah mengartikan bahwa Allah Bapa itu bernama Yesus. Padahal Bapa tetaplah Bapa. Yesus adalah nama manusia yang diberikan Bapa kepada FirmanNya. Dalam Kitab Suci banyak orang yang memakai nama Yesus (Yehoshua) seperti Yosua, Yesus yang disebut Barabas. Seorang petinju juga ada yang bernama Yesus. Pengertian bahwa Yesus adalah Allah berarti Ia adalah sang Sabda Allah itu sendiri yang melekat dan tidak dapat dipisahkan. Jadi Yesus bukanlah Bapa tetapi eksistensi (keberadaan) nya tidak dapat dipisahkan dari Bapa karena Yesus itu tidak diciptakan. Allah bukanlah Allah bila tidak memiliki Firman/Sabda. Allah akan menjadi seperti halnya patung Dewa-Dewi bangsa Romawi dan Yunani yang hanya disembah dan dimuliakan tetapi tidak pernah bersabda atau tidak pernah memiliki FIRMAN.

Pengakuan Iman Nikea POINT 2 “Dan pada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang, Allah sejati yang keluar dari Allah sejati, yang diperanakan bukan diciptakan, satu dzat hakekat dengan Sang Bapa, yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.” Tidak bertentangan dengan keyakinan Kristen yang benar sangat ALKITABIAH.

Adalah perbuatan syrik dan musryk bila mempesekutukan Allah dengan MakhlukNya dalam karya penciptaan dan penyelamatan. Bukankah Allah menjadi tidak mempunyai KUASA.

Dengan begitu sepertinya iman yang dimiliki oleh Sdr. Frans Donald adalah mungkin iman yang terpengaruh paham NEO PLATONISME yang berbentuk ARIANISME, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama SAKSI YEHOVA atau mungkin bentuk EBIONIT. Untuk saudara-saudara yang membaca tulisan ini janganlah terpancing dengan iman ARIANISME atau mungkin bentuk EBIONIT. Untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi landasan iman dari Sdr. Fans Donald postingan akan terus berlanjut dengan menjelasan mengenai Roh Kudus, Tinitas, dan Sabat,

GBU

Yudi Andreas

14 Tanggapan

  1. Tulisan Anda trll byk celah pertanyaan yg prnh dtnykn pd seorg kardinal yg akhrny klwr dr kekristenan krn g da yg bs jwb. Silakn pkr sndri n tlg pke logika brpkr yg sbnr2ny atas tnggapan saya ni.

    Jesus Bless U in the Name of GOD

  2. Saya telah bersaksi dan ingin bersaksi juga di forum ini. Saya berkata/menulis ini bersaksi di hadapan Tuhan juga saudara-saudaraku di dalam Kristus. Saya bukan satu dari mereka yang menyebut dirinya Saksi Yehuwa dalam artian dari keorganisasian mereka, saya tidak mahu dan tidak ingin pernah menjadi salah satu dari mereka dan sebaiknya tetap demikian. Saya seorang penganut Kristen atau lebih tepatnya Pengikut Yesus Kristus, bahwa saya menolak ajaran atau paham trinitas dan menyebut hal itu ajaran yang berlebihan dan kurang pantas, pembutaan tentang maksud Allah di dalam Kristus. Bahkan hal ajaran trinitas bisa saya katakan sesat, saya tidak mengatakan Allah atau Yesus atau Roh Kudus atau seseorang adalah sesat tetapi menolak dengan tegas mengimani dan memahami ketiga_Nya sebagai Allah dan Pribadi-pribadi yang setara. Allah adalah Allah yang satu mencoba menafsirkan Allah dengan rupa-rupa yang demikian tidak pernah diajarkan Kristus dan hal itu adalah sesuatu yang tidak sungguh manusia ketahui tetapi kamu telah mengajarkannya juga demikian, yang demikian itu adalah melampaui batas. Pahamilah maksud ALLAH di dalam Kristus yang baik, sederhana dan to the point, yaitu supaya manusia memfotocopy kehidupan Yesus atau bijaknya meneladani Beliau. Nah, kehidupan seperti itulah yang berkenan di hadapan Allah bukannya mereka-reka pribadi Allah dan mengajarkan tafsiran beresiko kena kutuk tentang Allah apalagi main comot kutipan-kutipan Ayat. Jika kita mengimani Allah itu satu dan gak pake “triple-triple-an” dan nyatalah sungguh bahwa Allah memang dalam rupa yang tiga itu lalu apakah kita berdosa? Tetapi jika anda mengimani/mengajarkan hal Allah trinitas yang tidak pernah disebutkan di dalam Injil Kristus itu dan kemudian nyatalah bahwa sungguh Allah itu satu saja dan Ia Pencipta Yesus dan Roh Kudus dan semuanya bukankah anda semua akan dimintai pertanggungjawaban? Maksud Allah di dalam Kristus itu adalah tentang keselamatan yaitu jika kita percaya dalam artian kita melakukan seperti apa yang dilakukan Yesus dan bukan yang lain-lain. Allah di dalam karya penyelamatanNya tidak meminta kita mengimaniNYA dengan rupa-rupa doktrin akan tetapi supaya kita meneladani kehidupan Kristus dan Sabda-sabdaNya. Simpelnya Allah menurunkan Yesus Krstus ke Dunia supaya setiap orang yang percaya kepadaNya mencontoh bagaimana cara hidup seorang Kristus supaya kita mengalahkan dosa dan masuk Surga juga seperti Yesus masuk Surga. Just trying to be like Jesus and everythings gone be right. Tinggalkan tafsir-tafsir trinitas tentang Allah, rupa sosokNya bukanlah urusan kita, sungguh manusia tidak mengetahui apa-apa. Batasi tafsir comot-comot Ayat, jadilah Yesus2 kecil di hadapan Allah. Sidauruk. Gbu

  3. Baiknya lah saya juga mengatakan kepada saudara-saudaraku hal ini bahwa Yesus adalah jalan satu-satunya kepada Bapa, Dia-lah perkataan dan Dia-lah perbuatan Surgawi itu yaitu yang dikenan di hadapan Allah supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA melakukan juga teladanNya. Tidak ada yang dapat disematkan/ditaruh kepada Yesus jika Allah tidak menghendakinya. Inilah urutan “hidup” Kristus itu yang harus diteladani:> jika Yusuf dan Maria selaku orang tua mempersembahkan korban bagi Allah yaitu dua ekor anak burung merpati berkenaan dengan anak yang sulung maka hendaknya kita juga, Yesus disunat pada hari yang kedelapan maka hendaknya lah kita juga, Yesus menerima baptisan maka hendaknya lah kita juga, Yesus melakukan puasa maka hendaklah kita juga (meskipun tidak harus sama), Yesus berdoa dan meminta hanya kepada Bapa maka hendaknya lah kita juga, Yesus memberitakan Firman Allah dengan giat di mana-mana maka hendaknya lah kita juga, Yesus menolong dan mengasihi orang miskin, orang lemah dan orang sakit maka hendaknya lah kita juga, Yesus setia menunaikan perintah Bapa meskipun harus mati karenanya maka hendaknya lah kita juga. Dan tentang yang lain-lain berkenaan dengan yang Yesus tidak jalani karena kekudusanNYA misalnya tentang perkawinan Yesus telah menyabdakan kepada kita bahwa perkawinan itu baik. Yesus tidak meniadakan Hukum Taurat tetapi meluruskan beberapa Hukum Taurat supaya kita juga tetap memperhatikannya. Nah, ini lah keselamatan itu tiada yang lain, jangan memikirkan Allah dengan rupa-rupa pemahaman. Ide Allah tentang keselamatan bukanlah mengetahui rupa-rupa yang “trinitas” itu, hal itu bukanlah urusan manusia sebab jika kita mengimani Allah itu satu saja maka kita sudah tepat meskipun kelak di Surga kita mengetahui juga bahwa Allah itu “triple”, kita tidak akan berdosa karena iman kita itu. Jikalau kita berbuat demikian kita telah menempatkan diri kita dalam posisi yang aman. Gbu

  4. Hal “memfotocopy” Kristus itu tersembunyi bagi banyak orang. Sungguh nyatalah bahwa Kerajaan Sorga itu tidak “terlihat” bagi mereka Orang-orang pandai, Kaya, Bangsawan terhormat, Ahli-ahli Kitab atau Imam-imam tetapi Ia membukakannya bagi orang-orang polos, orang-orang kecil, orang-orang yang hanya bisa meniru seperti anak-anak. Allah memilih Yusuf dan Maria sebagai orangtua, orang yang disebut berbahagia karena Yesus sedangkan mereka tukang kayu saja dan bukan Imam-imam, bukan Ahli Taurat, bukan Raja dan bukan juga di Yerusalem tetapi di desa kecil di Betlehem di kandang domba. Kebanyakan dari kita telah menjadi buta karena hikmat, karena rupa-rupa Dunia padahal kita hanya perlu meniru saja, sesuatu yang sederhana tetapi manusia telah menjadi sibuk dengan fikiran-fikirannya yang disangkanya benar. ALLAH_ku yang baik. Gbu

  5. Jika saudara membaca tulisan ini janganlah saudara berfikir sesiapakah orang telah menuliskannya, anggaplah saya seorang penyesat jika anda menginginkannya demikian, akan tetapi jika seseorang telah menjadi sesat karena mencoba meniru hidup seorang Kristus maka tidak mungkin ada hidup lain yang patut manusia teladani supaya memperoleh Surga. Tentang hal ajaran trinitas itu ini lah jawaban saya:> Saya terlalu bodoh untuk dapat memahami trinitas, saya takut salah sebab Bapa saya Yesus tidak mengajarkan apa-apa tentang hal itu dan itu berarti saya tidak perlu mengurusi sampai sejauh itu, lagi pula itu bukan maksud Allah tentang keselamatan saya cuma “bisa” MEMFOTOCOPY HIDUP KRISTUS BAPA SAYA. Saya berdoa dan minta HANYA kepada Allah yang satu sama seperti Bapa saya Yesus berdoa dan meminta hanya kepada Allah yang satu. Seorang murid yang baik akan tepat seperti gurunya, seorang anak yang baik menjiplak apa yang ada pada bapanya, aku ingin memikul salibku sama seperti Bapa_ku memikul salibNYA. Aku dan anak-anakku ingin menjadi Yesus2 kecil dihadapan Allah. Gbu

  6. Puji Tuhan, sudah banyak orang yang ingin bicara jujur tentang ketuhanan. kemaren aku membahas dengan seorang pendeta. bahwa Yesus bukanlah Allah yg sejati. Allah yang benar adalah YHWH yg diperkenalkan Yesus kepada kita dengan sebutan Bapa, karena Dia lah Bapa dari segala yang ada. Roh kudus adalah suatu roh, sumber kekuatan, berkat, penghibur dan kasih dari Allah yang diperuntukkan bagi umatNya. Trinitas tidak ada dalam alkitab. Yesus mengajarkan Allah itu esa buka tiga.
    saat Yesus dibabptis, suara siapakah yang mengatakan: Inilah anakKu, kepadanyalah Aku berkenan?
    saat Yesus berdoa, kepada siapakah ia berdoa?
    saat Yesus ditiang salib, Eli eli lamasabahtani ditujukan kepada siapa?
    saat Yesus mati, siapa yang membangkitkan dia?
    banyak pertanyaan yang jawabannya jelas sekali bahwa Yesus bukanlah YHWH dan pencipta seluruh yang ada didunia ini adalah YHWH, Allah yang sejati. bacalah dan dan buanglah segala doktin duniawi, kau akan mengerti.Gbu

  7. Yang sesat tetaplah tersesat.

  8. “Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.” (Yer 24:7)

    Tak Kenal Maka Tak Sayang…

    Hayooooooo Tanya Pada Diri Sendiri, Siapa Yang Sudah Diberi dan Siapa Yang Belum ???

  9. Teman-teman,

    Saya seorang Katolik & juga sudah membaca buku2 karangan Frans Donald..

    Harap jangan berburuk sangka, pemikiran dari Frans Donald adalah anjuran supaya kita mengimani Yesus berdasarkan Alkitab (Alkitabiah) tapi menolak Dogma Trinitas yg merupakan kredo dari Konsili Nicea (dimana Trinitas dirumuskan bahwa Yesus = Allah Sejati, bahwa Yesus tidak diciptakan dll.) yang tidak Alkitabiah/berdasar Alkitab.

    Jadi, dalam konteks ke-iman-an Kristen, Unitarian ini masih sesuai dengan Syahadat (Pengakuan Iman) kita yaitu : ..dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang Tunggal, Tuhan Kita, yang dikandung dari Roh kudus dilahirkan oleh Perawan Maria..

    Ada beberapa poin yang mungkin perlu untuk kita renungkan bersama :
    1. Yesus adalah Tuhan, sehakekat dengan Bapa/sama2 ilahi =>
    [Yoh. 8:23] Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
    2. Yesus # Allah Bapa =>
    [Yoh 17:3] Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
    3. Yesus diciptakan & disebut Sulung =>
    [Amsal 8:22] TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

    Konsili Nicea ini berlangsung pd tahun 325M (Abad 4 M), lalu bagaimana dengan Pengakuan Iman Para Rasul yang hidup pada awal ke-Kristen-an (abad 1 M) ? ==>
    [1 Korintus 8:6] namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
    [Ibrani 1:1-…] lengkap

    Pada akhirnya, apapun pemahaman (Iman) kita tentang Yesus tetap ada 1 alasan yang pasti mengapa kita mengimaninya/memilih Kristen :
    [Yohanes 14:6] Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
    [Yohanes 10:1-…] lengkap tentang “Gembala Yang Baik”

    Amin,

    Damai Sejahtera beserta kita semua !

  10. Dari semua yang diperdebatkan disini, cuma bisa bilang.. “JADILAH MENURUT SESUAI DENGAN IMANMU”

    Mau debat kaya gimana,mau berteologi kaya gimana..tetap yang nama-Nya Yesus Kristus itu Tuhan Pencipta Langit dan Bumi Beserta segala isinya..

    Saat Yesus bertanya kepada Petrus mengenai diri-Nya, Petrus menjawab dengan iman, Engkaulah Mesias (Kristus) yang diutus. Lalu Yesus menjawab kepada Petrus, “Jadilah menurut iman-mu”

    Dia TUHAN, Dia juga adalah Allah. Kita hanya manusia,apa hak kita untuk membatasi kuasa Allah????
    Kalau Allah sendiri berfirman bahwa yang akan jadi anaknya seekor babi, mau bilang apa?mau menolak dan berkata tidak mungkin????
    Siapa kita manusia berani mendikte apa yang mungkin atau tidak mungkin untuk dilakukan oleh pencipta langit dan bumi ini???

    Marilah kita sadar diri, bahwa hari makin hari semua semakin sukar. Setiap hari yang kita lewati itu menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan itu semakin dekat??tak ada kah yang menyadari hal ini??
    Memang benar kita semua nanti pada waktunya akan pergi meninggalkan dunia fana ini.
    Namun pertanyaan nya, apakah kita termasuk dalam golongan yang akan duduk dalam Kerajaan Surga?atau kita akan termasuk dalam golongan yang akan masuk dalam kerajaan Neraka??

    Silakan dipilih,

    Karena penting untuk diingat, pada saat kita meninggal, tidak akan ditanyakan berapa banyak debat yang kau menangkan?dari aliran teologi apa?dari aliran gereja apa?agamamu apa??tapi yang akan ditanyakan. BERAPA BANYAK MAHKOTA KITA???

    Thank you and best Regards.
    Be Blessed.

  11. Setuju..

    itulah “point” (Jadilah, menurut Iman-mu) ==> kenapa sebaiknya kita “back to bible” saja daripada ke dogma/konsep Trinitas

    ibaratnya kalo bible itu adalah UUD sementara dogma Trinitas itu adalah GBHN ; maka apabila GBHN-nya melenceng sebaiknya kita kembali ke UUD (yang lebih tinggi).

    hanya ingin bermaksud “kritis” (seperti yg diamanatkan oleh Amsal 1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” ==> hikmah)

    contoh :
    jika secara konsep ada “kesetaraan” lalu mengapa di bible ada ayat sbb. :

    [Ibrani 1:8] Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

    [Yoh 14:28] … Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

    dst.

    Sebab, Pengenalan/takut akan Allah adalah awal dari Hikmah/Pengetahuan..

    Selain itu secara etimologi Tuhan # Allah

    Padanan kata Allah = God (Inggris) = Elohim (Ibrani) = Theos (Yunani)

    sedangkan,

    Padanan kata Tuhan = Lord (Inggris) = Adonay (Ibrani) = Kurios (Yunani).

    Maka, etimologi tsb. menjelaskan ayat berikut dengan pemahaman yg benar :

    [Yoh 13:13] Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

    [Yoh 14:6] Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    Demikian

  12. [Kis. Para Rasul 2:36] Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: