Bagaimana Kita Mengetahui Allah ? [St.Thomas Aquinas]

* Dari Summa Theologica, Pertanyaan 12 : Bagaimana Kita Mengetahui Allah

By Saint Thomas Aquinas

12. Dapatkah Kita mengetahui Allah dalam hidup ini melalui Alasan Alamiah ?

Pengetahuan alamiah kita dimulai dari pikiran. Dengan demikian pengetahuan alamiah kita hanya dapat diperluas sejauh itu dapat diarahkan oleh objek-objek dalam pikiran kita. Atas dasar objek sensoris itu, intelektualitas kita tidak dapat beralih sejauh mana sehingga kita bisa melihat esensi Allah, karena mahluk sensoris adalah akibat-akibat dari Allah yang tidak sama dalam kuasa kepada penyebab-penyebabnya. Oleh karenanya kita tidak dapat mengetahui kekuatan Allah yang penuh atas dasar objek-objek pikiran dan konsekuensinya kita tidak dapat melihat esensiNya. Namun karena objek-objek sensoris kita adalah akibat-akibat yang bersifat dependen [ketergantungan] terhadap sebuah sebab, maka kita dapat diarahkan dari akibat-akibat tadi untuk mengenal Allah yang hidup dan mengetahui karakteristik yang Dia harus miliki sebagai sebab pertama dari segala sesuatu yang men-transendensikan segala sesuatu yang disebabkan oleh Nya. Oleh karenanya kita mengetahui tentang hubunganNya dengan ciptaanNya bahwa Dia adalah penyebab dari segala sesuatu dan bahwa ciptaanNya berbeda dari Dia dalam hal Dia tidak merupakan bagian dari benda-benda yang Dia telah buat, dan bahwa benda-benda tersebut terpisah dariNya bukan karena adanya kekurangan di bagianNya namun karena transendensiNya.

13. Apakah Kita Mengetahui Allah Lebih Baik melalui Rahmat daripada melalui Alasan Alamiah ?

Kita memiliki pengetahuan yang lebih sempurna tentang Allah melalui Rahmat daripada melalui alasan alamiah. Hal ini benar untuk alasan berikut : Pengetahuan yang kita miliki melalui alasan alamiah mensyaratkan dua hal, yakni : citra yang berasal dari objek-objek pikiran dan terang alamiah dari intelek yang memampukan kita untuk mendapatkan konsep abstrak yang dapat dimengerti dari objek-objek tersebut. Dalam kedua operasi ini pengetahuan manusia dibantu oleh pewahyuan rahmat. Terang alamiah dari intelek diperkuat oleh infusi [pemasukan] terang rahmat, dan oleh tindakan citra Allah itu kadang-kadang ditempatkan dalam imaginasi manusia yang dapat mengekspresikan lebih baik hal-hal ilahi daripada hal-hal yang kita terima secara alamiah dari suatu pikiran. Meskipun oleh pewahyuan rahmat dalam hidup ini kita tidak mengetahui apa Allah itu dan dengan begitu dipertautkan kepada Nya sebagai seorang yang tidak dikenal, kita masih mengenal Dia lebih penuh karena banyak dari karya paling unggul daripada Nya didemonstrasikan kepada kita, dan karena melalui rahmat ilahi ini kita menghubungkan padaNya banyak hal yang oleh alasan alamiah tidak dapat dicapai- sebagai contoh bahwa Allah adalah tiga dan satu.

* Diterjemahkan oleh Leonard T.Panjaitan

Source: Saint Thomas Aquinas on Politics and Ethics, ed. Sigmund, Paul. New York: W.W. Norton & Co., 1988

Microsoft ® Encarta ® 2008. © 1993-2007 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: