Perawan Maria adalah Theotokos – Homili St. Yohanes Kassianus melawan Bidat Nestorius

Perawan Maria adalah Theotokos [Bunda Allah]

Homili St. Yohanes Kassianus melawan Bidat Nestorius

Bukti bahwa Perawan Bunda Allah bukan hanya Khristotokos tetapi juga Theotokos, dan bahwa Kristus adalah sungguh-sungguh Allah.

Dan engkau berkata, wahai orang bidat – siapapun adanya engkau, yang menyangkal bahwa Allah dilahirkan dari Perawan, yaitu Maria Bunda dari Tuhan kita Yesus Kristus, dia tidak boleh disebut Theotokos, yang adalah Bunda Allah, tetapi hanya boleh disebut Khristotokos yaitu Bunda Kristus, bukan Bunda Allah. Engkau berkata, tak seorangpun dapat melahirkan apa yang sudah ada lebih dahulu. Dan ini tak pelak lagi adalah pendapat dungu, dimana engkau berpikir bahwa kelahiran Allah dapat dimengerti oleh pikiran-pikiran kedagingan, dan berkhayal bahwa misteri dari Yang Maha Mulia dapat terperi oleh penalaran manusia. Apabila Allah mengizinkan, kami akan mengatakan sesuatu sesudah ini.

Sementara itu kami sekarang akan membuktikan dengan kesaksian ilahi bahwa Kristus adalah Allah, dan Maria adalah Bunda Allah. Maka dengarkanlah bagaimana malaikat Allah berbicara kepada para Gembala mengenai kelahiran Allah. Katanya: “Telah lahir bagimu pada hari ini di kota Daud, seorang Juru Selamat yaitu Kristus Tuhan.” Agar kamu tldak menganggap Kristus sebagal seorang manusia belaka, malaikat itu menambahkan nama Tuhan dan Juru Selamat dengan maksud agar engkau tidak ragu bahwa Dia yang engkau kenaI sebagai Juru Selamat adalah Allah, dan agar (sebagaimana kuasa penyelamatan itu hanya milik kuasa ilahi) engkau tidak menanyakan bahwa Dia adalah kuasa ilahi, yang didalamnya engkau telah mengerti bahwa kuasa untuk menyelamatkan ada pada Dia. Tetapi mungkin ini belum cukup untuk meyakinkan ketidakpercayaanmu, karena malaikat Tuhan menyebut Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat bukannya Allah atau Anak Allah, sebagaimana tentunya engkau menyangkali Dia yang adalah Juru Selamat itu sebagai Allah.

Maka dengarlah apa yang dikatakan Malaikat Agung Gabriel kepada Perawan Maria. Dia berkata, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa dari Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau: oleh karenanya Yang Kudus, yang akan kau lahirkan itu akan disebut Anak Allah.” Dengan hormatnya malaikat itu berbicara, dan menjelaskan keagungan karya Ilahi dengan sifat ilahi dari kata-katanya. Karena Roh Kudus menyucikan rahim Sang Perawan, dan dihembuskan ke dalamnya oleh Kuasa ilahiNya, dan dengan demikian menanamkan dan menghubungkan DiriNya dengan kodrat manusia; serta membuat DiriNya sendiri menjadi apa yang dulunya adalah asing bagi Dia, mengambilnya untuk diriNya sendiri dengan kuasa dan keagunganNya sendiri. Dan kelemahan manusia tidak sanggup untuk menerima masuknya kuasa ilahi dari yang Maha Tinggi, maka dikaruniakanlah kepadaNya Keperawanan kekal, agar keperawanannya itu menguatkan kelemahan jasmaninya dengan cara merangkul kelemahan jasmaninya dengan naungan perlindungan Roh Kudus, dan kelemahan manusia bukan lagi tidak cukup bagi berlakunya misteri tak terperi dari pengandungan kudus, karena kemanusiaan telah dikuatkan oleh naungan Ilahi. Gabriel berkata, “Karenanya Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa dari Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau.” Bila hanya semata­-mata manusia belaka yang akan dilahirkan oleh perawan murni, mengapa harus ada Pengabaran Ilahi (Evangelismos) yang amat teliti seperti itu ? Mengapa ada campur-tangan Keilahian itu sendiri ? Sesungguhnya apabila hanya manusia semata yang akan dilahirkan oleh manusia, dan daging dilahirkan oleh daging, maka satu perintah atau kehendak ilahi saja sudah dapat membuat hal itu terjadi. Karena apabila kehendak Allah saja dan perintahNya saja sudah cukup untuk menghiasi surga, membentuk bumi, menciptakan laut, membuat para balatentara, para kuasa, para malaikat, para malaikat penghulu dan kerajaan (jenjang-jenjang malaikat­ makhluk surgawi) dan di dalam satu kata saja cukup untuk menciptakan balatentara surga, dan menciptakan beribu­-ribu makhluk Surgawi (“Karena Dia berbicara maka jadilah, Dia memerintahkan dan mereka terciptalah”).

Mengapa sesuatu yang sudah cukup untuk menciptakan segala makhluk ilahi menjadi tidak cukup bagimu bagi penciptaan seorang manusia, dan kuasa serta keagungan Allah yang telah menghiasi segala sesuatu di bumi dan di surga itu tidak kau percaya mampu untuk membuat kelahiran seorang bayi saja ? Jelaslah bahwa mengapa semua perbuatan ilahi ini hanya perlu dilakukan dengan perintah Allah saja, tetapi kelahiran Kristus hanya dapat dilakukan dengan kedatanganNya, karena Allah tidak dapat dikandung oleh manusia kecuali jika Dia sendiri mengizinkannya, tidak juga dapat dilahirkan hanya jika Dia sendiri saja yang masuk ke dalam rahim manusia; dan oleh karenanya Sang Malaikat Agung menunjukkan bahwa keagungan suci akan turun atas Sang Perawan, yang kumaksud adalah sedemikian agung kejadian yang tak dapat ditanggung oleh persetujuan manusia, maka dia mengabarkan bahwa akan hadir dalam kejadian pengandungan itu, kemuliaan dari Dia yang akan dilahirkan. Dan demikianlah Sang Sabda, Sang Putra, turun; keagungan Roh Kudus hadir; kuasa Sang Bapa menaungi; bahwa di dalam misteri pengandungan suci ini seluruh Tritunggal bekerja.

Gabriel berkata, “Karenanya Yang Kudus yang akan engkau lahirkan itu akan disebut Anak Allah.” Dengan hormat pula dia menambahkan kata: “Karenanya”, kata ini untuk menunjukkan bahwa hal-hat tersebut akan mengikuti apa yang dikatakan sebelumnya; dan bahwa karena Allah telah datang atas dia pada saat pengandungan, karenanya Allah akan hadir dalam kelahiran. Dan ketika si gadis perawan ini tidak mengerti juga, Gabriel memberi alasan atas perkara besar ini dengan berkata: “Karena Roh kudus akan turun atasmu, dan karena kuasa dari Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau, karenanya juga Yang Kudus yang akan kau lahirkan akan disebut Anak Allah;” ini sama saja dengan mengatakan: Engkau tidak boleh tidak peduli dengan ketetapan ini, karena begitu agung perbuatan ini, dan misteri dari rahasia agung, keagungan Allah karenanya akan turun atas kamu sepenuhnya; karena Anak Allah akan engkau lahirkan. Keraguan apalagi yang dapat muncul tentang hal ini ? Atau apa lagi yang mau dikatakan? Dia berkata bahwa Allah akan turun atas dia; yaitu Anak Allah akan lahir. Bertanyalah sekarang, kalau kamu mau, bagaimana bisa Anak Allah tidak disebut Allah, atau bagaimana dia yang melahirkan Allah bisa tidak disebut Theotokos, yaitu Bunda Allah ?

Hal ini saja sudah cukup bagirnu; sungguh ini seharusnya sudah amat sangat cukup bagimu.

Sumber : Synaxis GOI Edisi November tahun 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: