Tentang Vassula Ryden dan Amanat-amanat Ilahi

HIDUP SEJATI DALAM ALLAH – AMANAT YESUS KEPADA DUNIA

By Leonard T. Panjaitan (22 April 2002)

A. YESUS MEMILIH VASSULA RYDEN

Pada sekitar bulan November 1985 di Bangladesh, Malaikat Daniel datang menemui seorang wanita orthodox Yunani kelahiran Mesir 1942 bernama Vassula Ryden -yang tinggal di negeri ini dalam rangka mendampingi suaminya yang bertugas sebagai staff PBB- untuk menyampaikan pesan bahwa Yesus Kristus akan segera datang kepadanya dalam waktu yang tak terlalu lama. Proses kedatangan Daniel kepada Vassula pertama kali terjadi di rumah Vassula pada saat ia sedang mempersiapkan daftar belanjaan untuk keluarganya. Vassula terkejut dan tiba-tiba tangannya seperti digerakkan oleh sesuatu kekuatan tertentu dan ia tidak bisa mengontrolnya. Kekuatan itu menggerakkan Vassula kepada suatu secarik kertas dan menuliskan pesan yang berkata : “Jangan takut, aku Daniel , aku adalah malaikat pelindungmu”.

Sebagai seorang wanita awam yang tidak pernah ke gereja selama 30 tahun tentu hal ini sangat membingungkan dan meresahkannya. Apakah maksud dari semuanya ini ?

Singkatnya Malaikat Daniel menjelaskan maksud dan tujuannya kepada Vassula bahwa Allah akan memberikan mujizat yang besar pada dunia ini melalui hambanya yang lemah Vassula.

Sudah barang tentu hal ini sangat meragukan Vassula apalagi ternyata ia telah lama meninggalkan gereja dan hampir selama 30 tahun ia tidak pernah berhubungan atau bersentuhan dengan iman dan kepercayannya. Bisa dikatakan bahwa Vassula telah menjadi “kristen KTP” yang pergi ke gereja hanya pada moment-moment tertentu saja spt natal, paskah atau menghadiri pernikahan salah satu kerabatnya.

Namun demikian dengan sabar Malaikat Daniel membesarkan hati Vassula dan memotivasi dia bahwa Allah sangat mencintainya. Hingga pada suatu ketika Daniel menyuruh Vassula untuk mencari kitab suci. Namun ia bertambah bingung lagi karena pada saat itu ia berada di negara muslim Bangladesh dan sudah tentu akan teramat sulit untuk mencari kitab suci di sana. Kemudian Daniel berkata kepadanya : “Pergilah ke perpustakaan Amerika dan kamu akan menemukannya” .

Setelah mendapatkan kitab suci itu Daniel mulai mengajari Vassula dan melakukan pemurnian terhadapnya. Sampai pada suatu saat Yesus sendiri mengambil alih peran Malaikat Daniel dan menyapa Vassula. Yesus berkata kepadanya: “Vassula, mana yang lebih penting Rumahmu atau RumahKu” ? Dan Vassula menjawab : “RumahMu, Tuhan”. Dan Yesus kembali berkata : “Kalau begitu, Izinkanlah Aku berkarya melalui dirimu”. Dan Yesus menegaskan kepada Vassula bahwa RumahNya sedang dalam reruntuhan.

Setelah Yesus memperkenalkan diri kepadanya dan meminta izin kepada Vassula maka Tuhan kita pertama kali mengajari Vassula berdoa Bapa Kami. Hingga sampai larut malam Vassula baru benar-benar bisa berdoa Bapa Kami secara baik dan tepat. Hal ini perlu dimaklumi karena Vassula telah “murtad” sekian lamanya dan Yesus membantunya untuk kembali kepada JalanNya dengan memulai berdoa secara benar dengan segenap hati dan bukan dengan menggunakan bibir.

Keragu-raguan tetap meliputi Vassula terlebih-lebih siapakah dirinya ini ? dan seberapa pentingkah dirinya bagi Yesus Kristus dalam menerima mujizat ini. Namun demikian Yesus tahu akan hal itu. Dengan sabar dan penuh Kasih yang tak terbatas Yesus selalu menjelaskan kepadanya bahwa dalam kemiskinan dan kelemahan manusia Yesus ingin menunjukkan kekayaan dan kemulianNya.

Vassula menyadari bahwa ia tetap merupakan utusan Yesus yang rendah. Ia tahu bahwa ia akan menghadapi banyak pertentangan bahkan dirinya pun siap untuk dihujat, difitnah, dicemoohkan dan dibenci orang-orang. Sebagai seorang utusanNya yang rendah pun , Yesus berkata kepada Vassula : “Sesaat pun jangan menyangka bahwa Aku memberi karisma ini kepadamu karena Aku mengasihi engkau lebih dari AnakanakKu yang lain” (BC 1-6:tgl.23.1.1987).

Jadi apa sebenarnya apa yang diamanatkan Yesus kepada dunia melalui Vassula ? Ia berkata, “Aku datang kembali dan menyegarkan segala sesuatu yang sudah pernah Kuajarkan” (BC 8:tgl.8.3.1987). “Amanat-Ku ialah Damai dan Kasih…Aku datanguntuk menunjukkan Kerahiman-Ku kepada dunia ini” (BC 8:tgl 8.3.1987).

Dan hal ini sudah menjadi KehendakNya untuk memilih Vassula yang lemah dan berdosa. Seperti yang tertulis dalam kitab suci “Sebab rancangan-Ku bukan rancanganmu, dan jalanmu bukanlah Jalan-Ku” (Yes 55:8) dan juga “Bukankah Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang berdosa ? (Matius 9 : 13).

Sejak saat itu Vassula -setelah dirinya benar-benar bertobat dan dimurnikan Allah- dengan teguh dan penuh kesadaran menjadi instrumen Yesus dalam menuliskan dan menyebarkan Amanat-amanatNya ke seluruh dunia.

B. AMANAT-AMANAT YESUS

Untuk menunjukkan KasihNya yang tak terbatas pada dunia ini dan membuktikan bahwa Allah adalah Bapa yang baik dan tak pernah meninggalkan anak-anakNya walaupun dalam kesusahan besar (Lukas 14 : 5 – 6) serta terdorong oleh KerahimanNya yang tak terbatas dan melampaui akal budi manusia maka Yesus sekali lagi di dalam abad modern ini memanifestasikan diriNya melalui Vassula Ryden. Pesan-pesan atau Amanat-amanatNya sangat mengagumkan dan penuh dengan Kasih illahi yang tak terhingga. Metode yang dipakai Yesus dalam menjelaskan pesan-pesanNya ialah bahwa Yesus menulis langsung dengan menggunakan tangan Vassula, dan kadang-kadang Yesus mendiktekan kepada Vassula dan ia menuliskannya kedalam beberapa catatan-catatan.

Sesuai dengan kehendak Yesus, kemudian catatan-catatan atau amanat-amanatNya disusun secara rapih dan teratur oleh Vassula ke dalam beberapa jilid buku dan Yesus sendiri yang memberi judul amanat-amanatNya “Hidup Sejati Dalam Allah”. Amanat-amanatNya adalah suatu “Karya” Yesus sendiri dan bukan merupakan buah pikiran atau karya Vassula. Wanita ini hanya digunakan sebagai instrumen lemah namun memiliki karunia khusus serta istimewa yang diberikan Allah dalam menjalankan misi “berat dan suci” ini.

Secara umum Amanat-amanat Yesus terbagi menjadi 2 bagian besar yakni :

1. Rekonsiliasi antara Allah dan Manusia

2. Persatuan Gereja.

Mengapa Allah sampai turun lagi – dalam ikatan Roh Kudus – melalui Vassula ? Karena Allah telah melihat bahwa dunia ini ternyata lebih jahat dari Sodom dan Gomorah. Manusia telah kehilangan kasih dan damai Tuhan. Manusia tidak pernah mengandalkan kekuatan Allah dalam segala perkara. Ateisme, Rasionalisme dan Materialisme telah menjadi ideologi kita menggantikan Hati Kudus Yesus dan Maria. Generasi ini telah berubah menjadi generasi yang kejam dan jahat. Sehingga bisa kita lihat buah-buah kejahatan yang telah kita petik. Perang, kebencian, pertikaian, kekerasan, bencana alam serta kelaparan kerap kali menjadi persoalan hidup kita sehari-hari baik secara lokal maupun internasional. Menurut Yesus pula kita telah hidup di gurun yang kering dan gersang dimana hanya terdapat ular berbisa dan racun-racun. Yesus dapat mengubah gurun gersang ini dengan mata air serta sungai-sungai Kasih dan Damai asalkan kita mau menerima Yesus dengan kerendahan hati dan tulus. Yesus tidak ingin memaksa keinginanNya dan memperkosa kebebasan kita karena kita tahu bahwa Yesus Maha Lembut.

Allah juga mengetahui dan melihat ke dalam RumahNya bahwa GerejaNya sendiri telah terpecah belah. Tongkat gembala yang seharusnya satu telah dipatahkan menjadi dua dan lama-lama menjadi berkeping-keping. Kepada Vassula sendiri dikatakan Yesus bahwa perpecahan gereja adalah perpecahan tubuh Kristus dan ini adalah suatu dosa. TubuhNya yang merupakan Gereja harus satu seperti yang Ia telah berikan kepada Petrus (Matius 16 : 18 – 19). “Semua yang tercerai-berai harus kembali kepada Petrus” (baca Paus). Sambil menatap wajah Paus Johanes Paulus II, Yesus berkata (seperti mengemis) : “PetrusKu, jadilah GemaKu ! Berilah domba-dombaKu makan. Petrus, jangan menolak Aku lagi, terkasih !” (BC 19:tgl.1.12.1987). Inilah salah satu amanat Yesus agar gereja-gerejaNya bersatu di bawah persatuan Petrus. Dan tentang Paus pun Yesus pernah berkata kepada Vassula, “Paus adalah landasan Gereja. Dia adalah pengganti Petrus. Aku telahmemilih dia, orang harus mengakuinya”. Oleh sebab itu seperti yang diinginkan Yesus maka Dia menyuruh Vassula agar menemui Paus Johanes Paulus II. Kata Yesus kepada Vassula : ”Sampaikanlah kepada Takhta Suci, bahwa Akulah yang mengutus engkau kepada mereka. Dengarkan Aku, bila mereka bertanya dari komunitas manakah engkau, katakanlah kepada mereka bahwa engkau milik-Ku dan bahwa engkau berada di bawah Wibawa-Ku”. Lalu Vassula bertanya kepadaNya, Tuhan, aku bukannya mau berdebat, namun apakah aku tidak bisa mengatakan bahwa aku adalah seorang Ortodoks ? Aku seorang Orthodoks. Jawab Yesus : “Orthodoks! Katolik ! Protestan ! Kalian semua milik-Ku ! Kalian semua adalah Satu dalam pandangan-Ku ! Aku tidak membeda-bedakan siapa pun. Jadi buat apa takut ? Mintalah izin untuk bertemu dengan Yohanes Paulus, Paus-Ku yang terkasih. Ia tidak akan membeda-bedakan”. (BC 17:tgl.27.10.1987).

Dalam rangka persatuan gereja ini pula, Yesus telah membangkitkan Rusia dan akan menjadikannya sebagai pemimpin bangsa-bangsa secara spiritual. Untuk itu Yesus menghendaki agar Gereja Barat (Roma) dan Gereja Timur (Orthodox) segera bersatu. Inilah amanat utama Yesus yang akan digenapiNya. Dia melihat bahwa pondasi gereja dalam rangka persatuan adalah dengan bersatunya Timur dan Barat. Yesus menghendaki kepada Paus dan Patriark Othodox agar saling “membasuh kaki”. Menurut Yesus syarat utama persatuan gereja adalah kasih dan kerendahan hati. Dan persatuan gereja harus dimulai pertama-tama persatuan hati umat beriman.

Berikut ini adalah cuplikan dari amanat Yesus kpd Vassula tentang persatuan gereja :

5 Oktober 1994

“VassulaKu, ikutilah aturan-aturanKu. KehendakKu adalah untuk menyatakan kekayaanKu kepada semua manusia dan mengijinkan Roh KudusKu untuk menjadi pembimbing kalian. Jangan putus asa, KasihKu akan menghidupi kalian. Dengarkan dan tulislah :

“Keinginan hatiKu adalah agar Barat dan Timur bertemu. Aku membutuhkan dua pilar utama GerejaKu ini untuk bersama-sama mengkonsolidasikan GerejaKu. GerejaKu tidak akan kuat berdiri hanya dengan satu pilar. Aku telah menugaskan mereka untuk menjaga GerejaKu tetapi baru saja Aku pergi kepada Bapa maka perpecahan segera terjadi dan TubuhKu dicabik-cabik oleh tangan-tangan ciptaanKu yang mana Bapa sendiri telah menciptakan mereka. Sejak saat itu aku menderita hebat ….”

Banyak dari pesan-pesan Yesus yang menggambarkan betapa sedih dan menderitaNya Ia melihat dunia dan perilaku kita. Mengapa Yesus yang sudah mulia di surga bersama Bapa masih juga “menderita” ? Jawabannya karena Yesus tinggal di hati kita dan Ia merasakan apa yang kita rasakan.

C. KESAKSIAN PRIBADI TENTANG AMANAT YESUS

Perkenalan saya dengan buku “Hidup Sejati Dalam Allah” adalah sekitar Desember 1999. sama seperti Vassula yang pertama-tama ragu menerima wahyu pribadi ini, saya pun pada awal mula membaca buku ini agak ragu-ragu apakah ini benar-benar wahyu pribadi yang sesuai dengan kitab suci atau bersumber dari yang jahat ? Namun perasaan itu hanya sekilas saja dan saya pun terus melanjutkan untuk membaca beberapa halaman. Dan saya pun menemukan suatu kesejukan dan kekaguman yang luar biasa yang berasal dari amanat-amanat ini. Begitu menyentuh perasaan saya saat itu. Oh alangkah indahnya tulisan ini. Ada suatu kekuatan besar yang menarik saya yang membuat saya tak pernah bosan atau lelah membaca buku Hidup Sejati Dalam Allah.

Pertamakali yang terlintas dalam diri saya adalah : “ini dia…yang saya tunggu-tunggu..”. Suatu jawaban atas kehidupan pribadi saya yang galau, letih lesu serta impulsif. Tuhan telah menyapa saya sesaat setelah membaca buku itu. Dan entah apa yang ada dalam diri saya , sejak saat itu saya agak bersemangat dalam berdoa dan pergi ke gereja. Mungkin Tuhan telah membangkitkan saya dari kematian spiritualitas.

Dan hal ini terus berlanjut sampai saat ini dan pemahaman akan amanat-amanat Allah membutuhkan proses dan bimbingan dari Allah dan Bunda Maria. Apalagi kita dituntut tidak hanya membaca saja namun juga turut mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan ingin kita berubah dan hidup sesuai dengan hukum-hukumNya yakni kasih, damai dan kerendahan hati. Perlu diingat juga bahwa amanat-amanat Yesus kadang-kadang menggunakan bahasa simbol namun tidak membuat pembaca bingung. Sehingga yang diperlukan adalah keterbukaan hati si pembaca yang mau dibimbing oleh Roh Kudus. Ada satu kata-kata Yesus yang membuat saya tertarik yakni : “Anak-anakKu, datanglah kepadaKu seperti apa adanya engkau. Jangan menunggu sampai menjadi seorang santo agar engkau dapat datang kepadaKu….”

Sejak saat itu saya memutuskan untuk terus menerus intensif dalam membaca dan merenungkan semua pesan-pesan Allah itu. Saya menjadi semakin haus dan lapar akan firman-firman Allah . Amanat-amanat ini membuat saya semakin yakin bahwa kita tidak sendirian di dunia ini. Allah Bapa kita di dalam Yesus adalah Allah yang Hidup dan selalu bersama kita dalam setiap langkah kehidupan kita. (Matius 28 : 20; Yoh 14 : 18).

Dengan demikian secara ringkas saya dapat bersaksi bahwa dengan amanat-amanatNya maka :

1. Saya semakin menyadari kekayaan dan misteri-misteri yang luar biasa yang dimiliki oleh Sang Juru Selamat kita Yesus Kristus.

2. Saya semakin mengerti kitab suci karena amanat-amanat Yesus membuktikan bahwa kitab suci telah dan sedang digenapi.

3. Bunda Maria merupakan Bunda umat manusia sekaligus Ibu sejati kita. Peranan Bunda Maria ini sangat luar biasa dalam membawa kita – putra-putriNya – kepada keselamatan kekal. (Wahyu 11 : 3 – 6 ; Wahyu 12 : 1 – 6; Sirakh 40 :1)

4. Peneguhan terhadap tradisi gereja Katolik dan kita wajib menjaga tradisi-tradisi tersebut karena hal tersebut membawa kita kepada keintiman dengan Allah Tritunggal Maha Kudus.

5. Persatuan gereja akan segera terjadi dan kita termasuk umat yang “terpanggil” masuk ke dalam anggota gereja yang katolik, kudus dan apostolik. Bentuk kongkret dari persatuan gereja adalah urusan Yesus bukan urusan kita. Namun yang perlu kita sadari bahwa kita harus banyak berdoa demi persatuan dan kesetiaan para gembala seluruh dunia dengan Bapa Suci Johanes Paulus II.

Pada akhirnya Amanat-amanat “Hidup Sejati Dalam Allah” telah membawa saya pada pertobatan dan mencoba untuk hidup kudus karena Yesus adalah Kudus. Secara langsung maupun tak langsung amanat-amanat ini seperti Pohon dan buahnya (Lukas 6 : 43 – 45). “Dari buahnyalah pohon itu dikenal…..”, kata Yesus pula kepada Vassula.

Perlu diketahui juga walaupun Vassula beragama Orthodox Yunani namun hampir semua amanat-amanat Allah ini mengandung terminologi katolik dan Vassula pun selalu mempraktekan ajaran katolik seperti yang dihimbau oleh Yesus sendiri. Berdoa Rosario, mengaku dosa, puasa adalah hal-hal rutin yang dilakukannya dan istilah Hati Kudus YesusHati Suci Tak Bernoda Maria merupakan “jargon-jargon katolik” yang banyak ditemukan dalam setiap amanat-amanatNya. dan

Sebagai informasi tambahan, Yesus menyampaikan amanat-amanatNya menggunakan bahasa Inggris dan Amanat-amanat asliNya berada di Missouri AS sebagai tempat penyebaran amanat “TRUE LIFE IN GOD” atau “HIDUP SEJATI DALAM ALLAH” ke seluruh dunia. Dan sampai saat ini pun amanat-amanatNya masih terus diberikan sebagai “manna surgawi” generasi ini. Edisi Inggris –nya telah berjumlah 12 jilid buku. Dan di Indonesia “Hidup Sejati Dalam Allah” telah diterjemahkan oleh tim dari Unio Cordium (Stefan Leks, Indri Makki, Alice Iskak, Esther Lina) dan beberapa orang pastor spt Fr. Anicetus Djitapandrija, SJ dan sampai sekarang ini telah berjumlah 7 jilid buku. Buku-buku “Hidup Sejati Dalam Allah” ini dapat dijumpai di beberapa toko buku spt Gramedia dan Lumen Gentium. Atau para pembaca dapat mengunjungi website “Hidup Sejati dalam Allah” http://www.tlig.org

D. PENDAPAT SINGKAT GEREJA MENGENAI “HIDUP SEJATI DALAM ALLAH”

Dalam menilai wahyu-wahyu pribadi atau penampakan-penampakan Gereja Katolik sangat konservatif dan hati-hati. Banyak penampakan-penampakan yang sangat lama diakui Gereja spt Penampakan Bunda Maria di Fatima dan ada juga penampakan Bunda Maria yang belum diakui oleh Vatikan spt Medjugorje.

Khusus mengenai Vassula yang mendapatkan wahyu pribadi dari Allah kita Yesus Kristus maka gereja pernah mengeluarkan “Notification” atau semacam pernyataan dari Vatikan dalam hal ini diwakili oleh Kardinal Josep Ratzinger selaku Kardinal Prefect Conggregation of Doctrine of Faith (Konggregasi Ajaran Iman) tahun 1996. Secara ringkas pernyataan itu mengatakan bahwa amanat-amanat Yesus merupakan hasil dari meditasi dan kontempasi dari diri Vassula sendiri walaupun amanat-amanatNya berisi hal-hal postif. Tetapi keberatan-keberatan Gereja telah dijawab oleh berbagai thelogian spt Pastor Rene Laurentine, Michael O Carroll, C.S.Sp, serta Robert Hughes, S.M selaku para pembimbing rohani Vassula. Dan pada bulan Januari 1999 , dalam suatu wawancara dengan salah satu majalah Italia, Kardinal Josep Ratzinger mengijinkan kita untuk mempromosikan buku-buku “Hidup Sejati Dalam Allah” namun dengan kehati-hatian yang mendalam. Bapa Suci Johanes Paulus II sendiri pun telah berjumpa dengan Vassula dan ia memberikan kepada beliau beberapa buku “Hidup Sejati Dalam Allah”.

E. PENUTUP

Pertentangan-pertentangan akan selalu hadir dalam setiap kejadian atau peristiwa yang membawa manusia mengalami perubahan hidup spritual. Banyak mujizat dan wahyu-wahyu pribadi misal kpd Sr Faustina yang menerima doa koronka (Kerahiman Ilahi) yang pada akhirnya pun diakui gereja serta penampakan-penampakan Fatima, Garabandal maupun Medjugorje sampai kepada Vassula yang menimbulkan “kontroversi” di kalangan awam umat maupun pejabat-pejabat gereja katolik.

Namun sebagai umat beriman kita dituntut untuk selalu waspada dan tetap rendah hati dalam menilai semua kejadian atau mujizat-mujizat di akhir zaman ini. Hal ini tetap berpulang kepada iman masing-masing pribadi apakah mau secara tulus dibimbing oleh Allah atau tidak.

Pada akhirnya dari buahnyalah pohon itu akan dikenal (Lukas 6 : 43 – 45 ; Matius 12: 33 –35).

Tuhan beserta kita.

F. LAMPIRAN

Amanat bagi dunia

AKULAH HARAPAN YANG DIDAMBAKAN DUNIA
KALIAN TELAH MENGINDUSTRIALISASIKAN RUMAHKU

7 Februari 1991

Damai sertamu. Akulah Yesus. Aku adalah Harapan yang dicari-cari dunia. Harapan yang mereka cari itu ada dalam jangkauan mereka. Cukuplah mereka mengulurkan tangan ke arah Surga dan mencari hal-hal Surgawi. Mereka dapat mencari Aku, dan Aku akan menanggapi mereka. Aku tidak menyembunyikan Wajah-Ku, ataupun memalingkan Mata-Ku dari mereka. Mata-Ku mengamati kalian semua dan memperhatikan setiap langkahmu. Roh-Ku memang memenuhi seluruh dunia untuk menerangi kegelapan ini dan memberi Harapan kepada mereka yang meraba-raba jalan mereka di malam yang tak kunjung habis ini. Terkasih, dengan memiliki Surga sebagai tanah airmu, dan bumi sebagai tempat ziarahmu, selayaknyalah kalian bersukacita dan berharap.

Oh, ciptaan! Bukankah Aku telah berusaha membuka kafan kematian kalian dan membawa kalian menuju kehidupan? Ataukah Aku, yang membawa kehidupan, membawa kalian kembali kepada kematian? Aku adalah Kerahiman. Aku adalah Kasih. Pandanglah ke Surga dan lihatlah Tanda-tanda zaman. Aku datang untuk menghimpun bangsa demi bangsa, dan menunjukkan Wajah Kudus-Ku kepada kalian masing-masing dan mengingatkan kalian akan Kasih-Ku. Namun lihatlah, awal penderitaan telah mulai. Demikian pula awal dari rasa sakit saat melahirkan bagimu telah tiba. Kalian adalah para saksi, karena kalian telah menjadi orang-orang yang percaya bahwa apa yang kalian baca dalam Kitab Suci sedang menuju penggenapan : Pencurahan Roh-Ku pada hari-hari terakhir masa kegelapan ini, sedang turun dengan melimpah atas umat manusia. Kalian adalah saksi peristiwa-peristiwa yang dulu masih berupa teka-teki dan dikatakan dalam perumpamaan-perumpamaan. Kalian adalah saksi kelaliman Setan. Namun Aku berjanji kepada kalian, hai anak-anak kecil, bahwa segera sesudah kalian mengalami banyak kesedihan (yang akan semakin berat) akan datang Sukacita. Dan sesudah rasa sakit awal bersalin kalian, Kasih akan lahir di antara kalian!

Tetapi sekarang Aku memandang dari atas dengan cemas kejahatan-kejahatan generasi ini yang kini melebihi dosa-dosa Sodom dan Gomora dulu, karena harapan-harapan kalian bersandarkan Kristus yang palsu. Generasi ini amat keji, suka memberontak dan tercemar oleh darah, dan hidup di bawah bayang-bayang Setan. Oh, era! Apa yang kauanggap kebaikan dan kebijaksanaan, sesungguhnya memisahkan Aku dari kalian, karena hati kalian merasa hebat dan penuh kesombongan, sehingga kalian menganggap diri sama dengan Aku, Allahmu. Apakah kalian masih juga akan berkata : Aku ini tuhan, bila para pembunuh kalian menentang kalian? (Yeh 28:9). Darah telah mengalir di jalan-jalanmu. Dalam kejahatanmu, kalian memupuk harapan dengan bertumpu pada segala sesuatu yang bukan Aku. Kalian telah menaruh harapan pada manusia, bukan pada-Ku, kepada kekayaan yang tidak dapat menyelamatkan kalian, sambil meremehkan Kekayaan yang Kutawarkan kepada kalian di Surga. Kalian membangun harapan atas manusia yang bertumpu pada Kebohongan, karena kalian percaya bahwa kalian dapat mencukupi segalanya dengan kemampuan kalian sendiri. Memang, kalian (Tuhan mengacu kepada cara berpikir Freemason) telah menimbun kekayaan yang melimpah melalui usaha dagangmu, tetapi besok kalian akan mati.

Hanya sedikit saja yang bertanya: “Mengapa Tuhan dan Bunda-Nya tiba-tiba

turun kepada kita?” Dan hanya sebuah sisa jiwa para imam-Ku yang mau memperhatikan penampakan-penampakan Kami yang teratur. Telah Kukatakan bahwa Aku akan mengirim Utusan-Ku untuk mempersiapkan jalan bagi-Ku, (Mal 3:1) dan inilah yang tengah dilakukan oleh Bunda-Ku, yang juga Bunda kalian. Kitab Suci sedang digenapi, dan sungguh Aku berkata kepada kalian, bahwa Dia yang dirindukan oleh para Habel-Ku dan Yakob-Ku akan datang dengan tiba-tiba, memasuki Bait-Nya untuk menyingkirkan para Kain dan Esau yang telah menimbulkan kekacauan dan kehancuran Gereja-Ku Kalian telah membuat Rumah-Ku menjadi sebuah industri! Rumah ini yang seharusnya menjadi Rumah Doa! Kalian memang telah mengubah Rumah-Ku menjadi sarang pencuri!

Jika Aku seperti yang kalian (Para Kain dan Esau) katakan : “Dia Yang Kudus”, maka di manakah penghormatan yang layak bagi-Ku? Jika Aku memang Gurumu, di manakah kehormatan yang layak Kuterima? Jika Aku Allahmu, di manakah sembah sujud dan dupa yang seharusnya tertuju kepada-Ku? Di manakah devosi yang seharusnya menjadi milik-Ku? Bagaimana mungkin kalian tidak bisa membaca Tanda-tanda zaman? Bagaimana mungkin kalian tidak dapat mengerti hal-hal yang bersifat Surgawi? Bagaimana mungkin kalian tidak percaya lagi pada Keajaiban-keajaiban-Ku? Mengapa kalian menganiaya para Habel-Ku dan Yakob-Ku? Jika tidak secara terbuka, kalian menyerangnya dengan sembunyi-sembunyi? Aku menampakkan Diri bersama Bunda Sucimu, dan Kami menyatakan Diri Kami melalui jiwa-jiwa di berbagai bangsa. Namun pernyataan Kami itu ternyata membosankan bagi kalian, bahkan membuat kalian marah. “Betapa menyebalkan semuanya!”, demikian kata kalian (Mal 1:13) Sebab, sampai hari ini kalian masih belum memahami hal-hal Surgawi seperti para Habel-Ku dan Yakob-Ku. Tidak! Kalian tidak memahami Kasih-Ku maupun devosi yang seharusnya tertuju kepada Bunda-Ku. Kalian menyerukan iman dan bersandar pada kekuatanmu, wibawamu dan nalarmu. Suara-Ku yang menyerukan pertobatan para pendosa, mengganggu telinga kalian.

Jika Kebenaran tiba-tiba bercahaya sambil menyembuhkan dengan sinar-sinarnya, ternyata kalian menolak Anugerah-Ku yang Kutawarkan kepadamu hari ini, di eramu yang gelap ini. Apakah Aku harus menerima aniaya-aniaya berulang kali? Apakah Aku harus mengurbankan, tahun demi tahun, para Habel-Ku dan Yakub-Ku, yang adalah dupa altar-altar-Ku dan tiang-tiang kukuh Gereja-Ku? Kalian telah menutup telinga kalian terhadap Suara-Ku dan hanya mendengarkan suara kalian sendiri saja. Kalian telah menghambat banyak orang untuk makan buah-buah dari Kebun-kebun Anggur-Ku yang Baru karena Setan telah masuk ke dalam diri kalian serta menyerang jiwa kalian. Dan lihatlah! Orang-orang lain yang menebus kejahatan-kejahatan kalian (Suara Yesus tiba-tiba lunak dan sedih) Orang-orang lain menebus kesombongan kalian dan kebodohan kalian : demi menyelamatkan kalian! Setiap hari, jiwa-jiwa yang murah hati itu menyediakan pipinya kepadamu untuk dipukul, dihina dan disakiti. Demi kepentinganmu, jiwa-jiwa yang murah hati itu mengadakan silih atas kalian dengan darah mereka, demi menyelamatkan kalian.

Aku menunggu untuk dapat mendengar kalian, tetapi kalian tidak juga berkata apa yang seharusnya kalian lakukan. Kalian tidak bertobat. Kalian justru tersesat pada saat kalian mengejar jalan kalian sendiri, sambil menyeret serta jutaan jiwa. Kalian mencari kedudukan dan kekuasaan tetapi bukan untuk menangkap dan menyelamatkan jiwa-jiwa. Tetapi kalian akan jatuh… dan

kemurtadan yang berkelanjutan ini akan berhenti… dan dalam diri kalian, hai para Habel-Ku dan Yakub-Ku, Aku akan membangun kembali altar-altar-Ku yang dulu pernah ada, tetapi yang sekarang tinggal puing-puingnya saja. Aku akan membuat sungai-sungai dengan air sebening kristal mengalir keluar dari kalian, dan kesaksian kalian akan berbuah banyak karena air itu akan keluar dari Sumber-Ku. Dan seperti pohon-pohon kehidupan, yang tumbuh karena sungai Kudus itu, anak-anak-Ku akan tumbuh subur karena kesaksian kalian.


Hai, anak-anak, tabahlah! Aku tidak meninggalkan kalian, ataupun melupakan kalian. Siapa pun yang hidup dalam Aku akan merasakan Kasih-Ku. Siapa pun yang makan dari Aku, tidak akan ditinggal dan mati. Dia yang tetap tinggal dalam Aku akan hidup. Aku, Sang Mempelai Pria, sedang turun untuk mempersunting kalian dalam Damai dan Kasih-Ku, dan mengingatkan kalian bahwa sejak Awal Mula kalian adalah Milik-Ku. Aku, Tuhan, memberkati kalian, sambil meninggalkan Hembusan Kasih-Ku di dahi kalian. Jadilah satu dalam Nama Kudus-Ku.

Amanat Yesus – Maria Dalam Hidup Sejati Dalam Allah [HSDA]

DATANGLAH KEPADA BUNDA TERBERKATI KALIAN

3 April 1996

Vassula-Ku, Murid-Ku yang kecil di akhir jaman ini, Aku akan mendiktekan kepadamu sekarang pelajaran mengenai Hati Bunda-Ku….Seperti yang telah Kukatakan kepada kalian sebelumnya, Hati Bunda-Ku dan Hati-Ku begitu eratnya sehingga Kami menjadi satu; Perawan dari segala perawan, yang Tersuci, selamanya berada di Surga, Bunda-Ku yang selalu dinyatakan di Surga sebagai Ibu-Ku. Ketika Aku, Allah turun dan dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh Perawan Maria, Aku datang ke dalam Surga-Ku ! Aku turun dari satu surga ke surga lainnya; Aku meninggalkan suatu tahta dan duduk di atas tahta lainnya sama seperti lampu yang bersinar di tempatnya yang suci, Aku pun menemukan Hati-Nya yang bersinar dari dalam dan ke luar.

Aku telah disambut dalam Firdaus untuk dimuliakan. Apa yang hilang 1 dan dicemarkan oleh Hawa akan ditemukan 2 dan disucikan kembali oleh Perawan Maria melalui kepatuhan dan kerendahan hati beliau yang sempurna; dan melalui Wanita ini, Kekuasaan-Ku di bumi akan datang lagi. Pemerintahan-Ku di bumi akan ditemukan dalam setiap hati; dan sekali lagi akan dicurahkan padamu oleh Roh Kudus-Ku secara berlimpah untuk mengubah kegersangan ini menjadi tanah yang subur.

Telah dikatakan bahwa di akhir jaman ini Kedua Hati Kami akan membangkitkan rasul-rasul dan mereka akan disebut rasul-rasul di akhir jaman – mereka akan diajari oleh Bunda Surga dan oleh Diri-Ku sendiri untuk bersaksi ke setiap negara, memproklamasikan dengan berani Sabda Allah. Bahkan ketika mereka diberi minum dari Darah-Ku melalui serangan-serangan musuh yang mematikan, mereka tidak akan patah; bibir mereka akan menembus musuh-musuh Gereja-Ku, seperti pedang bermata dua, dengan menyingkapkan kesesatan, mereka tidak akan goyah atau pun takut sebab Aku akan membekali mereka dengan semangat keberanian.

Cambuk kehancuran tidak akan menghajar rasul-rasul-Ku; mereka tidak akan meninggalkan satu batu pun terbelah; bahkan mereka akan mengejar para pendosa, pembual yang angkuh, orang-orang sombong dan munafik serta para pengkhianat Gereja; dengan rosario dan Salib di tangan para rasul-Ku mereka akan mengejar para pendosa itu dan Kami akan berdiri di samping mereka. Para rasul-Ku akan mencerai-beraikan para bidaah dan membangun keimanan dan kebenaran dalam tempat mereka; mereka pun akan menjadi penangkal racun sebab mereka akan bertumbuh seperti kuncup bunga dari Hati Maria yang Agung. 3 Para rasul di akhir jaman ini akan singgah pada Allah Bapa mereka, dan Allah akan menguatkan semangat mereka; mereka juga akan datang kepada Maria Bunda Terberkati, dan Bunda Maria Terberkati mereka ini akan memanggil mereka menjadi saksi-saksi Allah Yang Maha Tinggi dan Roh Kudus akan memberikan kepada mereka Roh Ketekunan agar layak untuk-Nya dan siap untuk pertempuran ini.

Pada hari itu, mahkota congkak yang berasal dari kekuatan iblis akan diinjak-injak oleh Wanita yang bermahkotakan matahari dan seluruh anak-anak-Nya. Hawa kedua yang kepadanya Aku memberikan kekuatan cukup untuk menghalau setan dan kerajaannya akan meremukkan kepala si setan dengan tumitnya – permusuhan ini tidak hanya terjadi antara Ratu Surga dengan setan namun juga antara putra-putri-Nya dengan anak-anak setan yang berasal dari kerajaan iblis dan si setan ini sekarang adalah orang-orang yang di eramu merupakan para penganiaya; bahkan banyak diantara para penyembah iblis ini adalah pakar dan filsuf.

Aku, dalam Kekudusan Trinitas telah memilih Perawan yang rendah hati ini menjadi rahmat dan contoh kebaikan sempurna, yakni seorang Wanita yang akan menantang, melalui rahmat dan kebaikan, seluruh kerajaan Lucifer yang secara terus menerus mengamuk dan bergetar ketakutan ketika mendengar Nama-Nya. Aku berkata kepada mu : tidak kurang dari ketinggian surga atas bumi yang merupakan kehebatan, kekuatan dan kemuliaan Nama-Nya – biarlah semua orang yang tinggal di bumi ini memuji-muji di depan Hati Ratu Maria.

Dia tidak pernah berhenti melindungi putra-putri-Nya dari sergapan si Iblis, yang di eramu telah 4 menyatakan secara terang-terangan suatu pertempuran terhadap Hati Kudus-Ku dan kepada semua orang Kudus-Ku; tetapi segera kerajaan setan ini akan dipatahkan dan kekuasaanya akan dicabut oleh Tangan Maria yang penuh kuasa. 5 Dalam segenap Kebenaran, Aku berkata kepada kalian : tidak ada seorang pun di dunia ini atau di surga atau pun dalam kekuatan malaikat yang telah diberikan kekuasaan dan otoritas atas kalian seperti Bunda Terberkati, setelah Kekuasaan dan Otoritas-Ku karena Aku adalah Alpha dan Omega, Pertama dan Terakhir, Aku lah Dia yang sekarang, dulu dan yang akan datang. Seperti yang kalian ketahui, Aku mencukupi diri Diri-Ku tetapi melalui Hati Perawan Maria-lah tempat mulainya Rencana Penebusan dan itu akan terus berlanjut sampai Aku mencapai Rencana Keselamatan-Ku.

Oleh sebab itu hormatilah Hati-Nya, hai kalian yang melanglang buana mengamuk karena mendengar Nama-Nya dan pahamilah bahwa Dia adalah Suka Cita Hati Kudus-Ku, Suka Cita Istana Surgawi-Ku. Pikiran-pikiran –Nya mulai dari saat Dia dikandung selalu berpadu dengan pikiran-pikiran-Ku; Hati-Nya yang berada dalam kepatuhan total kepada kehendak Bapa-Ku, merupakan doa-doa yang tak putus-putusnya, madah kasih yang tak berkesudahan, suatu adorasi kepada-Ku trinitaris Allah-mu, tetapi merupakan Satu dalam kesatuan hakekat.

Hari ini, di era akhir ini dimana pertempuran sedang berlangsung dashyat terhadap dua Hati Kami 6 dan terhadap anak-anak kami yang menjadi saksi Kebenaran, Aku berkata kepada kalian : datangilah Ibumu Yang Terberkati itu yang seperti induk ayam menyembunyikan anak ayam di bawah sayap-sayapnya, akan menyembunyikan kalian juga di bawah mantel-Nya.

Ah…tetapi begitu banyak dari kalian yang binasa bahkan sebelum kalian lahir, bersama dengan larangan-larangan kepada devosi yang kalian berikan kepada Hati Perawan-Nya ! Semua ini adalah karena doktrin manusia dan aturan-aturan rasionalistis, dimana kalian telah mengatur hati dan kehidupan kalian menurut kehidupan duniawi ini. O budak dari Dosa ! budak dari Uang ! Budak Setan ! anggaplah diri kalian mati dan busuk ! Dengan demikian, era hawa nafsu ini akan berakhir sekarang. Belumkah kalian mendengar bahwa semarak fajar pagi hari 7akan berkuasa dan bersinar dalam setiap hati yang telah dipersembahkan kepada Dua Hati Ilahi ini yang mana kalian akan memperoleh keilahian ? Ke-ilahi-an yang telah hilang dan jatuh pada ras manusia…Sejak dosa memasuki dunia melalui satu orang dan melalui kematian dosa, tetapi Rencana Penebusan-Ku akan disusun di dalam Hati Maria yang merupakan rekan Penebus, Hawa kedua, sempurna dalam Citra Allah sehingga Aku yang adalah Adam Baru akan menemukan Firdaus-Ku di dalam Hati-Nya yang Tak Bernoda.

Akankah Aku mendengar dari kalian, hai generasi :

“Hatiku sudah siap Tuhan untuk belajar mencintai dan menghormati Tabernakel yang membawa Hati Kudus-Mu. Memang benar bahwa sejak dari kandungan aku telah tersesat, Aku telah keliru sejak saat kelahiranku; seperti Esau, Aku telah melarikan diri dari Ibuku untuk mengejar kesenangan-kesenanganku dengan mengganggu orang lain; Aku justru mengandalkan kemampuan diriku sendiri; Aku membenci saudaraku karena berlainan dengan hatiku namun kini Aku berencana untuk menyenangkan hati Ibu kami dan tinggal dekat-Nya, menerima Rahmat-rahmat-Nya; Aku belum seperti Jacob dan keturunannya. Tuhan, hatiku kini siap untuk belajar dan mengasihi dengan penuh penghormatan Tempat Kudus dari Yang Paling Kudus sehingga tidak ada lagi tipu daya dan dengki yang memasuki rohku sama seperti Kain yang mengusik adiknya dan kemudian membunuhnya.”

“Aku akan berhenti mengejar mereka yang menjadi pengikut Hati-Nya yang Tak Bernoda dan kembali ke Perawan segala perawan serta menjadi Jacob kecil sehingga di dalam kemurahan Hati-Nya, Dia mencurahkan kepadaku Hati Tersuci dan Tak Bernoda, suatu rahmat melimpah sehingga jiwa ku, yang telah dimiliki-Nya akan bersorak-sorai dalam Kelimpahan-Nya yang membuat hatiku bagaikan perhiasan indah di dalam Perhiasan dari segala Yang Indah. Tuhan, Biarkan hatiku, bersemangat dan merindukan menatap Tempat Kudus-Mu, 8 untuk melihat kekuatan dan Otoritas-Mu, serta menatap kekayaan Tempat Kudus dan bersuka ria – Tuhan, jangan biarkan jiwaku lagi turun ke dasar bumi, seperti Kain atau Esau tetapi angkatlah jiwaku kepada Hati-Nya Yang Maha Suci untuk menjadi pewaris juga dengan menerima sama seperti Jacob, berkat surgawi” 9

Mari, biarkan pikiran-pikiran kalian dipenuhi oleh hal-hal surgawi sehingga kalian akan dapat memahami Kebijaksanaan apa yang sedang bersembunyi dari mu – untuk itu dibutuhan penyerahan diri dan pertobatan. Misteri yang dulu disembunyikan bagi generasi ini sekarang sedang dinyatakan kepada kalian – harapan kalian akan keselamatan sudah ada dalam jangkauanmu. Tidakkah kalian memperhatikan di era akhir ini, Ratu Perdamaian sedang melawat kalian dan dikawal oleh para Malaikat-Ku ? Tidakkah kalian memperhatikan bagaimana Hati Tak Bernoda-Nya sedang memproklamasikan Sabda-Ku kepada kalian semua dan menyiapkan Pemerintahan-Ku ? Tidakkah kalian memperhatikan bagaimana Hati Terberkati Bunda-Ku sedang melatih anak-anak-Nya dan membentuk mereka dari Hati ke Hati sehingga mereka siap untuk menyambut Kerajaan-Ku ? Tidakkah kalian menyadari bahwa dari Kekayaan-Nya, Dia sedang menyempurnakan kalian di dalam Hati-Nya demi Diri-Ku ? Aku telah memberikan kepada Ratu Surga dan bumi semua harta Kebijaksanaan di dalam Hati-Nya dan dari kekayaan ini, Dia memberikan secara berlimpah Rahmat-rahmat-Nya untuk menarik kalian keluar dari kekuatan kegelapan dan membuat kalian menjadi orang-orang kudus dan para rasul serta pejuang agar bergabung dengan-Nya dalam pertempuran besar di eramu ini. Dengan Kasih-Nya yang keibuan, Ratu Surga mencari semua cara untuk memperoleh kehendakmu sehingga kalian mendapatkan surga. Dia mengajar dan mengingatkan kalian bahwa kalian adalah anak-anak-Nya juga yang dengan rahmat kalian mewarisi istana para Kudus di surga dan Dia telah menyediakan kalian pula sebuah mahkota diantara para Kudus.

Tidak ada sesuatu apa pun yang tak dapat Ku-lakukan demi Kesenangan Hati-Ku, 10 sebab dari permulaan tidak ada perbedaan cara memandang sesuatu dalam diri-Nya dengan cara pandang Bapa-Ku, Aku dan Roh Kudus. Kehendak Kami 11 adalah kesatuan yang sempurna dengan Kehendak-Nya; Keinginan-Nya adalah Keinginan Kami – sebab Aku adalah Hati dari Hati-Nya, Jiwa dari Jiwa-Nya, Roh dari Roh-Nya. Tidakkah kalian mendengar Kesatuan Kami dalam Hati, Jiwa dan Roh ? Keadaan-Ku waktu di bumi, sebagai Allah-Manusia adalah Ilahi tetapi Aku patuh dan hidup di bawah kehendak Ibu-Ku dan Bapa Adopsi-Ku; Aku mengosongkan Diri-Ku sendiri agar menyerupai kondisi seorang budak dan menerima kematian; dan kalian hai generasi, tidakkah kalian mengerti bahwa Anggur yang sejati memberikan akar-akar-Nya di dalam Kebun Anggur 12 Bapa-Ku ? dan Mempelai Roh Kudus, kota Allah, 13 Tanah Terjanji, adalah Bunda kalian pula yang kepada-Nya lah kalian berhutang budi ? Oh, generasi, bagaimana hati kalian bisa sampai mengambil langkah yang salah agar jauh dari Perantaraan-Nya ?

Tidakkah kalian membaca : “Tuhan Allah akan memberikan kepada-Nya mahkota dari leluhur-Nya Daud ? 14 Ratu Surga dan bumi adalah Tahta-Ku juga; Dia adalah Singgasana Rajamu yang dulu menjadi daging dari keturunan Daud…Tuhan Allahmu, “akan menguasai seluruh Rumah Jacob selama-lamanya dan, Kerajaan-Nya tak akan berkesudahan.” 15 Jacob jaman ini adalah putra-putri-Ku, para rasul di akhir jaman, dan para Kudus, yang melalui Hati Bunda-Ku dibangkitkan dan dibentuk untuk menjadi se-hati bersama Kami selama-lamanya, agar Kerajaan-Ku dalam hati mereka tidak akan berkesudahan. Jadilah satu.


1 Hawa kehilangan pintu masuk ke Surga bagi dirinya sendiri dan anak-anaknya

2 Maria memperoleh Surga untuk anak-anaknya melalui Penebusan dan pengorbanan Jesus Kristus

3 Maksud Yesus adalah bahwa Bunda Maria akan membentuk mereka

4 Iblis

5 Amanat Fatima, pada akhirnya Hati-Ku lah yang akan menang

6 Kiasan dalam Wahyu 11 tentang Dua Saksi

7 Maksud Yesus bahwa Pemerintahan-Nya akan datang

8 Hati Maria

9 Semua ini seperti sebuah pengakuan yang diberikan kepada kita oleh Yesus sehingga kita dapat mengatakannya.

10 Maria, Bunda kita Yang Terberkati

11 Trinitas Suci

12 Bunda kita Yang Terberkati

13 Bunda kita Yang Terberkati

14 Luk 1 : 32

15 Luk 1 : 33

Kembali ke Tradisi Suci Gereja

MENEGAKKAN KEMBALI TRADISI SUCI DAN KEMURNIAN GEREJA

By Leonard T. Panjaitan

Gereja saat ini sudah hampir berusia 2000 tahun semenjak Gereja Perdana berdiri sekitar thn 50 pada saat Pantekosta pertama. Pada masa awal berdirinya Gereja, kehidupan spiritual segenap gembala dan umat mengalami masa kejayaan dengan kehidupannya yang penuh kerendahan hati dan kemurnian. Gereja saat itu masih bersatu, Orthodox dan Roma bak dua pondasi kuat dari Rumah Tuhan yang selalu menopang satu dengan lainnya sehingga menghasilkan suatu sinergi. Perbedaan antar kedua Gereja selalu bisa diselesaikan secara damai tanpa harus menjadi skismatik (pecah). Namun akhirnya Gereja pun tak luput dari berbagai cobaan dan hambatan bahkan seiring berjalannya waktu Rumah Allah ini mengalami keretakan yang berpuncak pada thn 1054 ketika Batrik Konstantinopel Michael Cerularius dan Kardinal Humbertus saling mengutuk. Perpisahan yang menyakitkan ini dilatarbelakangi oleh berbagai perselisihan teologis yang cukup rumit semenjak abad 5 M antara lain disebabkan oleh masalah filioque dan supremasi-jurisdiksi Paus.

Dalam perjalanan waktu setelah Gereja terbelah menjadi Barat dan Timur, Gereja Katolik Roma berusaha menunjukkan jati dirinya sebagai suatu “organisme” yang hidup dalam sebuah “ekosistem”. Sejak jaman abad pertengahan Gereja selalu berusaha menyesuaikan diri dengan ekosistem dunia yang penuh perubahan dalam kehidupan bermasyarakat dan bahkan kadang-kadang menunjukkan gejolak progresif atau radikal. Kehidupan modern dalam “ekosistem” sosial politik dunia ternyata sangat mempengaruhi kehidupan Gereja Katolik Roma sebagai sebuah lembaga keagamaan yang dinamis sejalan dengan tuntutan dan pemikiran masyarakat yang terus-menerus berkembang. Namun perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dunia cenderung rasionalistis serta meninggalkan segala sesuatu yang bersifat Tradisi. Sebagai contoh pada jaman Pencerahan atau Aufklarung dimana istilah ini dikenakan kepada aliran/gerakan pemikiran yang muncul pada abad-abad 17 dan 18 di Eropa khususnya di Jerman. Pelopor-pelopornya antara lain H.S Reimarus, G.E Lessing dan J.G Herder. Pencerahan menentang semua agama supranatural dan meyakini bahwa akal manusia cukup untuk membawa manusia kepada kebahagiaan. Mereka percaya kepada Allah, kebebasan dan kekekalan sejauh sesuai dengan akal, tetapi mereka menolak dogma Kristen dan bermusuhan dengan Katolisisme maupun Protestanisme klasik yang dipandang sebagai kuasa yang membutakan kemampuan akal manusia. Mereka mengeluarkan elemen-elemen yang bersifat tradisional dan mistis dari Kitab Suci, sehingga yang tinggal hanyalah elemen sejarah murni. Yang terpenting dalam Yesus Historis adalah keprihatinan etis yang kuat (humanisme) sementara aspek eskatologis dilemahkan. Gerakan ini secara embrio dimulai oleh Friedrich Schleiermacher (1768-1834) dan mencapai pematangannya pada pemikiran Adolf von Harnack (1851-1930) dimana menjadi cikal bakal pemikiran Yesus Historis atau Yesus Sejarah yang membantah Yesus sebagai Tuhan (Kamus Sejarah Gereja, F.D Wellem, BPK, 1997 hal.22; Kamus Teologi, G.O’Collins SJ dan Edward G. Farrugia SJ, Kanisius, 1996, hal.265-266).

Selanjutnya gerakan rasionalisme dan humanisme yang mengandalkan akal manusia mulai menembus aspek kehidupan Gereja yang penuh dengan unsur tradisional. Secara liturgis dan sakramental Gereja mencoba mereposisi diri. Konsolidasi banyak dilakukan Gereja melalui berbagai Konsili untuk menjawab tantangan peradaban. Salah satu dampak rasionalisme yang mengerogoti Tradisi Suci yang disorot oleh penulis pada kesempatan ini adalah Sakramen Ekaristi (komuni 2 rupa) dalam konteks Perjamuan Kudus, posisi Tabernakel dalam disain interior Panti Imam serta etika berpakaian umat.

Komuni 2 (dua) rupa dalam Konteks Perjamuan Kudus

Ada baiknya kita melihat sejarah singkat Ekaristi-Komuni 2 rupa ini sehingga desakan saya kepada Gereja untuk memberlakukan kembali Tradisi Suci ini secara lengkap menjadi jelas. Tujuh sakramen dalam Gereja mengalami peneguhannya pada Konsili Trente (1543-65) di Italia. Konsili Trente yang pada awalnya diadakan untuk melawan reformasi Luther menjadi ajang untuk merumuskan kembali ajaran-ajaran atau doktrin Gereja Katolik. Mengenai karya Luther dalam reformasi, dalam buku The Church in Crisis : A History of General Councils : 325 – 1870, karya Mgr Philip E.Hughes, Random House, 1960 dikatakan :

This, indeed, ever since Luther’s famous tract, The Babylonian Captivity of the Church (1520) had been the main point of the Protestant assault, in this sense, that what was challenged here was what every man could appreciate immediately, namely, the actual practice of the religion instituted by Christ our Lord.

Konsili Trente jelas mengutuk Luther dan karya-karyanya yang kemudian Gereja merumuskan kembali ajaran-ajaran-Nya secara jelas. Definisi Sakramen Ekaristi mengalami pendalaman makna dengan penambahan istilah Transubtansiasi yang mana Konsili mengatakan :

As to the doctrine called the Real Presence, the council condemns: those who, denying that Jesus Christ, God and Man, is truly, really, substantially present in the sacrament of the Holy Eucharist, hold instead that He is only present as in a sign or image or manifestation of power (in virtute); those who say that the substance of the bread and the wine remains along with the body and blood of Christ, denying that marvellous and unique changing of the whole substance of the bread into the Body [of Christ] and the whole substance of the wine into [His] Blood, while the appearance of bread and wine still remain–the change which the Catholic Church most suitably calls Transubstantiation. (opcit, Philips E.Hughes, 1960).

Dengan kata lain Transubtansiasi adalah perubahan secara substansial Roti dan Anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus setelah konsekrasi dilakukan. Lebih khusus lagi Konsili Trente “memperlunak” makna komuni 2 rupa dengan mengatakan :

The Council denies that there is a divine command that all shall receive Holy Communion under both the forms, i.e., of wine as well as of bread, and that it is a necessary sacrament for little children. It condemns those who deny that the whole Christ is received when Holy Communion is received under the form of bread alone. (opcit, Philips E.Hughes, 1960).

Sementara itu dalam Katekismus Gereja Katolik yang disahkan oleh Paus Johanes Paulus II tanggal 25 Juni 1992, pada nomor 1389 dikatakan :

Karena Kristus hadir secara sakramental dalam setiap rupa itu, maka seluruh buah rahmat Ekaristi dapat diterima, walaupun komuni hanya diterima dalam rupa roti saja. Karena alasan-alasan pastoral, maka cara menerima komuni inilah yang paling biasa di dalam ritus Latin. Tetapi “arti perlambangan komuni dinyatakan secara lebih penuh , apabila ia diberikan dalam dua rupa. Dalam bentuk ini lambang perjamuan Ekaristi dinyatakan atas cara yang lebih sempurna (IGMR 240 – Missale Romanum). Di dalam ritus-ritus Gereja-gereja Timur cara menerima komuni macam inilah yang biasa dipergunakan.

Sebelumnya katekismus nomor 1384 mengatakan :

Tuhan menyampaikan kepada kita suatu undangan yang sangat mendesak supaya menyambut Dia dalam Sakramen Ekaristi : “Aku berkata kepadamu sesungguhnya jikalau kamu tidak makan dagin Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu” (Yoh 6:53).

Kemudian dalam Pedoman Umum Misale Romawi (terjemahan Komisi Liturgi KWI dari Institutio Generalis Missalis Romani, editio typica tertia 2000) nomor 281 berbunyi :

Sebagai tanda, komuni kudus mempunyai bentuk yang lebih penuh kalau disambut dalam rupa roti dan anggur, sebab komuni-dua-rupa itu melambangkan dengan lebih sempurna perjamuan ekaristis.

Dilanjutkan nomor 282 :

Para gembala umat beriman hendaknya berusaha agar orang-orang beriman yang menyambut komuni-dua-rupa atau yang tidak menyambut diingatkan akan ajaran katolik tentang komuni kudus sesuai dengan dokumen Konsili Trente. Terutama hendaknya ditekankan bahwa baik dalam komuni-roti maupun komuni-anggur seluruh sakramen dan seluruh Kristus disambut seutuhnya. Jadi, orang yang komuni hanya dalam satu rupa, sama sekali tidak dirugikan karena mengira tidak mendapat cukup rahmat yang perlu untuk keselamatan.

Dari beberapa kutipan di atas sebenarnya secara eksplisit dan sadar Gereja Katolik Roma menganjurkan komuni 2 (dua) rupa. Tradisi Suci seperti komuni harus diletakkan pada konteks Perjamuan Kudus bukan pada sisi pragmatisme yang selama ini diyakini sebagai alasan Gereja untuk menjadikan komuni 1 (satu) rupa sebagai bentuk utama dari sakramen ekaristi. Yang anehnya, mengapa katekismus nomor 1390 jelas menganjurkan komuni 2 rupa namun prakteknya hanya satu rupa saja ? Apakah ini bukan suatu ambivalensi atau ambiguitas dari kebijakan Gereja melihat Tradisi suci ini ? Mengapa pula anggur menjadi momok yang merepotkan Gereja sehingga hanya dijadikan opsi pastoral ? Lalu dimanakah kesetiaan kita semua terhadap Tradisi Suci ini ?

Menurut saya semua ini diakibatkan oleh Rasionalisme manusia yang berlebihan yang ingin menyederhanakan segala sesuatu sesuai kebutuhan manusia modern. Secara historis sebenarnya penyederhanaan ekaristi dengan memakai komuni 1 (satu) rupa dimulai sejak keputusan konsili Trente. Konsili ini sebenarnya penuh dengan muatan politis yang dicampur dengan aroma doktriner kental yang ingin menghajar habis “kesesatan” reformasi Luther. Kita harus memberi salut terhadap bapa-bapa Gereja kita yang cukup aktif mempertahankan keseluruhan ajaran atau dogma Gereja terhadap sebagian besar karya Luther yang memang “keblinger”, cuma semangat mereka mungkin berlebihan sehingga berani mengubah aspek teologis yang sangat terikat pada nilai-nilai Tradisi Suci seperti komuni 2 rupa ini. Secara biblis pun dalam Mat 26 : 26 – 29; Mrk 14 : 22 – 25; Luk 22 : 15 – 20; 1 Kor 11 : 23 – 25 , Kristus memerintahkan kita untuk melakukan komuni 2 rupa ini dengan roti dan anggur sebagai peringatan dan perjanjian yang dimeteraikan oleh darah-Nya. Darah-Nya yang ditumpahkan dari atas Salib bukanlah sia-sia. Kita wajib meminum-Nya. Konteks sakramen ekaristi dalam perjamuan kudus harus tetap kita junjung tinggi. Secara logis-spiritual, Perjamuan kudus seharusnya menjadi perjamuan yang utuh dan lengkap dengan unsur roti dan anggur yang menjadi santapan rohani setiap umat. Tanpa adanya anggur, perjamuan kudus menjadi kurang sempurna karena Tubuh berfungsi untuk menghapus dosa-dosa manusia sementara Darah untuk dicurahkan untuk membawa perdamaian yang mana kedua unsur tersebut bersatu demi menyelamatkan kita. Komuni yang asal katanya adalah communio yang berarti persatuan-persaudaraan menghasilkan implikasi kuat pada proses panunggalan antara manusia dengan Kristus yang terjadi lewat communio atau persatuan tubuh dan darah Kristus yang kita makan dan minum. Tubuh dan darah menjadi satu paket yang tak terpisahkan satu sama lainnya. Memang ada beberapa kondisi tertentu dimana komuni dapat diberlakukan dalam 1 (satu) rupa seperti kepada orang sakit, tahanan-tahanan yang ada di penjara, orang-orang yang bertugas di tempat terpencil seperti laut, gunung, hutan dsb. Hal ini tidak mengurangi makna penerimaan Kristus secara lengkap. Namun hendaknya komuni 1 (satu) rupa jangan menjadi bentuk liturgi ekaristi yang kemudian bersifat permanen dalam ritus Latin.

Perjamuan kudus yang diselenggarakan setiap misa hari minggu, hari pesta para Kudus bahkan hari besar Gereja seharusnya sempurna. Pejabat Gereja hendaknya jangan membodohi umat dengan retorika rasionalistis yang membenarkan bahwa roti atau hosti itu cukup sah dalam sakramen ekaristi sementara sang imam meminum darah Kristus sendirian di altar perjamuan. Akan menjadi agak ganjil bila pada saat imam mengatakan inilah Tubuh dan Darah Kristus sementara umat tak mendapat kesempatan mencicipi sedikit pun anggur itu. Seperti kata pepatah there is a will, there is a way, asal uskup dan imam bersemangat dan beritikad baik maka secara teknis pemberian anggur itu tidak rumit dan pun tidak akan mengakibatkan dosa sakralegis seperti yang ditakutkan selama ini. Metode pemberian anggur sudah secara eksplisit dijabarkan dalam Pedoman Umum Misale Romanum nomor 284 sampai 287 dan ini menjadi tugas para uskup diosesan untuk mengembalikan komuni 2 rupa ke dalam liturgi ekaristi. Dengan demikian dilihat dari kaca mata teologis, alasan pemberian komuni satu rupa sangat tidak kuat, oleh sebab itu perlu ada gerakan “formasi” (bukan reformasi) agar komuni 2 rupa itu diberlakukan kembali secara sempurna dalam liturgi demi kesetiaan kita pada Tradisi luhur yang telah digariskan oleh para bapa Gereja sejak dulu kala.

Posisi Tabernakel di Ruang Ibadat

Hal lain yang mungkin sederhana namun memiliki implikasi luas adalah masalah penempatan Tabernakel dalam area panti imam. Posisi yang sangat ideal yang menunjukkan kesetiaan dan keyakinan kita kepada Kristus adalah letak Tabernakel yang harus berada di tengah-tengah panti imam atau sanctuary di mana persisnya Tabernakel ini berada tepat di tengah-tengah membelakangi altar. Mengapa posisi atau letak Tabernakel ini menjadi suatu usaha penegakkan kembali Tradisi Suci ? Hal ini adalah karena Kristus sungguh tinggal atau hadir dalam Tabernakel dimana Ekaristi Suci tersimpan. Keberadaan Tabernakel di tengah-tengah area panti imam dan bukan di ruang lain yang terpisah menggambarkan Yesus sebagai pusat atau jantung Gereja yang terlihat oleh semua umat yang hadir. Mengenai Tabernakel Kitab Hukum Kanonik nomor 938 mengatur sebagai berikut :

Art 1. Ekaristi mahakudus pada umumnya hanya disimpan dalam satu tabernakel dari suatu gereja atau tempat ibadat.

Art 2. Tabernakel, di mana disimpan Ekaristi mahakudus, hendaknya terletak pada suatu bagian gereja atau ruang ibadat yang utama, tampak, dihias pantas, layak untuk doa.

Lalu artikel ke-4 mengatakan, atas alasan yang kuat, Ekaristi mahakudus boleh disimpan di tempat lain yang lebih aman dan pantas, terutama pada malam hari.

Dari tiga ayat Kanonik di atas, Gereja memang tidak secara tegas mengatakan bahwa letak Tabernakel harus berada di tengah-tengah ruang ibadat utama. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh arsitektur Gereja yang mengikuti alur modernisme sehingga nampak kurang memberikan penghormatan yang layak terhadap tempat tinggal Kristus ini. Gembala dan domba-domba pun selayaknya menyadari bahwa sentral liturgi di Gereja harus tertuju kepada Tabernakel dengan sikap yang sopan dan pantas selama mengikuti jalannya misa. Ada beberapa kasus dimana Tabernakel hanya demi alasan keamanan atau ketenangan digeser ke samping atau bahkan berada di belakang jauh dari panti imam atau altar. Contoh seperti ini ada pada Katedral Lady of Angels di Los Angeles AS, sementara di Indonesia sendiri saya mengharapkan Gereja-gereja partikular meletakannya berada tepat di tengah-tengah sanctuary. Kalau pun ada Gereja yang menaruh Tabernakel seperti yang dilakukan Katedal LA itu maka perlu dipertanyakan apakah Uskup atau Kardinal itu sudah “meminta persetujuan” dari Yesus ?

Kita semua harus waspada bahwa di era akhir jaman ini sebab setan sedang melancarkan tipu daya yang dashyat kepada semua orang bahkan kepada Gereja sendiri sehingga Tubuh Mistik ini ikut terkena asapnya yang mengandung unsur rasionalisme, modernisme dan kemudian menggumpal menjadi atheisme. Iblis sedang menaburkan benih-benih pemberontakan kepada domba-domba termasuk para gembala Gereja sehingga mengaburkan arti Tradisi suci menjadi hanya sebuah legenda atau mitos masa lalu.

Etika Berpakaian di dalam Gereja

Saat ini sering kali kita melihat umat datang ke Gereja dengan berpakaian yang kurang sopan atau pantas. Mungkin karena kita terlalu sering berpolemik mengenai aturan atau prosedur liturgi ekaristi sehingga kita kurang memberikan waktu untuk membahas kembali kepantasan berpakaian kepada umat pada saat hadir di dalam Gereja. Masalah berpakaian ini sebenarnya adalah hal yang klasik atau mungkin sepele hanya saja hal ini dapat mengurangi makna kehadiran kita di Rumah Allah. Berada di Rumah Allah tentu tidak sama jika kita berada di rumah sendiri atau di tempat lain. Umat harus menyadari bahwa unsur kesopanan mutlak perlu dipertimbangkan apabila kita menghadiri misa di Gereja. Kesopanan bukan berarti kita harus memakai pakaian yang mahal atau menarik namun lebih pada kesadaran etis terhadap norma-norma masyarakat setempat yang diyakini beradab. Banyak dari antara umat Katolik khususnya generasi muda yang datang ke Gereja dengan berpakaian hendak ke kampus, tempat olah raga, diskotik, atau tempat hiburan lainnya. Pemandangan dengan berpakaian “ala kadarnya” ini sungguh tidak menghormati kehadiran Allah di tengah-tengah mereka yang seharusnya kita memberikan penghormatan yang layak kepada Raja kita Yesus Kristus.

Etika berpakaian hendaknya mengacu pada kaidah-kaidah atau norma-norma budaya setempat. Sebagai contoh, masyarakat Papua yang masih tradisional dengan memakai koteka tentu tidak akan mungkin kita paksakan untuk memakai pakaian yang pantas seperti layaknya masyarakat di kota Jakarta. Dan etika berpakaian ini pun bukan suatu usaha untuk menyeragamkan pola pakaian yang harus dikenakan umat. Etika ini harus menjadi suatu kesadaran baik di tingkat gembala dan domba. Ini membutuhkan suatu usaha dari kedua belah pihak untuk bersama-sama merumuskan etika berpakaian yang pantas dan sopan.

Gereja di Era Akhir Jaman : Berakar pada Kemurnian-Nya

Kemurnian Gereja terletak pada kerahiman dan kerendahan hati segenap gembala yang menjadi penuntun spiritual para putra-putri-Nya. Gereja adalah batu karang, dan inilah yang harus terus-menerus kita camkan di dalam hati seluruh anggota Tubuh Mistik ini. Kita semua pasti mengetahui bahwa batu karang itu tahan guncangan, kuat terhadap terpaan dan kokoh menghadapi gelombang air laut. Gereja seperti yang diwariskan Yesus kepada Petrus –yang berarti batu karang- seharusnya mengambil sifat-sifat sejati batu karang tersebut. Terpaan serta gelombang materialisme, dan rasionalisme yang gencar merasuk pikiran dan hati manusia di era akhir ini jangan sampai merobohkan semangat Gereja yang tercermin dalam sikap dan tingkah laku para anggotanya baik para pemimpin maupun yang dipimpin. Di era akhir ini dunia semakin menunjukkan keliarannya, semakin tidak bersahabat dengan manusia. Ya, sejatinya memang kita tidak boleh bersahabat dengan dunia sebab sejak dulu dunia telah memusuhi Allah kita. Kekayaan semu yang ditawarkan dunia jangan kita terima sebab itu akan mengarahkan kita semua pada atheisme yang berbuah kehancuran total iman manusia.

Namun Gereja pun tak luput dari godaan-godaan duniawi berupa kedagingan yang menggerayangi spiritualitas sebagian imam, uskup dan kardinal. Beberapa kasus tampak di depan mata, ketika tahun 2002 lalu terungkap beberapa imam dan uskup melakukan kekerasan seksual pada anak-anak kecil di AS. Gereja telah ternoda dan Petrus (baca Paus) sebagai vicar of Christ sangat terpukul yang tentunya semakin menambah beban beliau. Belum lagi peristiwa-peristiwa yang mungkin masih tertutup rapat yang kalau dibuka dapat memalukan serta mencemari Tubuh Kristus ini. Kebengalan sifat-sifat Esau dan pengkhiatan Yudas mungkin telah bertengger di dalam Gereja kita. Mungkin sudah kita sadari pula bahwa akan terjadi “pertempuran” kardinal melawan kardinal, uskup melawan uskup serta imam melawan imam. Dulu Gereja pada masa awalnya begitu gemilang dimana seluruh para gembala begitu menggantungkan harapan dan tindakannya kepada Kristus tanpa sedikit pun ragu-ragu bahkan melawan atau memberontak bila terjadi perbedaan pendapat diantara mereka. Gereja pun dulu memiliki masa kejaayan dengan tongkat gembala hanya satu sampai kemudian terbelah menjadi dua bagian dan akhirnya pecah berkeping-keping yang ditandai dengan maraknya gereja-gereja protestan. Namun di era ini nampaknya Gereja sedang mengalami masa sulit yang bahkan belum pernah dialami sebelumnya.

Oleh sebab itu Gereja sekarang harus dibangun kembali di atas batu karang, batu yang berisi ajaran-ajaran serta tradisi-tradisi lama yang berupa kasih, kerendahan hati, kejujuran, kerahiman serta ketaatan. Silih atau perbaikan besar-besaran harus dilakukan oleh segenap umat beriman untuk mengembalikan kemurnian Gereja ini seperti dulu kala. Umat awam selayaknya memperbanyak doa-doa pribadi, keluarga maupun persekutuan doa dan mempersembahkan seluruh biarawan/wati, imam, uskup, kardinal kepada Hati Kudus Yesus dan Maria. Nama Paus Johanes Paulus II pun harus sering kita sebut dalam setiap doa. Hendaknya kita tidak khawatir di era akhir ini sebab di masa sulit seperti ini sebenarnya era ini adalah era kerahiman atau era kasih. Allah sedang membangkitkan orang-orang dari kematian spiritual demi keselamatan kita semua. Untuk itu para gembala dan domba segera menyerap kerahiman-Nya dan membuka hati kita buat Roh Kudus sehingga kita dapat merasakan kehadiran-Nya yang luar biasa di dunia ini. You’ll never walk alone, ini motto yang memang harus kita camkan bahwa Kristus memang tidak pernah meninggalkan kita bahkan disaat kita murtad sekalipun Dia masih mengasihi. Kenalilah bahwa akhir jaman sudah diambang pintu, pohon ara telah bertunas. Dunia pasti akan berakhir namun Sabda-Sabda Allah akan bertahan selama-lamanya. Gereja akan hidup kembali.

Masalah Monopoli POS

Pos Indonesia vs Kurir Express : Monopoli vs Pasar Bebas

“Pertempuran” Klasik Dalam Bisnis Jasa Delivery di Indonesia

Oleh Leonard T. Panjaitan *)

“Berilah kami hak ekslusif”, begitulah kata Hana Suryana, Dirut PT Posindo ketika melakukan dengar pendapat dengan Komisi I DPR tanggal 10 September 2006 lalu. Hak eksklusif yang dimaksud oleh mantan Kawilpos IV Jakarta ini adalah pemberian layanan delivery surat sampai dengan berat 500 gram per pucuk. Ini berarti mencakup semua warkat pos, kartu pos milik pemerintah dan juga dokumen. Dalam kata lain, perkataan sang Dirut adalah dalam rangka monopoli bisnis pengantaran surat secara nasional. Posindo berkilah bahwa pemberian hak monopoli ini adalah suatu kompensasi dari peran Posindo sebagai penyedia jasa pengiriman surat sampai ke seluruh pelosok wilayah Indonesia.

Permintaan Posindo di atas ini diajukan dalam rangka revisi UU No.6 th 1984 tentang Pos yang sekarang sedang digodok di DPR. Menurut UU tersebut, pasal 4 ayat 1 berbunyi : “Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) [maksudnya Posindo-red] adalah satu-satunya badan yang bertugas menerima, membawa dan/atau menyampaikan surat, warkatpos, serta kartupos dengan memungut biaya”. Selain pasal ini, terdapat Surat Keputusan Menteri Parpostel No : KM.38/PT.102/MPPT-94 tentang Pengusahaan Jasa Titipan, yang mana pasal 13 ayat 2 berbunyi : Penyelenggara [Perusahaan jasa titipan-red] dilarang untuk menerima, membawa dan/atau menyampaikan kiriman berupa korespondensi bisnis yang bersifat aktual dan pribadi antara Bank dan nasabah, antara pengusaha dan kliennya, kecuali perjanjian kerjasama/kontrak, bill of lading, saham, akta, sertifikat, ijazah, skripsi, makalah, proposal dan laporan perusahaan.

Pada kesempatan yang terpisah, Asperindo [Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia] menyatakan keberatan dengan usulan PT. Pos Indonesia. Hal ini disebabkan monopoli dilarang dalam UU No. 5 th.1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Hal senada juga dikatakan oleh Soy Pardede, salah satu anggota KPPU [Komisi Pengawas Persaingan Usaha], bahwa rencana hak monopoli ini tidak sejalan dengan UU anti monopoli dimaksud. Tanpa mengurangi rasa hormat, pemberian hak ini akan mengikis habis bisnis kurir swasta khususnya sektor persuratan, yang kemudian berujung pada melonjaknya angka pengangguran. Menghadapi banyaknya pihak-pihak yang menentang, Posindo tetap bersikeras bahwa hak monopoli ini perlu diterapkan mengingat lebih dari 90% negara lain di dunia menerapkan aturan main yang sama. Negara tetangga seperti Malaysia, Australia, Singapura menjamin hak ekslusif layanan mail delivery pada operator milik pemerintah ybs. Bahkan Pemerintah AS yang sekali pun “mahaguru” pasar bebas masih menjamin pengelolaan tunggal jasa mail delivery pada USPS [United States Postal Service].

Inilah dilemma yang saat ini sedang dihadapi oleh Posindo, operator publik perposan yang sejak tahun 1887 sudah bergabung dengan badan pos dunia, UPU [Universal Postal Union]. Bahkan ketika itu RI belum lahir alias masih bernama Hindia Belanda. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, secara historis, Posindo telah banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional khususnya sebagai distributor informasi-berita-uang mulai dari sabang sampai merauke. Oleh sebab itu apa dan bagaimana seharusnya kita menempatkan Posindo dalam konteks bisnis yang sehat dan kompetitif ?

Sekilas Tentang Manajemen Pos di Dunia

Sebelum kita menemukan sebuah win-win solution untuk permasalahan antara Posindo dengan kurir swasta maka alangkah baiknya kita melihat aturan main perposan di beberapa negara di dunia, antara lain AS, Eropa, Australia dan Malaysia.

1. Amerika Serikat

Di AS, USPS [United States Postal Service] yang adalah kantor pos resmi milik pemerintah. Bahkan USPS merupakan cabang eksekutif pemerintahan yang independen. USPS didirikan tahun 1775 dengan Postmaster General [semacam Dirut Posindo-red] pertama adalah mantan Presiden AS, Benjamin Franklin. USPS dijamin oleh seperangkat hukum yang bernama The Private Express Statutes [PES]. Undang-undang tersebut melegalisasi dan memberikan hak monopoli pengiriman surat melalui kantor Pos AS. Pengecualian diberikan untuk beberapa layanan delivery seperti : surat-surat berkategori extremely urgent, lawful private carriage, free delivery, special messenger service dan cargo delivery. Definisi surat menurut PES adalah pesan yang ditujukan secara spesifik kepada seseorang atau alamat dan dicatat di dalam atau pada suatu objek yang nyata. Namun ada beberapa eksepsi terhadap terminologi surat yang mana pihak kurir swasta di AS dapat melakukan mail delivery. Dalam hal ini istilahnya adalah material yang tidak dianggap sebagai surat, yakni telegrams, instrument keuangan seperti : check, draft, promissory notes, bonds, stock sertificate, securities, title policies, dan insurance policies. Di samping itu, pengecualian mencakup : surat khabar, buku-buku dan catalog yang terdiri dari 24 halaman atau lebih, buku telepon, stiker, tags, label, bahan-bahan yang berkaitan dengan computer, printer, stasioneri dan juga material yang berkaitan dengan fotografi, film, musik.

Sistem monopoli Pos AS dengan dukungan 700.000 pegawai telah memberikan pendapatan sebesar $ 69 miliar tahun 2004. Sistem ini melahirkan sejumlah kritik, salah satunya datang dari pemenang hadiah nobel bidang ekonomi Milton Friedman. Dia berujar, “tidak ada alasan apa pun untuk membenarkan monopoli publik seperti kantor Pos ini”. “Membawa surat secara teknis adalah tindakan monopoli dan pemerintah setidak-tidaknya telah melakukan perbuatan iblis tersebut”, lanjutnya. Oleh sebab itu, banyak ekonom dan pelaku pasar bebas menuntut pemerintah AS melepaskan monopoli dan membiarkan orang-orang masuk ke dalam bisnis jasa delivery. Menanggapi kritik seperti ini, Pos AS berkilah bahwa monopoli diperlukan untuk menyediakan jasa system perposan yang ekonomis dan dapat menjangkau seluruh wilayah termasuk area terpencil pada saat yang sama. Kalau sampai kurir swasta masuk dalam bisnis pengantaran maka Kantor Pos AS tidak akan bisa mengantar surat-surat milik masyarakat ke seluruh area dengan harga yang sama.

2. Australia

Sistem monopoli yang sama juga dianut oleh Australia melalui Australian Post [AP]. Monopoli dibatasi pada surat dengan berat sampai 250 gram per pucuk atau kurang dari 4 kali tarif rata-rata surat standar. Dengan menikmati monopolinya serta ditunjang dengan pegawai yang berjumlah ± 34.800 orang, sepanjang tahun 2005 lalu AP meraup pendapatan $ 4,32 miliar, profit sebesar $ 524,5 juta. Selain itu, sebesar $ 286 juta diberikan kepada pemerintah Australia sebagai dividen. Pendapatan sebesar itu merupukan output dari 4,97 miliar pucuk surat yang dikirim, atau rata-rata sebesar 20 juta pucuk per hari. Tingkat kesuksesan penyampaian surat rata-rata sebesar 94,9%.

3. Malaysia

Selain Australia dan AS, negara tetangga kita Malaysia juga menerapkan sistem monopoli Pos. Perangkat hukum yang bernama Postal Services Act 1991 ini mengatur Pos Malaysia Berhard sebagai operator resmi pemerintah untuk menyediakan layanan pengantaran surat. Surat didefinisikan sbb : setiap bentuk atau komunikasi tertulis atau dokumen lain yang ditujukan kepada seseorang tertentu atau ke alamat tertentu dan yang diantar selain menggunakan sarana elektronis; surat termasuk juga paket surat, paket bungkusan, sampul atau bahan-bahan yang mengandung bentuk komunikasi. Di lain pihak, kurir swasta diperbolehkan menjadi operator jasa delivery surat melalui ijin khusus yang dikeluarkan oleh menteri komunikasi Malaysia. Namun kurir swasta tak perlu meminta ijin untuk delivery dengan kategori antara lain : surat khabar, iklan, trade announcement, surat yang dikirim oleh karyawan dari si pengirim, surat yang diantar secara gratis, surat-surat dengan berat lebih dari 2 kg per pucuk. Hingga 01 September 2006 terdapat 109 kurir yang telah mendapat ijin dari pemerintah Malaysia.

4. Jerman

Sebaliknya dengan monopoli, beberapa negara di Eropa telah mengubah kebijakan mereka di sektor perposan dengan membuka pasar yang kompetitif. Hal ini mengakibatkan beberapa negara, manajemen Pos menganut sistem liberal, privatisasi atau setengah privatisasi. Sebagai contoh Jerman, Kantor Pos Jerman resmi milik pemerintah dulu bernama Deutsche Bundespost [DB] yang didirikan tahun 1974. Kantor pos ini lebih dikenal dengan sebutan Deutsche Post. Sampai tahun 1989 Deutsche Bundespost merupakan perusahaan negara. Melalui reformasi pada tanggal 1 Juli 1989, Bundespost dipecah menjadi 3 divisi, yakni : DB Postdienst untuk jasa pos, DB Telekom untuk jasa komunikasi dan DB Postbank untuk jasa bank pos. Baru pada tanggal 1 Januari 1995, kantor pos Jerman DB Postdienst diprivatisasi sehingga menjadi Deutsche Post AG. Singkat kata, Deutsche Post AG beroperasi melalui 4 divisi bisnis, salah satunya adalah menggunakan brand DHL yang mengurusi jasa express, kurir, parcel, logistik ke seluruh dunia. Saat ini Deutsche Post AG melayani kiriman rata-rata kiriman surat 70 juta pucuk per minggu hanya di Jerman. DHL kemudian diprivatisasi tahun 2000 dan sekarang telah menjelma menjadi salah satu provider logistik terbesar di dunia.

5. Belanda

Negara ini menganut sistem liberal dalam pengelolaan Pos. Secara historis, Ducth Post atau yang dilebih dikenal dengan nama PTT Post, adalah badan Pos milik pemerintah Belanda yang berdiri tahun 1799. Baru pada tanggal 1 Januari 1989, PTT Post dan PTT Telecom membentuk induk perusahaan baru dengan nama KPN. Pada bulan Desember 1996, PTT Post mengakuisisi TNT, sebuah perusahaan dari Australia. Pada tahun 1998 KPN dipecah menjadi 2, yakni PTT Post dan PTT Telecom. TNT dan PTT Post menjadi TNT Post Group [TPG]. Sementara PTT Telecom menjadi Royal KPN NV. PTT Post dan TNT kemudian menggunakan brand TPG dalam layanan bisnis jasa pengiriman surat. Pada tahun yang sama, TPG menjadi mail company pertama yang go public di bursa-bursa saham Eropa. Pada tanggal 1 Mei 2002, PTT Post kembali mengubah namanya menjadi TPG Post.

Goliath vs David : PT. Pos Indonesia vs Kurir swasta

Melihat sekilas Posindo dalam industri jasa pengiriman maka kita seakan melihat sosok Goliath dalam “pertempuran” dengan kurir di industri jasa delivery. Secara histrois, kantor pos di Indonesia telah hadir pada zaman pemerintah Hindia Belanda. Masuk menjadi anggota UPU [Universal Postal Union] pada tanggal 01 Mei 1877, kini Posindo telah menjelma menjadi sebuah entitas bisnis “raksasa” untuk jasa pengiriman di Tanah Air. Dengan fasilitas layanan pos yang menggurita, aktivitas Posindo telah hadir di 34.722 desa atas sekitar 54% dari seluruh desa di Indonesia. Jumlah kantor pos sebesar 3.876 unit, Pos keliling kota 290 unit, pos keliling desa 3.040 unit, rumah pos 378 unit, kantor pos desa 878 unit, agen pos 1.673 unit, agenpos desa 344 unit, agen pos koperasi 452 unit, dipo BPM 5.389 unit. Volume produksi selama tahun 2003 adalah sebanyak 388.991.000 kiriman pucuk surat, 3.145.000 kilo kiriman logistik. Dengan dukungan pegawai sekitar 25.982 orang, Posindo pada tahun 2005 menghasilkan pendapatan sebesar ± Rp. 2,167 triliun dan laba sebelum pajak ± Rp. 50 miliar.

Di lain pihak, perusahaan kurir swasta relatif baru 4 dekade berkecimpung di dunia bisnis di Tanah Air. Sebut saja KGP, Elteha, Tiki dan beberapa pemain lokal lainnya. Menurut Asperindo – berdiri 26 Maret 1986-, saat ini terdapat ± 500 perusahaan kurir swasta yang memegang ijin SIPJT [Surat Ijin Pengusahaan Jasa Titipan]. Dari jumlah tersebut, secara total terdapat 2.000 cabang yang tersebar di 27 Propinsi dengan jumlah pengawai mencapai 36.000 orang. Dengan data yang ada ini, kumpulan kurir swasta ini secara business network masih kalah dibandingkan dengan posindo. Sayang sekali penulis kesulitan mendapatkan data pangsa pasar atau volume produksi dari pihak kurir swasta. Sungguh aneh memang, asosiasi sebesar Asperindo sampai saat ini belum mampu mengakomodir data-data statistik pengiriman para anggotanya.

Kalau posindo diibaratkan Goliath maka mungkin kurir swasta adalah Daud. Kedua sosok entitas ini memiliki peran yang berbeda. Di satu sisi, kurir swasta adalah express company yang murni bergerak secara komersial alias menangguk profit dari jasa pengiriman. Dari pengalaman kurir swasta, mereka banyak bergerak di kota-kota besar yang terjangkau oleh penerbangan cargo. Sehingga otomatis, kurir swasta ikut mendapatkan “kue” dari jalur-jalur gemuk tersebut. Di sisi lain, posindo bermain secara ganda, yakni sebagai commercial dan pubic service entity. Sebagai entitas bisnis, posindo diwajibkan meraih laba sebesar mungkin sehingga dapat memberikan deviden kepada pemerintah. Namun ironisnya, posindo selama ini justru banyak bergerak di jalur kurus, yakni meliputi daerah-daerah kabupaten hingga desa-desa terpencil. Bahkan ada 1 [satu] kantor pos unit desa yang hanya mengirimkan tidak lebih dari 10 surat per bulan. Padahal investasi untuk membuat satu buah kantor tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Ini lah fungsi posindo sebagai agen penyedia jasa layanan publik yang mau tidak mau, harus dilakoni oleh posindo. Dengan kata lain public service entity memakan operation cost yang cukup besar. Namun sebagai provider PSO [Public Service Obligation], tak bisa dipungkiri Posindo mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah per tahun melalui penyertaan modal. Hal ini tertuang dalam PP No.65 tahun 2000. Penyertaan modal pemeritah dilakukan sebab entitas usaha ini harus melayani area-area yang secara ekonomis merugikan.

Solusi Bisnis Jasa Delivery : Lepaskan Hak Monopoli Posindo

Secara regulasi seperti yang disinggung diawal tulisan ini, Posindo adalah satu-satunya perusahaan negara yang memonopoli jasa pengiriman surat. Instrumen hukum sebenarnya sudah tersedia buat Posindo mulai dari UU hingga Surat Keputusan Menteri. Bahkan melalui perangkat-perangkat regulasi tersebut, pemerintah telah memproteksi Posindo khusus dalam pengantaran surat. Sebagai regulator, pemerintah justru memberikan fasilitas privilege kepada Posindo dengan penyertaan modal yang besarnya dapat mencapai Rp. 80 miliar di th 2003 lalu. Namun di satu sisi, terjadi ambiguitas pemerintah dalam menegakkan hukum yang berlaku. Hal ini nampak dari banyaknya perusahaan jasa kurir ekspress yang diberikan ijin melakukan jasa titipan surat. Dari sisi kurir, hal ini membuat mereka dapat masuk bermain di industri yang potensial ini. Selain dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang besar, masuknya kalangan kurir swasta jelas ikut meramaikan iklim persaingan yang sehat di bisnis ini. Sebagai informasi, diperkirakan perputaran uang untuk bisnis pengantaran secara total di tahun 2005 adalah mencapai Rp. 4 triliun. Betapa menggiurkan tentunya !

Dengan masuknya kalangan kurir swasta, kastemer dapat memilih provider jasa pengiriman yang terbaik. Kebanyakan kastemer tentunya lebih memilih kurir swasta. Hal ini disebabkan pengiriman yang cepat, harga murah, barang aman sampai di tujuan. Lambat-laun Posindo digerogoti secara eksternal. Hal ini membuat sang Goliath mulai limbung dan porsi kiriman surat untuk tujuan dalam kota mulai menunjukkan penurunan. Sampai saat ini penulis masih kesulitan mencari angka pasti dari Posindo namun berdasarkan pantauan singkat memang volume kiriman surat cenderung menurun di kota-kota besar propinsi.

Melalui berbagai upaya internal dan serta adanya business plan Posindo 2003-2007 lewat jargon transformasi bisnis 6 R-nya [repositioning, restructuring, rightsizing, reinventing, reengineering, dan resources], perlahan-lahan Posindo mulai kompetitif. Strategi aliansi bisnis dengan kalangan perbankan seperti BNI, BTN, Bank Muamalat membuat kinerja pos secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. Tapi hal ini hanya membawa pengaruh bagi Posindo dari sisi bisnis keuangannya [finansial services]. Bisnis komunikasi yang selama ini menjadi lahan klasik Posindo mulai digerogoti oleh kurir swasta. Apalagi dengan masuknya beberapa operator swasta kelas dunia macam DHL, Fedex, TNT, UPS dengan mitra lokal mereka masing-masing, tentu membawa pengaruh bagi kinerja Posindo di masa mendatang. Jadi bagaimana dengan isu hangat revisi UU No.6. thn. 1984 ? Apakah tindakan Posindo untuk meminta monopoli merupakan perilaku manja atau wajar ? Apakah hal ini tidak bertentangan dengan UU Anti Monopoli ?

Sebagai pengguna jasa layanan Pos secara B to B atau secara corporate, penulis dapat merasakan perbedaan saat ini dengan beberapa tahun lalu. Ketika itu, Posindo cenderung lambat, tarif pengiriman surat jauh lebih mahal dengan kurir swasta, laporan status pengiriman sangat lama diterima kastemer, kurang responsif terhadap suara pelanggan [voice of customer]. Pokoknya semua serba lambat. Namun saat ini, layanan Posindo menunjukkan peningkatan, harga mulai bersaing dengan industri, laporan pengiriman surat mulai cepat, respon terhadap complaint relatif cepat meski beberapa kiriman surat masih kerap missing di alamat tujuan. Oleh sebab itu, Posindo harus merubah “kultur lambat” terutama di kantor-kantor pos di daerah, memperbaiki gap of knowledge dari para aparatur lapangan, dan menitikberatkan pada sisi critical to quality [CTQ].

Untuk menjembatani semua pemangku kepentingan baik dari sisi regulator maupun pelaku binis jasa pengiriman di tanah air maka ada baiknya hak monopoli Posindo dilepaskan saja namun berstatus milik pemerintah. Hal ini disebabkan antara lain :

a. law enforcement dari pihak pemerintah tidak maksimal sehingga sampai saat ini pemerintah masih bias dalam menegakkan aturan. Sebagai contoh apabila pemerintah konsisten, tentunya pemilik kurir swasta harus dihukum pidana selama 2 tahun atau denda Rp. 400 juta karena mereka telah mengambil alih peran Posindo yang dilarang dalam UU No.6 th. 1984.

b. Pemerintah sudah terlanjur memberikan ijin kepada kurir swasta sehingga apabila seluruh ijin itu dicabut maka efek social cost akan lebih besar seandainya hak monopoli dipaksakan. Pengganguran akan meningkat drastis, terjadi gejolak sosial.

c. Hak monopoli nantinya akan mengakibatkan terjadinya “sklerotic performance”, yakni semacam kinerja yang mengalami semacam pengapuran/pengeroposan. Dalam teori ekonomi, biasanya si pelaku monopoli tidak inovatif, boros, cenderung korupsi, miskin kreasi produk, seenaknya menaikkan harga sehingga konsumen tak berdaya.

d. Bercermin lah pada PT. Telkom. Dulu di era 70 dan 80-an, Posindo dan Telkom adalah semacam dua anak kembar. Sekarang PT. Telkom sudah meroket dan menjadi operator kelas dunia yang disegani oleh para pesaing. Saatnya buat Posindo mencontoh saudaranya itu, yang saat ini menjadi company brand di tanah air.

Biar bagaimana pun juga, Posindo tidak boleh cengeng, dengan network dan armada lapangan yang besar serta daya jelajah wilayah yang luas, Posindo seharusnya menyadari adanya blessing in disguise. Ini yang harusnya dieksplorasi seoptimal mungkin. Jangan manja dan kolokan ! Posindo sudah berumur 129 tahun. Sebagai orang yang kenyang makan asam garam dalam industri jasa pengiriman, sudah tidak relevan lagi Posindo minta hak ekslusif. Namun bicara tentang sejarah, kita harus mengakui dan mendukung Posindo sebagai number one public service operator yang melayani seluruh rute tanpa batas dengan harga yang ekonomis. Pengalaman dalam ratusan tahun bergelut di bidang ini tentu membuat Posindo memiliki positioning tersendiri. Inilah added value Posindo yang mungkin sulit disaingi oleh kurir swasta. Bukan kah bergabung dengan UPU dan menjadi bagian dari area coverage dunia maka Posindo adalah the only one flag carrier di bumi pertiwi ini ??? Di sini lah keunggulan Posindo yang sekaligus dapat mempromosikan national identity kita ke dunia internasional di bidang layanan kiriman surat dan barang.

Bagaimana pun juga Posindo tidak perlu berkecil hati, sebab suka atau tidak suka Posindo tetap dibutuhkan terutama oleh jutaan orang yang tinggal di kota-kota kecil dan pedesaan. Ini tentunya pangsa pasar yang perlu digarap secara serius. Oleh sebab itu pemerintah dan parlemen perlu bersikap adil dan bijaksana terhadap keberadaan Posindo mengingat fungsi sosial Posindo yang mutlak dijalankan. Penulis hanya mengusulkan bahwa hak mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah RI ini lah yang tetap menjadi hak ekslusif PT. Pos Indonesia [Persero]. Dengan melepas hak monopoli, Posindo dituntut kematangannya bersaing dengan kalangan kurir swasta. So pasti, kesetaraan ini akan membuat peta persaingan industri jasa delivery menjadi semakin sehat.

Selain hal-hal tersebut di atas, tidak tertutup kemungkinan Posindo dapat melakukan privatisasi secara terbatas. Dengan privatisasi ini, Posindo diharapkan dapat merubah corporate image yang birokratis dan lambat. Selain itu, diharapkan kesejahteraan pegawai Posindo ikut meningkat. Dengan demikian sang Goliath menjadi pria yang perkasa dan kreatif dalam memanfaatkan celah bisnis jasa pengiriman yang masih terbuka lebar. Hal ini bisa dimulai dengan kreasi pada lini bisnis kargo. Potensi ini sangat besar mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dan merupakan jalur transit barang-barang ekspor import manca negara. Seperti yang dilansir oleh Asperindo, Indonesia ternyata baru memiliki hub dan spoke kargo di Jakarta dan Surabaya. Posindo mungkin dapat menjadi pionir dalam mem-provide hub dan spoke sendiri di kota-kota lain terutama wilayah Timur. Hal ini bisa menjadi pintu gerbang distribusi barang ke wilayah Pasifik seperti Semenanjung Korea, Jepang, AS dan Australia. Di samping itu, di era digital sekarang ini, penyediaan IT sangat penting dan akan mendominasi transaksi bisnis delivery. Kastemer akan cepat puas apabila mereka dapat men-tracking status pengiriman barang secara on-line.

Dengan demikian diharapkan, Posindo dapat menjadi operator kelas dunia, bersaing dengan FedEx, TNT, UPS yang sudah mencapkan kukunya di sini. Jangan lupa, meski sudah berumur ratusan tahun, Posindo bahkan tak memiliki satu pun armada pesawat kargo milik sendiri. Ironis memang ! Bahkan RPX yang belum berumur 10 tahun sudah sanggup membeli sebuah pesawat kargo Airbus A 310.

“Untuk Anda Kami Ada”, inilah slogan sang merpati Pos kita. Semoga Posindo mampu mewujudkan slogan ini di masa kini dan mendatang. Kita tunggu.

Sumber :

1. UU No.6 th.1986 tentang POS.

2. PP No.65 th.2000 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal

Saham Perusahaan Perseroan [Persero] PT. Pos Indonesia.

3. UU No.5 th.1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak

Sehat.

4. Postal Regulation and Principle UPU, 2004.

5. Postal Market Review and Outlook, 2004.

6. Understanding the Private Express Statutes, Publication 542, USPS, 1998.

7. Corporate Intent PT. Pos Indonesia [Persero], 2003.

8. http://www.wikipedia.org

9. www.asperindo.or.id

*) Pegawai Divisi BSK Unit Produksi dan Distribusi

[Pengguna layanan Pos dan Kurir]

Biro Kredit

Urgensi Keberadaan Biro (Informasi) Kredit

By Leonard T. Panjaitan*

Awal tahun ini Bank Indonesia telah mengeluarkan sebuah kebijakan komprehensif yang dikenal sebagai Arsitektur Perbankan Indonesia. Konsep ini sarat dengan strategi-strategi masa depan untuk membentuk sistem perbankan domestik yang tangguh, lincah dan kompeten dalam menghadapi persaingan global yang semakin kuat. Konsep ini terdiri dari enam pilar yakni (a) struktur perbankan yang sehat, (b) sistem pengaturan yang efektif, (c) sistem pengawasan yang independen dan efektif, (d) industri perbankan yang kuat, (e) infrastruktur yang mencukupi, (f) perlindungan konsumen. Arsitektur ini sebenarnya diinspirasikan dari Basle Committe on Banking Supervision (Komite Basle) yang mengandung dua puluh lima prinsip dasar untuk mencapai supervisi perbankan yang efektif.

Inisiatif dalam program API ini cukup lengkap termasuk di dalamnya pembentukan biro kredit pada tahun 2004 – 2005. Memang keberadaan biro kredit ini sangat mendesak mengingat semakin banyak terjadinya risiko perbankan yang mencuat belakangan ini seperti skandal BNI yang mengakibatkan kerugian negara sebanyak 1,7 triliun rupiah, disusul kasus-kasus seperti pembobolan di BRI, Bank Mandiri dan korupsi BLBI Bank Umum Servitia. Pembentukan biro kredit ini secara tak langsung akan membawa dampak positif bagi pencegahan kejahatan perbankan serta untuk menghindari merebaknya kredit macet. Memang tidak ada kata terlambat untuk menuju perbaikan namun alangkah baiknya bila wacana pembentukan biro kredit ini seharusnya telah dikemukakan sejak waktu-waktu yang lampau atau setidak-tidaknya setelah krisis moneter mulai mereda yakni sebelum akhir tahun 2000 lalu. Pembentukan biro kredit ini dalam konsep API ada pada pilar ketiga yang mengandung unsur proses pengawasan seperti persyaratan sertifikasi bagi manajer risiko dan peningkatan good corporate governance. Lalu biro kredit ini juga masuk dalam pilar kelima berupa dukungan sarana perbankan yang memadai serta pilar keenam, misalnya pengawasan melalui mekanisme pengaduan konsumen dan pembentukan lembaga mediasi perbankan yang independen.

Sementara itu dalam prinsip-prinsip dasar Basle (Basle core principles), biro kredit ini secara implisit berada dalam prinsip ketujuh yang berbunyi : An essential part of any supervisory system is the evaluation of a bank’s policies, practises and procedures related to the granting of loans dan making of investments and the ongoing management of the loan and investment portfolios. Di sini memang tidak disebutkan biro kredit secara an sich dalam struktur perbankan namun dalam penjelasannya prinsip tersebut mendesak bank agar memiliki suatu proses yang dikembangkan secara baik sehingga bisa memonitor pertalian kredit, termasuk kondisi finansial dari debitur. Elemen kunci dari sistem informasi management (MIS) ini seharusnya berupa data base yang menyediakan detail data-data yang esensial tentang kondisi portofolio pinjaman, termasuk klasifikasi dan angka pinjaman.

Oleh sebab itu seberapa urgenkah pembentukan kredit ini dalam kaitannya dengan perbaikan sistem perbankan di Indonesia ? Untuk itu mari kita elaborasi latar belakang serta manfaat pendirian biro kredit bila kelak beroperasi secara efektif di Indonesia.

Pertumbuhan Kredit

Sekitar bulan Maret lalu muncul kritikan dari IMF bahwa bank-bank Indonesia terlalu agresif menyalurkan kreditnya. Kritikan ini cukup mengagetkan kalangan perbankan mengingat justru kredit yang disalurkan ke sektor riil sangat rendah sehingga fungsi intermediasi bank berkesan tidak berjalan dengan optimal. Dari di bawah ini (lihat tabel 1),

Tabel 1 – INDIKATOR PERBANKAN NASIONAL

(dalam Triliunan Rupiah)

Items

Des-03

Jan-04

Feb-04

Mar-04

Apr-04

1

Penghimpunan Dana

975,40

969,90

963,50

963,70

959,30

2

Penyaluran Dana

765,40

781,80

794,30

769,90

786,70

a. SBI

101,40

130,40

136,80

133,20

120,30

b. SB lainnya **)

68,70

67,20

71,30

71,60

71,80

c. Aktiva Antar Bank

112,20

103,20

102,80

100,20

91,80

d. Penyertaan

5,90

6,00

6,00

6,10

6,80

e. Kredit *)

477,20

475,00

477,30

485,90

496,10

– dlm Rupiah

362,60

358,20

361,00

367,60

375,70

– dlm Valuta Asing

114,60

116,80

116,40

118,30

120,30

3

Kinerja

a. NPL

– Nilai

39,10

39,00

39,60

37,70

38,40

– Ratio thd total kredit (%)

8,20

8,20

8,30

7,80

7,70

*) Termasuk kredit penerusan

**) Tidak termasuk obligasi pemerintah dalam rangka rekapitalisasi

Sumber : Bank Indonesia – diolah kembali

di perbankan sendiri ada ekses likuiditas sebesar Rp 400 triliun lebih yang kemudian ditanamkan di Sertifikat Bank Indonesia, obligasi pemerintah, aktiva antar bank, penyertaan, surat berharga lainnya, yang hasilnya juga masuk atau berputar-putar di dalam sektor keuangan itu sendiri dan bukannya ke sektor riil. Mungkin sentilan Kepala Perwakilan IMF di Jakarta, Daniel Citrin itu ada benarnya sebab kredit yang beredar di pasar sampai Mei 2004 mulai didominasi oleh kredit konsumtif yakni sebesar 25,28 % dari total credit yang revolving. (lihat tabel 2).

Tabel 2- Kredit Konsumsi Bank Umum

(dlm miliar Rp)

Tahun

Nilai

2000

40.093

2001

58.435

2002

79.805

2003

112.063

2004*)

125.442

*) sampai Mei 2004

Sumber : Bank Indonesia

Kenyataan seperti inilah yang membuat IMF khawatir terjadinya kembali krisis moneter gelombang kedua di Tanah Air ini bila hal ini tidak diantisipasi oleh kalangan perbankan dan pemerintah.

Dari tabel 1 di atas, terjadi fluktuasi NPL gross yang mana persentase terhadap total kredit tidak mengalami penurunan secara signifikan. Sampai dengan April 2004, secara nasional terdapat sekitar 38,40 triliun rupiah kredit yang macet atau 7,70 % dari total kredit. Rasio NPL gross ini lalu meningkat sebesar 0,1 % sehingga menjadi 7,80 % di bulan Mei 2004. Hal ini perlu diantisipasi semaksimal mungkin sebab jangan sampai kredit macet ini mengancam stabilitas perekonomian nasional. Tahun lalu, BI menetapkan ketentuan NPL net perbankan tidak boleh melebihi 5 % dari total kredit yang disalurkan. Bahkan ketika itu Burhanuddin Abdullah mengatakan bahwa bank yang memiliki rasio NPL net melebihi 5 % akan segera dimasukkan ke pengawasan intensif BI. Ancaman kredit macet juga menghampiri Bank Mandiri yang mana kuartal pertama tahun 2004 ini, rasio kredit bermasalah (NPL) gross di bank terbesar di negeri ini sudah mencapai 8,4 %. Ini jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata bank BUMN yang hanya 5,6 % atau bank swasta yang 5,2 %.

Di samping itu, tingkat suku bunga juga memberikan tekanan terhadap naiknya potensi kredit bermasalah. Sampai saat ini spread (rentang) antara suku bunga dana pihak ketiga dan suku bunga kredit sangat lebar. Kalau kita lihat suku bunga deposito per Desember 2003 lalu yang sekitar 6,53 % maka rata-rata suku bunga kredit masih di atas 16 % dan semestinya rentang tersebut paling besar 3-4 % bahkan di beberapa negara lain ada yang 2-3 %. Apalagi akhir-akhir ini inflasi mulai naik dari bulan April 5,92 %, Mei 6,47 % dan Juni 2004 sebesar 6,83 % sehingga BI perlu menaikkan suku bunga SBI untuk meredam gejolak moneter. Bila suku bunga SBI naik otomatis suku bunga dana pihak ketiga pun naik sehingga dampak dominonya suku bunga kredit ikut naik untuk menjaga spread karena overhead cost bank yang masih besar untuk menutupi pencadangan aktiva produktif. Dengan suku bunga kredit yang meningkat ini, indikasi adanya potensi gagal bayar dari para debitur semakin besar.

Sedangkan di sektor kredit konsumtif khususnya industri kartu kredit juga mengalami pertumbuhan pesat. Menurut data Mastercard, seperti yang dilansir oleh majalah BusinessWeek edisi Juni 2004, sampai akhir kuartal IV 2003, pemegang kartu Mastercard yang diterbitkan di Indonesia sebesar 2,82 juta kartu, meningkat 55,10 % dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah ini, total transaksinya tercatat $ 22,73 juta, meningkat 23,4 % dibandingkan tahun sebelumnya. Di lain pihak, kartu Visa yang beredar di Tanah Air baik itu kartu kredit maupun kartu Visa Debit/Electron mencapai lebih dari 6 juta kartu. Dari jumlah ini, sebanyak lebih dari 3 juta adalah kartu kredit Visa dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 20-30 % per tahun untuk kedua jenis kartu pembayaran. Lalu PCE (Personal Consumption Expenditure) mencapai 1,3 %, yang berarti belanja yang dibayar dengan kartu secara keseluruhan menurut Visa International masih berkisar 1,3 %. Dari data ini berarti sekitar 98,7 % pembayaran masih didominasi oleh uang tunai. Dengan demikian berdasarkan diagram pie yang bersumber dari majalah warta ekonomi, sepanjang tahun 2003 lalu pangsa pasar kartu kredit secara nasional besar sekali dan ini sangat memacu para issuer untuk meningkatkan akuisisi kartu kredit yang sampai saat ini masih


dikuasai oleh Citibank sebesar 28,9 % dari total 4,8 juta pemegang kartu, disusul Bank BNI pada posisi runner-up (14,9 %) dan BCA di tempat ketiga (13,2 %). Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 210 juta orang dan daya serap angkatan kerja yang diharapkan kembali meningkat di masa-masa mendatang maka potensi kartu kredit untuk terus tumbuh semakin besar pula.

Dari beberapa uraian di atas yang mana laju pertumbuhan kredit secara keseluruhan mulai menunjukkan peningkatan yang ditopang oleh kredit konsumsi yang besar serta agresivitas bank-bank dalam memasarkan kartu kreditnya maka sudah sangat mendesak adanya tindakan untuk mengerem atau setidak-tidaknya memonitor pertumbuhan kredit ini untuk tidak sampai mengalami masalah atau bahkan macet. Untuk itu pembentukan biro kredit atau biro informasi kredit secepatnya direalisasikan dan ini perlu mendapat dukungan dari dunia perbankan dan pemerintah secara tulus dan maksimal.

Pembentukan Biro Kredit

Bagi kebanyakan orang awam di ibu pertiwi ini jargon biro kredit mungkin masih asing di telinga kita. Di beberapa negara lain keberadaan biro kredit ini sudah berlangsung lama. Di AS terdapat tiga biro kredit yang terkenal dan berdiri sendiri-sendiri yakni Experian berbasis di Allen Texas, Equifax di Atlanta Georgia dan TransUnion di Fullerton California. Sementara di Inggris bernama Dun and Bradstreet. Bahkan sejak tahun 1982 negara tetangga kita Malaysia sudah mengoperasikan biro kreditnya yang berada dalam struktur Bank Negara Malaysia yang sekaligus adalah bank sentral mereka.

Dan memang biro ini suatu organisasi yang masih baru yang beberapa waktu terakhir ini didorong oleh BI agar eksis dalam kancah industri keuangan nasional. Secara sederhana, Biro (Informasi) Kredit adalah lembaga atau perusahaan yang menyediakan database para debitur demi kepentingan perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Database ini terdiri dari informasi mendetail seputar nasabah dan profilnya seperti nama, jenis kelamin, alamat, tanggal lahir, pekerjaan, jumlah hutang (kewajiban), batas kredit, jenis kredit dan lain-lain. Menurut Brio Kredit Experian, secara umum informasi yang ada dalam database dibagi dalam beberapa bagian seperti :

Ø Personal Profile à informasi yang diperoleh yakni data-data pribadi seperti nama, tanggal lahir, alamat pekerjaan dll.

Ø Credit Summary à informasi yang diperoleh adalah data-data tentang status kredit saat ini maupun masa lalu. Di sini kita bisa menemukan total account yang telah ditutup atau yang masih aktif, lalu jumlah hutang apakah masuk dalam kategori bermasalah (delinquency), dan jumlah frekuensi inquiry atau yang pernah membuka file kredit ini dalam 6 bulan terakhir. Contoh :

Real Estate Accounts:

Collection Accounts:

Count:

0

Count:

0

Balance :

0

Balance :

0

Current:

0

Current:

0

Delinquent:

0

Delinquent:

0

Other:

0

Other:

0

Revolving Accounts:

Total Accounts:

Count:

0

Count:

0

Balance :

Rp 2.000.000

Balance :

Rp 2.000.000

Current:

0

Current:

0

Delinquent:

0

Delinquent:

0

Other:

0

Other:

0

Installment Accounts:

Accounts Summary:

Count :

0

Open Accounts:

7

Balance :

0

Closed Accounts:

1

Current:

0

Public Records:

2

Delinquent:

0

Inquiries (Prev 6 Months):

0

Other:

0

Other Accounts:

Count:

0

Balance :

0

Current:

0

Delinquent:

0

Other:

0

Ø Public Records à informasi ini berisi data-data kebangkrutan baik yang ada di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu ditampilkan pula informasi tentang pajak, pegadaian, dan penilaian moneter. Rekam publik ini di beberapa negara maju menyertakan catatan tentang penyantunan anak-anak yang telah lewat jatuh tempo. Rekam publik ini berada dalam database selama 7-10 tahun. Contoh :

Type

Bankruptcy : CH-13 Filed

Date Filed

17/08/2004

Reference #

CN12345

Court

Pengadilan Tinggi Jakarta

Plaintiff

Gatot Megyantoro

Liability

Rp 50.000.000

Asset Amount

Rp 80.000.000

Ø Credit Inquiries à Bagian ini berisi informasi nama-nama yang menggunakan data-data dari laporan kredit debitur. Informasi ini berada dalam database paling lama sampai 2 tahun.

Ø Account History à Bagian ini berisi informasi yang spesifik tentang setiap account (rekening) yang dibuka oleh debitur di waktu yang lampau. Informasi yang positif tetap tinggal selamanya dalam database ini.

Ø


Credit Score à Skor ini adalah representasi numerik dari kelayakan kredit para debitur. Mayoritas kreditur mengunakan beberapa model penilaian kredit ini untuk membantu mereka memprediksikan jenis risiko kredit apa yang terjadi pada debitur. Contoh : Skor kredit anda adalah 900 maka berdasarkan skala 0 – 1000 maka kategori kredit anda ialah :

Di Indonesia saat ini baru ada satu biro kredit yakni Biro Kredit Indonesia yang didirikan oleh beberapa kalangan pengacara dan pengusaha seperti Lubis Ganie Surowidjojo, Hosea Sanjaya, hingga salah satu ekonom terkenal Dr Cyrillus Harinowo dan kita paling belakangan memilikinya diantara negara Asia Pasifik. Biro Kredit Indonesia ini mulai beroperasi sejak Agustus 2003 dan salah salah satu senjata pamungkasnya adalah database SIDIK (Sistem Informasi dan Investigasi Kredit) yang berisikan Informasi Kredit Negatif Nasabah (Negative Financial Information System – NFIS). Adapun manfaat dari pembentukan biro kredit adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan efisiensi dan mengurangi kredit macet. Dengan adanya database yang dikelola oleh biro ini maka potensi kredit macet dapat dikurangi sebab para kreditur akan selalu dapat memonitor perkembangan portfolionya setiap saat sehingga risiko kredit bermasalah dapat dicegah.

2. Menyediakan sumber informasi kredit yang aktual dan memadai terutama untuk kepentingan publik. Biro kredit ini juga berfungsi sebagai customer service bagi para user seperti bank, lembaga pembiayaan non bank, kantor pajak, pegadaian, kepolisian dan kejaksaan sehingga peluang-peluang para debitur, nasabah, konsumen, pemegang kartu kredit untuk melakukan kejahatan ekonomi bisa diperkecil. Di kalangan card center, peranan yang mirip seperti ini atau tukar menukar informasi ini disebut rating.

3. Penilai kelayakan kredit (credit worthiness). Informasi yang ada dalam biro kredit ini bisa berguna sekali untuk menilai sejauh mana seorang debitur, pemegang kartu kredit itu layak mendapatkan kredit dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Database ini seperti yang disinggung di atas bisa memasukkan kategori dan skor dari kredit yang diajukan oleh debitur atau calon debitur lainnya.

4. Solution Management. Biro kredit ini juga bisa berfungsi sebagai lembaga yang bisa menganalisis, memonitor portfolio dan risiko serta memberikan solusi kepada perusahaan yang menjadi pelanggan sehingga ini menjadi salah satu tools bagi perusahaan tersebut dalam memonitor kebijakan, pengelolaan risiko (risk management) serta pengambilan keputusan (decision making) berkenaan dengan pengendalian kreditnya.

Beberapa biro kredit yang ada di beberapa negara kebanyakan hanya memberikan informasi berupa data-data negatif (negatif list) nasabah, debitur atau pengguna kartu kredit. Saya menyarankan agar informasi menjadi komprehensif perlu juga diberikan data-data positif (positif list) sehingga fungsi biro kredit bukan hanya sebagai lembaga “cegah-tangkal” dalam sistem perkeditan nasional namun juga lembaga yang berperan luas sebagai solusi managemen yang handal dan terpercaya. Baik informasi negatif maupun positif penting dibuat kedua-duanya karena data-data ini sangat diperlukan oleh para user sebagai jaminan portfolio yang sehat dan prospektif dalam aktiva perusahaan mereka.

Saya berharap data-data yang masuk ke dalam database biro kredit di negeri kita ini bukan hanya berasal dari jenis-jenis transaksi semisal kredit umum (bank loan), pembiayaan konsumen, sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), kartu kredit (credit card), namun juga harus mampu menyediakan informasi seputar pajak dan pegadaian. Khususnya informasi pajak, ini penting sekali ada sebab para penunggak pajak harus diawasi karena justru mereka inilah yang bisa menambah risiko kredit bermasalah. Sebisa mungkin biro kredit dapat bekerjasama dengan instansi pajak dalam penyediaan database ini. Di samping itu perlu khusus ada undang-undang biro kredit yang bisa menjamin aspek legalitas, validitas dan kompetensi biro ini dalam memberikan informasi yang valid dan komprehensif sehingga tidak menyesatkan para penggunanya serta bisa maksimal membantu pemerintah dan kalangan perbankan dalam mencegah kredit bermasalah.

Biro kredit yang ada di Indonesia diharapkan tidak hanya ada satu saja melainkan beberapa biro agar penyediaan informasi lebih luas dan tidak dimonopoli oleh sebuah lembaga. Dengan lebih dari satu biro serta berdiri masing-masing maka pengendalian kredit di kalangan perbankan bisa dilakukan secara optimal dan tidak lupa harus ada sinergi satu sama lain diantara biro kredit yang ada sehinggga akses kepada informasi kredit bisa dilakukan secara cepat, mudah dan tepat.

* Pegawai Divisi PBK

NPP : 23348; No Telp : 5729664/9949

E-Commerce dan Cyber Fraud

Potensi E-Commerce dan Antisipasi Cyber Fraud

By Leonard T. Panjaitan*

Penetrasi Internet

Dalam abad informasi ini segala sesuatunya menjadi borderless, serba cepat, dan efisien. Tak terkecuali dalam e-commerce, suatu bisnis yang menggunakan jaringan digital alias internet. Dalam perdagangan dengan internet ini, potensi yang terkandung di dalamnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurut eMarketer, suatu lembaga riset dan analisis e-business yang berpusat di New York, pendapatan e-commerce di wilayah Aisa Pasifik saja diperkirakan tumbuh dari US$ 76,8 miliar pada akhir 2001 menjadi US$ 338,5 miliar sampai akhir 2004. Sumbangan terbesar pada pendapatan tersebut ada pada sektor B2B (business to business) dengan volume diperkirakan mencapai US$ 300,6 miliar sampai tahun 2004. Sebaliknya, B2C (business to consumer) masih cukup rendah dengan pencapaian revenue diperkirakan hanya US$ 38 miliar di tahun 2004. Kondisi seperti ini bisa disebabkan oleh belum meratanya customer yang memilih internet sebagai sarana untuk bertransaksi disamping cara berbisnis ini pun tidak menggunakan uang cash melainkan pembayaran dengan kartu kredit atau cek.

Di laih pihak kini berbagai perusahaan di Asia Pasifik melihat e-commerce sebagi potensi yang tak bisa dielakkan di masa depan. Berkembangnya e-commerce ini tidak terlepas dari adanya penetrasi internet yang begitu luas sehingga kesempatan berbisnis di dunia maya ini pun sangat besar. Hal ini berimbas pada Jepang yang mendominasi ladang bisnis cyber meski beberapa tahun terakhir ekonomi negeri bushido ini agak lesu.. Namun secara global penetrasi internet ini diperkirakan akan mencapai 15,8 % pada tahun 2006. Data tersebut bisa dilihat di bawah ini :

Internet Penetration Worldwide, by Region, 2001, 2002

& 2006

2001

2002

2006

Western Europe (1)

31,2%

37,9%

51,4%

North America

62,3%

66,7%

81,0%

Latin America

3,1%

5,4%

9,1%

Asia-Pasific

3,5%

6,4%

13,3%

Eastern Europe (2)

5,7%

7,0%

15,4%

Africa/Middle East (3)

0,8%

1,1%

3,1%

World Wide

7,9%

9,8%

15,8%

Note : (1) includes Scandinavia; (2) includes Rusia; (3) include Turkey

and South Africa

Source : IDATE, January 2003

Data di atas menunjukkan bahwa potensi e-commerce sangat besar sekali karena mereka yang melek dan aktif menggunakan internet relatif masih sangat sedikit dibandingkan dengan wilayah lain yang lebih maju seperti Eropa dan Amerika. Oleh sebab itu e-commerce masih merupakan pasar yang sangat potensial dan menggairahkan. Sementara itu negara-negara Asia Pasifik seperti Jepang, Korea, dan Cina masih sangat agresif untuk merebut pangsa pasar e-commerce. Menurut Global Reach dalam laporannya di bulan Maret 2004 lalu, Jepang yang berpenduduk sekitar 130 juta jiwa memiliki penetrasi 9,0 % (65,6 juta) disusul Cina dengan lebih dari 1,2 miliar jiwa mampu menyerap 14,1 % (102,79 juta) kemudian Korea Selatan dengan populasi 47 juta meraih sekitar 4,1 % (29,9 juta). Bagaimana dengan Indonesia ? Data yang tersedia di bawah ini memasukkan Indonesia bersama dengan Malaysia dalam satu rumpun maka dengan total populasi keduanya yang mencapai 252 juta, tingkat penetrasi internet sebesar 1,9 % baru menghasilkan 13,8 juta user. Data tersebut secara keseluruhan dapat dilihat di bawah ini :

Melihat kedua table di atas maka potensi e-commerce untuk kawasan Asia Pasifik tetap terbuka lebar. Walaupun masih didominasi oleh 5 macan Asia (Jepang, Korea, Singapore, Taiwan, Cina), peluang Indonesia untuk terjun ke dalam kancah e-commerce masih besar. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara, perolehan 13,8 juta pengguna internet masih terasa kecil sekali. Bahkan menurut Donny B.U dari ICT Watch, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan mengalami kesulitan ketika diminta meningkatkan penetrasi internet di Indonesia. Disadari atau tidak, sekian banyak ISP (Internet Service Provider) di Indonesia berebut pasar yang kian lama kian jenuh yang mana cukup banyak ISP yang tutup, menciutkan diri, mentransfer pelanggannya ke ISP lain, atau memaksa hidup kembang kempis. Oleh sebab itu untuk mendapatkan revenue yang besar, Indonesia perlu menambah porsi pengguna internet secara optimal. Pertama, sosialiasi internet dan edukasi teknologi informasi harus merambah semua tingkat pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi karena mereka ini adalah pasar paling potensial. Dari sini diharapkan tercipta internet mindedness yang menjadikan internet sebagai salah satu alat belajar-mengajar yang positif dan kaya akan sumber-sumber pengetahuan. Sayangnya, meski tidak memiliki data, saya meyakini bahwa tingkat melek huruf dan pendidikan orang Indonesia belum mencapai harapan yang ideal alias masih rendah. Sebagai perbandingan, di Korea Selatan tingkat enrollment (orang yang mendaftar sekolah) mencapai 90 % dari jumlah penduduk plus mereka yang melek huruf sebesar 98 %. Kedua, ISP (Internet Service Provider) yang ada harus terus menerus melakukan penetrasi sampai ke kota-kota kecamatan bahkan hingga desa-desa sehingga pasar menjadi tidak jenuh. Menurut data yang dilansir ICT Watch, sampai saat ini pengguna telepon di Indonesia masih sangat rendah sekali yakni berkisar 3 % – 4 % dari total penduduk Ironisnya, pemerintah justru menaikkan tarif telepon hingga 30 % sehingga tak heran bila penetrasi internet menjadi rendah. Oleh karenanya, untuk mengatasi lambannya penggunaan internet ini pemerintah perlu menunjang lewat kebijakannya untuk menyediakan tarif pulsa telepon yang murah sehingga menarik minat orang untuk memasang pesawat telepon, merangsang para pelanggan telepon yang sudah ada untuk berlangganan internet baik perorangan, perkantoran, sekolah-sekolah maupun pendirian usaha warnet. Diharapkan warnet dapat menjadi ujung tombak dalam pemanfaatan e-commerce asal paradigma usaha warnet sekarang ini tidak mengikuti cara berpikir sebuah toko, yang penting sekedar untung. Warnet harus dikelola secara profesional dan taktis, ibarat orang membuka pom bensin atau mini market, harus ada perencanaan, lokasi yang strategis, pelayanan yang bagus serta ikut mendidik masyarakat untuk memanfaatkan internet sebagai samudera informasi yang selayaknya diakses untuk hal-hal yang positif, bertanggungjawab bukan untuk pornografi atau kejahatan lainnya.

Dengan kata lain untuk menambah devisa negara dari sektor e-commerce ini maka pengguna internet secara kualitas dan kuantitas harus digenjot. Semakin banyak pengguna internet maka akan semakin besar pula devisa negara yang bisa direbut. Menurut Verisign, penyedia infrastruktur dan jasa keamanan bertransaksi, perdagangan on line meningkat sebanyak 59 % di seluruh dunia selama liburan antara tanggal 1 November 2003 sampai 31 Desember 2003 dibandingkan periode yang sama 2002. Nilai transaksi yang diproses mencapai angka US$ 6,4 miliar dibandingkan dengan US$ 4 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun di lain pihak, secara kualitas kita perlu mengkaji potensi risiko e-commerce yang bisa mengundang kejahatan masuk. Sisi negatif ini harus segera diantisipasi oleh publik karena hal ini berhubungan dengan faktor keamanan dalam e-commerce terutama kebanyakan transaksi lewat internet dilakukan dengan menggunakan kartu kredit.

Antisipasi Bahaya Cyber Crime

Tidak ada salahnya sejenak kita mengetahui apa saja yang disebut kejahatan komputer itu. Menurut European Union Convention on Cybercrime ada 4 tipe computer crimes yang masuk dalam kategori melanggar kerahasiaan (confidentiality), integritas, serta ketersediaan data dan sistem komputer (availability of computer data and systems). Keempat tipe ini sebagai berikut : illegal access (akses terhadap sebagian atau seluruh sistem komputer tanpa hak), illegal interception (mengambil secara sengaja dan tanpa hak melalui transmisi non publik data komputer ke, dari dan diantara sistem komputer), data interference (merusak, menghapus, mengubah data komputer tanpa hak), system interference (menggangu secara serius dan tanpa hak fungsi-fungsi sistem komputer dengan cara transmisi, input, merusakkan, menghapus, mengubah, memperburuk data komputer). Salah satu contoh pelaku kejahatan cyber yang terkenal adalah Maxim Kovalchuk (25 thn) yang berasal dari Ternopol Ukraina, yang ditangkap di Bangkok dan dijuluki “the best hacker” pada Oktober 2003 lalu. Para ahli mengatakan ia merupakan hacker paling berbahaya di dunia yang telah menyebabkan kerugian US$ 100 juta pada perusahaan komputer di AS.

Dalam sub judul ini saya hanya mempersempit fokus pada kejahatan internet melalui kartu kredit yang menurut saya termasuk dalam illegal access atau illegal interception. Sama seperti maling, fraudster alias pelaku kejahatan kartu kredit tidak segan-segan untuk mencuri dan memakai nomor kartu kredit secara ilegal. Hati-hatilah ! Sebab bertransaksi di merchant internet tidak perlu memperlihatkan kartu kredit secara fisik layaknya membayar di kasir namun cukup dengan memasukkan nomor kartu ditambah expire date, alhasil transaksi anda setelah otorisasi sesaat akan di-approved dan anda tinggal menunggu barang sampai pada tujuan. Sederhana bukan ? Ya, bahkan tak perlu tanda tangan di stroke pembelian. Barang-barang seperti handphone, pda, note book, pc, gitar listrik dan alat-alat elektronik yang lain biasanya merupakan incaran para carder. Bahkan kini mereka sudah merambah pada uang tunai yang ditransfer ke rekening sah milik para carder ini. Inilah salah satu risiko fatal yang harus diperhatikan oleh para pengguna internet maupun penggiat e-commerce. Yang lebih mengagetkan, akhir-akhir ini muncul berita menyedihkan di masyarakat khususnya komunitas internet bahwa Indonesia merupakan penghasil cyber fraud nomor satu di dunia. Modus operandi yang dipakai kebanyakan carding alias pembobolan kartu kredit milik orang lain. Inilah salah satu cyber crime paling sering dilakukan oleh para carder yang biasanya beroperasi lewat warnet. Ironisnya, warung internet yang sejatinya dimaksudkan sebagai tempat untuk mengakses internet secara mudah, murah dan cepat malah digunakan untuk melakukan aktivitas kejahatan.

Lagi-lagi menurut Verisign seperti yang dilansir detik.com, berdasarkan penelitian mereka ada peningkatan sebesar 176 % serangan hacker. Lebih lanjut dalam studi tersebut diketahui merchant e-commerce menolak sekitar 7 % transaksi on line yang terlalu berisiko. Sebagian besar dibatalkan karena nomor kartu kredit yang meragukan atau kemungkinan pencurian identitas. Namun, ditambahkan bahwa sebagian besar penolakan itu dilakukan oleh sistem otomatis. Ini mengakibatkan kemungkinan vendor e-commerce yang luput dari serangan tersebut mengkategorikan penjualan on line yang sah menjadi fraud. Yang lebih mencengangkan, selain kita nomor satu negara paling korup di dunia ternyata citra ini setali tiga uang dalam urusan internet fraud . Untuk lebih jelasnya maka ditampilkan tabel di bawah ini :

Top Countries * By Total Volume

Top Countries * By Percentage

of Fraudulent Transactions – Januari 04

of Fraudulent Transactions – Januari 04

Country

Ranking

Country

Ranking

USA

1

Indonesia

1

Canada

2

Nigeria

2

Indonesia

3

Pakistan

3

Israel

4

Ghana

4

United Kingdom

5

Israel

5

India

6

Egypt

6

Turkey

7

Turkey

7

Nigeria

8

Lebanon

8

Germany

9

Bulgaria

9

Malaysia

10

India

10

* negara asal ini ditentukan oleh IP Address yang digunakan utk bertransaksi.

Kemungkinan hacker menggunakan proxy atau memakai infrastruktur ISP

negara-negara lain untuk menyembunyikan identitas negara asalnya.

Sumber : Verisign’s Report selama tahun 2003, dikeluarkan pada Januari 2004

Tabel di atas menunjukkan bahwa secara kuantitatif berdasarkan volume transaksi yang fraud, AS masih memimpin perolehan terbesar dikuti oleh Indonesia pada posisi tiga. Di lain pihak secara kualitatif, pada setiap transaksi yang menggunakan kartu kredit atau lewat e-commerce, persentase untuk menjadi fraud atau ilegal dimenangi oleh Indonesia sehingga keluar sebagai kampiun. Indonesia kini terkenal sebagai sumber terbesar internet fraud. Prestasi ini sungguh memalukan meski beberapa sumber di kalangan carder mengatakan bahwa mereka menggunakan kartu kredit milik orang asing alias WNA. Jahat adalah jahat meski itu yang dibobol adalah pihak asing namun kejahatan seperti ini harus ditumpas seefektif mungkin hingga menghasilkan efek jera yang memadai. Kejahatan internet seperti ini sangat merusak kredibilitas Indonesia di mata internasional apalagi di tengah-tengah keterpurukan dan kemiskinan bangsa kita. Perlu diketahui bahwa di Indonesia saat ini diperkirakan jumlah pemegang kartu kredit mencapai 4,5 juta. Bila para bandit itu berhasil membobol 0,1 % saja dari total pemegang kartu yang ada maka bisa kita bayangkan efek kerugian yang akan menimpa industri kartu kredit nasional. Sementara itu, tahun lalu menurut perkiraan AKKI (Asosiasi Kartu Kredit Indonesia) total kerugian akibat fraud kartu kredit mencapai Rp. 50 – 60 miliar, suatu jumlah yang signifikan dan memerlukan energi besar dari semua pihak untuk mengatasinya.

Oleh sebab itu masyarakat harus waspada terhadap cyber fraud dan melaporkan kepada pihak berwajib bila melihat adanya indikasi penggunaan kartu kredit yang mencurigakan yang dilakukan di warnet-warnet atau tempat lainnya. Mengapa koq warnet jadi tertuduh ? Kenyataannya memang warung internet merupakan tempat nyaman untuk beraksi. Oleh sebab itu, sepatutnya ada regulasi dari pemerintah setidak-tidaknya memaksa setiap warnet harus meregistrasi siapa saja yang masuk dan memakai internet sehingga setiap saat bila ada kasus bisa segera ditelusuri. Sementara itu salah satu kerugian yang ditanggung oleh Indonesia adalah kemungkinan IP Address kita ini diblokir oleh pihak-pihak di luar negeri sehingga bisa mematikan potensi e-commerce yang sekarang sedang digalakkan. Dunia internasional bisa tidak mempercayai kita lagi dan akhirnya seluruh pihak di dalam negeri akan dirugikan karena revenue perdagangan on line ini bisa hilang percuma akibat ulah orang-orang jahil ini. Dalam riset yang dilakukan Gartner G2 ditemukan bahwa risiko internet payment fraud setidaknya 12 kali lebih besar daripada transaksi langsung (face to face transactions).

Untuk dapat mencegah kejahatan seperti ini, Indonesia harus memiliki payung hukum yang komprehensif dan itu sebabnya RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) harus segera disahkan menjadi UU. Kita berharap pemerintah pasca pemilu ini serius membenahi masalah ini sebab kalau tidak Indonesia bisa dikucilkan oleh komunitas internet global. Sejak sekarang sudah harus diantisipasi secara ketat karena ada indikasi kuat carding ini sudah menjelma menjadi organized crime seperti jaringan mafia. Namun disini saya tidak membahas teknik-teknik carding secara detail dan saya hanya memberikan beberapa tips bagi para pembaca untuk menghindari kemungkinan identitas personal seperti nomor kartu kredit, PIN, billing statement anda terekam atau terbaca oleh mereka yang berniat jahat melakukan carding. Tips sebagai berikut :

1. Bila anda membuang sesuatu yang berisi informasi pribadi bahkan itu hanya alamat, pastikan itu telah dihancurkan.

2. Hindarkan berbelanja atau menggunakan kartu kredit yang mana tanda terimanya tidak menghilangkan nomor kartu kredit, namun justru meninggalkan beberapa digit terakhir nomor kartu kredit anda.

3. Jangan memberikan informasi pribadi kepada telemarketer terutama nomor kartu kredit termasuk nama ibu kandung anda.

4. Jangan merespon email yang anda terima dengan informasi pribadi terutama nomor kartu kredit, nama ibu kandung anda.

5. Gunakan kartu kredit hanya kepada bank yang memberikan akses billing on line dan di-update setiap hari. Setiap beberapa hari, lakukan cek pada b/s itu dan pastikan bahwa transaksi anda itu benar.

6. Anda harus pelit dan hati-hati dalam memberikan informasi termasuk nama ibu kandung. Sebab adakalanya cara ini merupakan metode identifikasi untuk mencuri data-data pribadi anda.

7. Jangan pernah mengirim informasi finansial anda lewat email atau instant message. E-commerce sangat aman bila menggunakan situs-situs yang memanfaatkan proteksi enkripsi. Sementara email dan instant message tidak dienkripsi.

8. Proteksi dan ubahlah sewaktu-waktu password anda setiap 6 sampai 12 bulan. Jangan pernah menyimpan password anda di komputer. Password seharusnya terdiri dari 8 karakter dan agar lebih aman kombinasikanlah huruf besar, kecil dan angka-angka.

9. Jangan gunakan password yang sama untuk beberapa kartu.

Demikian tulisan ini disampaikan sehingga bisa bermanfaat bagi para pembaca untuk melihat potensi e-commerce yang masih luas serta risiko yang membayanginya.

* Pengguna-pemerhati internet dan juga pegawai Divisi PBK

Collection Unit

SEBUAH UNIT PENYELAMAT DAN ALAT KONTROL ASET KARTU KREDIT

by Leonard T. Panjaitan (ex collector)

Bisnis kartu kredit merupakan bisnis “recehan” yang banyak diminati oleh industri perbankan saat ini. Sebagai salah satu produk retail yang menguntungkan, banyak kalangan dunia perbankan telah lama terjun ke kancah industri kartu kredit dan bahkan saat ini pun beberapa bank pemerintah mulai menapakkan kakinya di jalur bisnis ini. Selain profit yang menggiurkan bagi bank penerbit kartu kredit, fasilitas produk ini sangat bermanfaat banyak bagi para pemegang kartu kredit. Kemudahan dalam berbelanja, penarikan uang tunai, transfer dana, service-service lainnya serta pembayaran yang fleksibel adalah keuntungan “esoteris” yang memperlancar aktivitas dan usaha para customer.

Terlepas dari profit dan benefit yang sangat menjanjikan ini, industri kartu kredit sarat dengan risiko-risiko bisnis yang cukup kompleks. Ketiadaan collateral atau jaminan dari pemegang kartu kredit ini membuat bank penerbit kartu kredit harus semakin hati-hati mengelola portofolio bisnisnya. Salah satu dampak risiko yang setiap hari dihadapi oleh penerbit kartu kredit adalah default –kegagalan card holder membayar hutang- dan keterlambatan pembayaran. Untuk itu dalam struktur bank penerbit kartu kredit biasanya terdapat suatu unit pengelolaan risiko finansial yang dinamakan unit collection. Unit ini merupakan alat perusahaan yang bertugas untuk menagih, mengelola dan meyelamatkan aset kartu kredit berupa piutang perusahaan kepada para nasabahnya. Piutang ini lazimnya disebut outstanding credit atau net receivables. Selain menagih hutang para nasabah, para collector atau staff collection juga berperan menjadi penasehat keuangan dari para nasabah agar kelancaran pembayaran kartu kreditnya tetap terjaga.

Warning Signal (Tanda Peringatan)

Sebagai sebuah unit penagihan dan penyelamat aset kartu kredit, unit collection diberikan tanggungjawab signifikan untuk mencegah agar portofolio bisnis tidak mengalami financial loss yang bermuara pada bad debt (kredit macet). Oleh sebab itu mekanisme kerja yang dilakukan oleh unit collection atau para collector adalah dengan mengingatkan pemegang kartu secara rutin lewat telepon (dunning), surat menyurat, kunjungan ke lapangan (on the site visit) serta bekerjasama dengan pihak ketiga (debt collector agency). Selain itu pula unit collection berfungsi sebagai pemberi warning (tanda peringatan) kepada manajemen atau decision maker apakah bisnis yang sedang berlangsung masih feasible (layak), lancar atau berada dalam posisi alert (gawat). Untuk itu unit collection memiliki sistem manajem informatif yang membantu semua pihak dalam melakukan analisa dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam memantapkan kelancaran portofolio ini. Di bawah ini akan di sajikan suatu table khas collection BNI Card Center yakni deliquency, net flow and recovery rate analysis table

BUCKET

Sep-02

Okt-02

Acct

Amount

Acct

Amount

CURRENT

428.054

682.399.530.618

442.203

701.550.637.651

1-29 DPD ( X-Day)

23.046

43.321.936.067

24.350

45.694.879.687

30-59 DPD

7.713

13.658.170.957

8.408

15.508.144.535

60-89 DPD

4.281

8.414.089.279

5.151

9.540.004.954

90-119 DPD

3.722

8.110.915.380

3.575

7.286.128.275

120-149 DPD

3.216

7.868.662.627

3.231

7.349.808.992

150-179 DPD

2.566

6.468.370.767

2.571

6.566.681.230

180 DPD

1

1

2.558.793

P/L MTD

2.784

6.677.239.664

837

5.137.805.292

P/L YTD

14.046

33.945.456.823

16.329

39.083.262.115

ENR (Business to date)

472.599

770.241.675.695

489.490

793.498.844.117

RECOVERY (Year to date)

12.148.241.910

15.138.241.910

Recovery Rate

35,79%

38,73%

NET FLOW Rate

CURRENT TO X – DAYS

6,64%

6,70%

X TO 30 DPD

35,37%

35,80%

30 TO 60 DPD

64,70%

69,85%

60 TO 90 DPD

86,12%

86,59%

90 TO 120 DPD

90,07%

90,62%

120 TO 150 DPD

83,41%

83,45%

150 TO WO

81,66%

79,43%

Delinquency Rate

4,69%

6,05%

4,85%

6,13%

Dalam melaksanakan kerjanya unit collection biasa melakukan klasifikasi atau penggolongan account dari pemegang kartu berdasarkan bucket atau periode waktu tertentu di mana c/h (card holder) tidak membayar kewajibannya setelah tanggal jatuh tempo (date past due – dpd) atau dengan kata lain bahwa bucket adalah penggolongan atau kelompok kredit bermasalah seperti dalam bank pada umumnya. Dalam hal ini date past due bisa 1 s/d 29 hari, 30 s/d 179 hari sejak tanggal jatuh tempo. Melalui penggolongan account-account ini maka unit collection dapat lebih mudah menyelamatkan dan mengelola risiko secara terpadu dan berdasarkan prioritas. Sekarang mari lihat table tersebut di atas, dalam tabel tersebut terdapat unsur-unsur penting seperti bucket, ENR (end net receivables), P/L (profit and loss) atau write off (hapus buku), net flow serta delinquency rate. Dari semua item tersebut yang menjadi indicator utama dalam mengukur kinerja bisnis kartu kredit dari aspek risiko ini adalah delinquency, net flow, dan recovery rate. Adapun penjelasan dari indicator-indicator collection sbb :

v Delinquency Rate

Indicator ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat potensi kredit bermasalah yang diderita

oleh bank penerbit kartu kredit. Sebagai contoh (data bulan Oktober 2002), Delinquency Rate =

([Jumlah Amount 30 dpd s/d 179 dpd] / ([Total Outstanding atau ENR] – [Write Off])) * 100 %

Delinquency rate = (Rp. 46.250.767.986 / (Rp. 793.498.844.117 – Rp. 39.083.262.115)) * 100 %

= 6,13 %

Dari kasus ini bisa kita simpulkan bahwa potensi kerugian yang mungkin diderita oleh bank penerbit kartu kredit sebesar 6,13 % dari total kredit yang diberikan kepada nasabahnya. Untuk mengurangi potensi kerugian ini dapat dilakukan dengan cara menurunkan amount-amount di bucket 30 dpd s/d 150 dpd melalui penagihan yang maksimal dan efektif sekaligus mengharapkan adanya kenaikan pemakaian dari account-account yang sehat atau lancar (current).

v Net Flow Rate

Net Flow Rate adalah tingkat perpindahan account dari bucket (kelompok kredit bermasalah) yang lebih muda ke bucket yang lebih tua. Asumsi kita adalah bahwa pada dasarnya kebanyakan account berpindah dari bucket yang lebih muda ke bucket yang lebih tua. Sebagai contoh : (data bulan Oktober 2002)

à Flow rate dari x-days ke 30 dpd = 35, 80 %

Ini berarti 35,80 % outstanding dari account-account yang ada di kelompok x-days pada September 2002 mengalami flow menuju kelompok 30 dpd di bulan Oktober 2002. Data ini memberi gambaran bahwa flow rate dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas penagihan pada setiap bucket atau kelompok kredit bermasalah. Dengan demikian akan ada feed back, sinergi dan kerja sama setiap tim collection baik itu yang berada dalam kelompok front-end (x-days), midrange (30 s/d 89 dpd), hardcore (90 s/d 179 dpd) maupun recovery (write off) untuk memperkuat penagihan sehingga account-account yang mengalami flow dapat dilempar atau di-draw back (dikuras) ke bucket yang sehat (current). Semakin kecil flow rate pada setiap bulan menandakan kinerja collection yang bagus dan solid yang bermuara pada kualitas portofolio kartu kredit yang semakin sehat.

v Write Off dan Recovery rate

Write off adalah jumlah kredit macet dalam kelompok 180 dpd yang dihapusbukukan. Sementara Recovery rate adalah tingkat pengembalian/pelunasan dari kredit yang macet itu. Dalam table di atas kita bisa memonitor perkembangan jumlah account write off dan recovery baik secara bulanan maupun tahunan. Jumlah angka write off ini mempengaruhi net credit loss BNI Card Center. Net credit loss sendiri merupakan pengurangan antara total outstanding write off dengan recovery. Semakin tinggi tingkat recovery maka semakin rendah net credit loss. Dengan demikian non performing loan (NPL) bisnis kartu kredit ini akan semakin rendah pula. Idealnya persentase net credit loss terhadap portofolio Card Center tidak lebih dari 4 %. Besaran angka 4 % merupakan batas maksimal yang diasumsikan sbb :

a. Delinquency rate = 6 % (max) c. Potential loss rate (a + b) = 10 % (max)

b. Net credit loss rate = 4 % (max) d. Collectibility = 100 % – 10 % = 90 %

Dari data-data yang disajikan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa unit collection cukup memegang peranan yang signifikan sebagai salah satu alat kontrol aset bisnis kartu kredit. Sinyal-sinyal yang diperlihatkan dalam sistem pelaporan collection melalui kuantitas dan persentase tertentu harus dapat menjadi pedoman para decision maker untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi portofolionya. Fungsi-fungsi kerja baik dalam penagihan dan penyelamatan aset portofolio harus diimbangi dengan komunikasi bisnis yang intensif dan harmonis antara para collector dengan pemegang kartu kredit sehingga para nasabah yang sedang bermasalah dengan keuangannya dapat lebih memperhatikan kewajibannya. Di lain pihak perlu dipikirkan oleh manajemen untuk membuat suatu insentif bulanan bagi para collector agar lebih terpacu lagi dalam meng-collect tagihan para pemegang kartu kredit. Dalam hal tertentu pekerjaan collection cukup monoton dan membosankan, oleh karenanya membentuk lingkungan kerja yang harmonis dan peningkatan motivasi kerja harus menjadi perhatian manajemen secara serius dan seksama.